Path: Top > S2-Theses > Mining Engineering-FTTM > 2009

ANALISIS KEBIJAKAN NILAI TAMBAH MINERAL TEMBAGA DENGAN PERMODELAN SYSTEM DYNAMIC

ANALYSIS of ADDED VALUE POLICY for MINERAL COPPER WITH SYSTEM DYNAMIC MODELLING

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 14:56:01
Oleh : NOVIAN FATHURACHMAN (NIM : 22106006), S2 - Mining Engineering
Dibuat : 2009, dengan 8 file

Keyword : Tembaga, Nilai Tambah, model System Dynamic

Indonesia memiliki sumber daya mineral logam yang cukup melimpah terutama tembaga, nikel, timah, dan emas. Selama ini sebagian besar dari mineral logam tersebut di ekspor dalam bentuk konsentrat, kecuali timah yang sudah dijual dalam bentuk logam. Dengan diberlakukannya UU No.4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara, yang menggantikan UU No.11 tahun 1967 tentang pokok-pokok pertambangan, terdapat suatu kebijakan untuk meningkatkan nilai mineral yang ditambang. Dimana perusahaan yang memiliki IUP wajib melakukan proses pengolahan dan pemurnian logam di dalam negeri dalam 5 tahun setelah UU ditetapkan.


Kebijakan nilai tambah ini diharapkan akan meningkatkan penerimaan Negara dari sektor pertambangan. Sebagai salah satu produk terbesar dari sektor pertambangan, tembaga memberikan sumbangan yang besar bagi penerimaan Negara. Saat ini mineral tembaga dihasilkan oleh 2 perusahaan asing Internasional yaitu PT Freeport Indonesia dan PT Newmont Nusa Tenggara yang menjual produknya dalam bentuk konsentrat. Sebagian kecil dari konsentrat ini diolah di dalam negeri oleh PT Smelting Gresik dan sebagian lagi di ekspor ke luar negeri terutama ke Jepang, Spanyol dan Korea.


Untuk itu, Analisis kebijakan untuk melihat pengaruhnya pada penerimaan Negara perlu dilakukan. Untuk meningkatkan analisis, permodelan system dynamic produksi tembaga telah dibangun. Model ini menggambarkan struktur fisik dan alur proses mulai dari penambangan, pengolahan dan pemurnian mineral tembaga. Model terdiri dari beberapa sub system yaitu penambangan, pemurnian, royalty dan PPN. Proses kalibrasi menunjukkan hasil simulasi menghasilkan nilai yang tidak jauh berbeda dengan data historis.


Hasil simulasi menunjukkan: penerimaan Negara dari royalti dengan menggunakan perhitungan Peraturan Pemerintah No. 45 tahun 2003 tentang PNBP sektor pertambangan meningkat 70,71% dibandingkandan dengan perhitungan berdasarkan Kontrak Karya II PT FI. Produksi logam tembaga murni (99,99%) pun meningkat dari sekitar 300%. Demikian pula dengan produk sampingan proses peleburan seperti asam sulfat dan gypsum meningkat 3-4 kali lipat. Dengan meningkatnya produksi logam tembaga yang merupakan Barang Kena Pajak (BPK) maka penerimaan pajak pertambahan nilai ikut meningkat pula. Dengan simulasi permodelan dengan asumsi 50% produk logam tembaga digunakan didalam negeri, maka diperoleh PPn tembaga sekitar 250 milyar rupiah pertahun. Penerimaan PPn untuk slag tembaga sekitar 500 milyar rupiah pertahun.

Deskripsi Alternatif :

Indonesia has resources of metal mineral that enough abundance especially copper, nickel, tin, and gold. During the time most of metal mineral are referred exported in the form of consentrat, except tin that has been sold in the form of metal. With the Law No.4/ 2009 about mineral mining and coal, replace the law No.11/1967 about mining specifics, there is a policy to improve mineral value that has been mined. Requirement for existing producing CoWs to conduct onshore processing of ore within 5 year of enactment of the new law.


This added value Policy is expected will improve the state acceptance from mining sector. As one of biggest product from mining sector, copper gives big contribution for state acceptance. At this time copper mineral is produced by 2 foreign corporations that are PT Freeport Indonesia and PT Newmont Nusa Tenggara that sell its product in the form of consentrate. A few part consentrate processed in PT gresik and some of that exporting out country especially to Japan, Spanyol, and Korea.


For that, Analyse the policy to see its influence at state acceptance require to be conducted. To increase analyse, system dynamic model of produce the copper have been develop. This model depicts physical structure and process path begin at mining, processing and purification of copper mineral. Model consisted of some sub system that is mining, purification, royalty and PPN. The calibration process is to show result of simulation yield the value which not far diffrend from the historical data.


Result of simulation show: State acceptance from royalty by using calculation Governmental Regulation No. 45/2003 about PNBP of mining sector mount 70,71% every year compared to by calculation of pursuant to Contract of work II PT FI. Produce the copper metal ( 99,99%) even also mount from about 300% every year, also with the by-product from smelting process like acid of sulphate and gypsum mount 3-4 times fold. At the height of production of copper metal representing Goods Incur the Iease (Barang kena pajak) hence acceptance of value added tax follow to mount also. The model simulation with the assumption 50% product of copper metal used in country, hence obtained VAT of copper about 250 billion Rupiah each year. Slag copperÂ’s PPN is around 500 billion Rupiah.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing :


    Dr. Rudianto Ekawan, ST, MT;


    Prof. Dr. Ir. Rudy Sayoga Gautama, Editor: PKL-SMK

File PDF...