Path: TopS2-ThesesBusiness Administration-SBM2009

PERUMUSAN STRATEGI BISNIS JASA JARINGAN PT. TELKOM

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:30:50
Oleh : NIKEN PRATIWI (NIM : 29107056); Pembimbing: Dr. Ir Mohammad Hamsal, MEng, MBA, S2 - Business Administration
Dibuat : 2009, dengan 6 file

Keyword : wholesale, jasa jaringan, diferensiasi

Pasar telekomunikasi di Indonesia telah memasuki era kompetisi yang sudah semakin ketat. Sebagai operator incumbent, PT. Telkom mengambil strategi dengan bermain di bisnis wholesale baik itu traffic maupun non traffic. Wholesale traffic didefinisikan dalam bentuk traffic interkoneksi antar operator sedangkan wholesale non traffic didefinisikan sebagai sewa infrastruktur dengan salah satu yang paling dominan adalah sewa jasa jaringan khususnya sirkit digital terrestrial. Bisnis wholesale mempunyai pengertian dimana pelanggan selaku end-customer, tidak dilayani langsung oleh produsen namun dilayani melalui retailer/distributor.


Sampai dengan tahun 2014 diprediksikan akan adanya penurunan trafik wholesale yang menjadikan market share yang ada semakin lama semakin tergerus oleh pasar non trafik sehingga komposisi pendapatan Telkom 60% untuk non trafik dan 40% untuk trafik, atau jasa jaringan. Kondisi ini menjadikan bisnis jasa jaringan menjadi lahan bisnis potensial yang menjadikannya menarik untuk


dimasuki operator baru, oleh karena itu keberadaan Telkom sebagai pemimpin pasar mulai terganggu sehingga mengakibatkan turunnya pangsa pasar. Oleh karenanya Telkom harus bersiap untuk mengadapi persaingan dengan menentukan strategi bisnis yang sesuai.


Untuk dapat menentukan strategi bisnis wholesale yang tepat maka dilakukan analisis terhadap pasar baik dari internal maupun eksternal. Untuk analisis dari sisi internal digunakan metode analisis dari sisi Value,


Rarity, Imitability, Organization (VRIO). Disini perusahaan dilihat dari dua sudut pandang berbeda yaitu


tangible dan intangible resources. Sedangkan untuk analisis eksternal digunakan metode Porter 5 Forces,


dimana tekanan industri dikategorikan kedalam 5 kelompok besar yaitu: ancaman pemain baru, ancaman produk pengganti, kekuatan supplier, kekuatan pembeli dan persaingan antar kompetitor eksisting. Dari analisis kedua faktor internal dan external didapatkan kesimpulan bahwa untuk dapat mempertahankan market sharenya strategi yang harus diambil oleh Telkom adalah Diferensiasi. Pemilihan strategi ini sangat tepat karena Telkom memiliki begitu banyak alat produksi yang beraneka ragam dengan didukung oleh IT yang canggih dan banyak tenaga ahli dibidangnya. Dari strategi bisnis diferensiasi diterjemahkan menjadi suatu action plan sebagai daya saing unggulan (competitive advantage) yang dapat mendukung strategi diferensiasi tersebut.


Action plan yang dilakukan sebagai jawaban dari strategi bisnis diferensiasi PT. Telkom dijabarkan antara


lain sebagai berikut: penambahan jumlah kantor Representative Office (RO), dibentuknya bagian R&D di


divisi CIS, pengembangan katalog produk, dan pengembangan OLO Care Center (OCC). Implementasi action plan membutuhkan sumber daya manusia, penyesuaian budget perusahaan dan konfigurasi sumber daya teknologi sehingga bisa didapatkan hasil yang maksimal.

Deskripsi Alternatif :

Telecommunication market in Indonesia has entered into tight competition. As an incumbent, PT. Telkom takes a chance to enter the wholesale business both in traffic and non traffic. The traffic wholesale were defined as an interconnection traffic among operators, on the contrary non traffic wholesale were defined as infrastructure leased with the most dominant aspect is network service. Wholesale business has concept that customer in other words the end-user, was not directly serve by the producer but by the retailer/distributors.


Telkom revenue projection until year 2014 indicated declining of wholesale traffic and shifting between


non traffic and traffic (60% and 40%). This condition make the new operators interest to provide network


service (non traffic) as the new business, so it would be threat to Telkom as the market leader that has


decreasing in market share. Telkom need to defining new strategy to face the whole new market share of


wholesale business.


To determine the suitable strategy in the wholesale business writer conduct an analysis through the market using VRIO (Value, Rarity, Imitability, Organization) for the internal analysis and Porter 5 Forces for the external analysis. In the VRIO the analysis was divided into 2 sub categories which are tangible and intangible resources. On the other hand Porter 5 Forces classified the external forces into 5 categories: threat of new entrants, threat of substitute products, bargaining power of buyer, bargaining power of supplier, rivalry among existing competitors. From the above analysis to sustain the market share, Telkom choose the differentiation as their strategy. This strategy was a perfect choice based on Telkom capabilities as in their existing infrastructure, sophisticated II and a lot of skilled engineer.


The differentiation strategy business mentioned earlier then will be translate into the action plan as a


competitive advantage. The action plan as the answer from the differentiation strategy by Telkom was being breakdown into several items as follows: addition of the Representative Office (RO), create R&D sub division in the CIS Division, product catalogue development, and OLO Care Centre Development. To achieve maximum result this action plan implementation need the support from human resources, company budget adjustment and technology resources configuration.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Dr. Ir Mohammad Hamsal, MEng, MBA, Editor: Alice Diniarti

File PDF...