Path: Top > S2-Theses > Civil Engineering-FTSL > 2010

USULAN PETA SEISMIC HAZARD DAN GROUND MOTION DI BATUAN DASAR UNTUK BEBERAPA KOTA BESAR DI WILAYAH SULAWESI BERDASARKAN HASIL ANALISIS SEISMIC HAZARD MENGGUNAKAN MODEL SUMBER GEMPA 3-DIMENSI

PROPOSED SEISMIC HAZARD MAP AND GROUND MOTION ON BEDROCK FOR SEVERAL MAJOR CITIES IN CELEBES BASED ON SEISMIC HAZARD ANALYSIS RESULT USING 3-D SEISMIC SOURCE

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:23:27
Oleh : MUHAMMAD RIZA (NIM : 25007036); Tim Pembimbing : Prof. Ir. Masyhur Irsyam, MSCE, Ph.D; Ir. Erza Rismantojo, MSCE, Ph.D, S2 - Civil Engineering
Dibuat : 2010, dengan 12 file

Keyword : ground motion, PSHA, EZ-FRISK, deagregasi, spectra matching, USGS, dan scale acceleration time histories

Peta seismic hazard diperlukan untuk menunjukkan tingkat hazard gempa suatu wilayah. Peta hazard kegempaan untuk wilayah Indonesia tercantum dalam Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung (SNI 03-1726-2002) yang disusun berdasarkan hasil analisis seismic hazard probabilistik (probabilistic seismic hazard analysis/PSHA) menggunakan model sumber gempa dua dimensi. Adanya kejadian-kejadian gempa yang memiliki magnitudo yang cukup signifikan setelah tahun 2000 serta berkembangnya perangkat lunak (software) yang memiliki kemampuan memperhitungkan sumber gempa 3-dimensi, menuntut perlunya tinjauan terhadap peta percepatan gempa beserta respon spektra gempa rencana yang terdapat di dalam SNI 03-1726-2002. Oleh karena itu untuk memenuhi tuntutan ini telah dibentuk Tim Revisi Peta Gempa Indonesia pada tahun 2010 untuk memberikan tinjauan terhadap peta gempa Indonesia. Selain itu pada umumnya data-data kegempaan di Indonesia khususnya wilayah Sulawesi hanya meliputi lokasi episenter, magnitude, kedalaman, dan

mekanisme sumber gempa. Sedangkan informasi data riwayat waktu percepatan di batuan dasar atau sering juga disebut sebagai ground motion di batuan dasar masih sangat sedikit. Padahal pada kenyataannya ground motion dapat menggambarkan bagaimana suatu kejadian gempa bumi berdampak pada suatu

lokasi tertentu. Hal ini karena Ground motion tercatat dalam bentuk time histories terhadap perpindahan, kecepatan, ataupun percepatan, sehingga karakteristik dari

data ground motion yang berupa amplitudo, frekuensi, dan durasi dapat diketahui. Studi ini berisi pembahasan mengenai metode pembuatan peta seismic hazard berdasarkan hasil analisa seismic hazard menggunakan model sumber gempa 3 dimensi dan pembuatan ground motion sintetik dibatuan dasar yang diusulkan untuk beberapa kota besar di wilayah Sulawesi yang memiliki sejarah kegempaan aktif. Studi diawali dengan identifikasi sumber gempa yang dilakukan dengan mengumpulkan data historis kejadian gempa dan informasi tentang karakteristik sumber gempa. Pembuatan model zona sumber gempa dilakukan berdasarkan hasil indentifikasi sumber gempa dan kajian seismotektonik dan geologi regional. Model zona sumber gempa yang digunakan dibedakan atas mekanisme gempa subduksi, shallow crustal, dan bacground. Pengolahan data dilakukan dengan metode statistik terhadap data historis kejadian gempa untuk menghasilkan data yang independen yang diperlukan dalam penentuan parameter seismic. Pengolahan ini meliputi konversi skala magnitude, analisa depedency, serta analisis kelengkapan/completeness. Dengan model sumber gempa 3 dimensi, PSHA menghasilkan nilai Peak Ground Accelaration (PGA) dibatuan dasar yang lebih akurat. PSHA dalam studi ini dilakukan untuk periode ulang gempa 475 tahun (10% probabilitas dalam 50 tahun) dan 2475 tahun (2% probabilitas dalam 50 tahun). Respon spektra dibatuan dasar diskalakan untuk periode spektra t = 0.2 detik dan t = 1.0 detik untuk mendapatkan target spektra. Hasil analisa

