Path: Top > S1-Final Project > Civil Engineering-FTSL > 2011

ANALISIS PENERAPAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG JALAN DI NANGGROE ACEH DARUSSALAM AKIBAT KETERBATASAN DANA PENANGANAN JALAN

ANALYSIS OF THE APPLICATION OF MINIMUM SERVICE STANDARD ROAD SECTOR IN NANGGROE ACEH DARUSSALAM DUE TO LIMITED ROAD MANAGEMENT FUND

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 10:25:48
Oleh : MUHAMMAD RIZKI DANISA (NIM : 15006106); Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Ofyar Z. Tamin, M.Sc, S1 - Department of Civil Engineering
Dibuat : 2011, dengan 7 file

Keyword : Standar Pelayanan Minimal, VCR, IRI, constrained dan unconstrained budget

Dalam konsep pemenuhan kebutuhan penanganan jalan, biaya yang dibutuhkan untuk penanganan jalan lebih besar daripada biaya yang dianggarkan, sehingga diperlukan adanya prioritisasi penanganan jalan. Untuk menentukan prioritas penanganan jalan tersebut perlu standar yang mengatur jenis dan mutu pelayanan dasar yang berhak diperoleh masyarakat secara minimal. Standar tersebut adalah Standar Pelayanan Minimal (SPM). SPM sendiri


sudah disahkan oleh PP No. 25 tahun 2000 dan secara spesifik tertera pada Pasal 3 Ayat 3 bahwa daerah wajib melaksanakan Standar Pelayanan Minimal.


Pemenuhan SPM untuk bidang jalan terdiri dari dua bagian yaitu kualitas jalan dan kuantitas jalan. SPM yang dibahas pada tugas akhir ini adalah Standar Pelayanan Minimal kualitas jalan yang meninjau dari sisi kondisi jalan berdasarkan dua faktor, yaitu lalu‐lintas dan


indikator struktural. Faktor lalu‐lintas ditentukan oleh volume dengan VCR sebagai parameternya, sedangkan faktor indikator struktural ditentukan oleh komposisi kendaraan


dengan IRI sebagai parameternya. IRI sendiri merupakan fungsi dari ESAL (Equivalent Standard Axle Load). Dari kedua parameter tersebut akan dihasilkan kebutuhan


penanganan‐penanganan yang terdiri dari : pemeliharaan rutin; pemeliharaan berkala; peningkatan kualitas jalan; pelebaran jalan dan rekonstruksi pada tiap ruas jalan di daerah kajian yaitu ruas jalan antar kota di Nanggroe Aceh Darussalam.


Analisis terbagi ke dalam dua kondisi yaitu unconstrained budget dan constrained budget. Untuk constrained budget terbagi ke dalam 4 skenario yaitu skenario 75% dari total kebutuhan penanganan jalan, 50%, 25% dan Rp. 2.300.000.000.000. Sedangkan pada kondisi unconstrained budget, kebutuhan penanganan jalan tidak dibatasi oleh dana sehingga semua kebutuhan dapat dipenuhi. Hasil yang didapatkan adalah ternyata total


biaya penanganan jalan pada kondisi unconstrained budget lebih sedikit pada akhir tahun 2030. Oleh karena itu, jangan pernah menunda penanganan jalan karena akan


menyebabkan kondisi jalan semakin rusak dan biaya yang dibutuhkan untuk menangani jalan akan jauh lebih besar.

Deskripsi Alternatif :

In the concept of road management needs, costs required for road management is greater than the budgeted costs, therefore the prioritization of road management is necessary. To determine the priority of the road management, it needs the standard that organizing type


and quality of basic services that publics are entitled to obtain. That standard is Minimum Service Standard (MSS). MSS itself has been approved by PP No. 25 year 2000 and specifically stated in Article 3 Subsection 3 that region must implement the Minimum Service Standard.


Minimum Service Standard for road sector consists of two parts, namely the road quality and road quantity. The MSS that discussed in this thesis is the road quality one based on two factors, the traffic and structural indicators. Traffic factor is determined by traffic


volume with VCR as its parameter, while the structural indicators are determined by vehicle composition with IRI as its parameter. IRI itself is a function of ESAL (Equivalent Standard Axle Load). These two parameters will result in the needs of countermeasures which consist of: routine maintenance; periodic maintenance; road improvement; road expansion and reconstruction in every road section in study area namely inter‐city roads in Nanggroe Aceh Darussalam.


Analysis is divided into two conditions: unconstrained budget and constrained budget. Constrained budget is divided into four scenarios: scenario 75% of total requirement of road management, 50% scenario, 25% scenario and Rp. 2.300.000.000.000 scenario. While on


unconstrained budget conditions, the need of road management is not limited by fund so every requirement can be fulfilled. The result for this thesis are the amount of road management fund in unconstrained budget condition are less than constrained budget conditions in the year of 2030. Therefore, never delay the road management because the road condition will cause more damage and cost required to repair the road will be much


greater.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Ofyar Z. Tamin, M.Sc, Editor: Alice Diniarti

File PDF...