menghasilkan scale spectra dan scale acceleration time histories dibatuan dasar yang diusulkan sebagai ground motion sintetik pada studi ini. Hasil PSHA menggunakan model sumber gempa 3 dimensi menunjukkan hasil yang relatif

lebih tinggi dibandingkan dengan peta hazard kegempaan wilayah Indonesia (SNI 03-1726-2002). Hasil PSHA studi ini jika dibandingkan dengan peta hazard kegempaan wilayah Indonesia yang disusun oleh tim revisi peta gempa Indonesia

2010 memiliki variasi perbedaan pada interval 0.05g sampai dengan 0.10g sementara kecenderung pola kontur percepatan sudah menunjukkan pola kemiripan. Pada studi ini pembuatan peta seismic hazard dilakukan dengan bantuan program USGS 2008, sedangkan program EZ-FRISK TM Version 7.37 dari Risk Engineering Inc. digunakan untuk melakukan kontrol terhadap hasil PSHA dari program USGS dan digunakan untuk melakukan analisa deagregasi dan spectral matching sehingga didapat bentuk ground motion sintetik yang diusulkan untuk beberapa kota besar di wilayah Sulawesi.

Deskripsi Alternatif :

Seismic hazard map is required to present the seismic hazard level for a certain region. The Seismic hazard map for the territory of Indonesia stated in Planning Procedures for Building Earthquake Resistance (SNI 03-1726-2002) is formulated based on probabilistic seismic hazard analysis (probabilistic seismic hazard analysis/PSHA) using two-dimensional seismic source model. The existence of

seismic events that have significant magnitude after 2000 and the development of software that has the ability to take into account the 3-dimensional seismic sources, demanding the need for review of a map of earthquake acceleration and response spectra design contained in the SNI 03 - 1726-2002. Therefore to meet this demand has been established a team of Indonesian earthquake map revision

2010 to provide an overview of the Indonesian earthquake map. Also in general, seismic data in Indonesia, particularly the Sulawesi region covers only the location of epicenter, magnitude, depth, and seismic source mechanism. While the acceleration time history data information on bedrock or called as ground motion on bedrock is still very rare. Whereas in fact ground motion can describe how an earthquake affects a specific location. This is because the ground motion recorded in the form of time histories of displacement, velocity, or acceleration, so the characteristics of ground motion data in the form of amplitude, frequency, and duration can be known. This study contains discussion of methods of seismic hazard maps based on seismic hazard analysis using 3-dimensional model of

seismic sources and create synthetic ground motion on bedrock which is proposed to several major cities in Celebes which have a history of active seismicity. The study begins with the identification of seismic source made by collecting historical data and information about earthquakes source characteristics. Making models of earthquake source zones based on the results of identifying the source of the earthquake and seismotectonic studies and regional geology. Seismic source zone model used differentiated subduction, shallow crustal, and background. Data processed with statistical methods on historical data to produce seismic events that are independent of data necessary in determining the seismic parameters. This

processing includes conversion scale of magnitude, the analysis of dependency, as well as analysis of completeness. With 3-dimensional model of earthquake source, PSHA generate value Peak Ground Acceleration (PGA) on bedrock a more accurate basis. PSHA in this study was conducted for 475 year return periods (10% probability in 50 years) and 2475 years (2% probability in 50 years).

Spectral response on bedrock basis spectra scaled to the period t = 0.2 sec and t = 1.0 seconds to get the target spectra. The results of analysis to produce scale spectra and acceleration time histories on bedrock scale which is proposed as a synthetic ground motion in this study. PSHA results using 3-dimensional seismic source model showed a relatively higher compared to the seismic hazard map of

Indonesia (SNI 03-1726-2002). PSHA results of this study when compared with seismic hazard map of Indonesia is prepared by a team of Indonesian earthquake map revision 2010 has a different variation on the interval 0.05g to 0.10g while the tendency has accelerated contour pattern indicates the pattern of similarity. In this study, seismic hazard mapping program conducted with the assistance of the

USGS 2008, while the EZ-FRISK program TM Version of Risk Engineering Inc. 7.37 used to control the PSHA results of the USGS program and used to perform analysis and spectral matching deagregation order to get the form of synthetic

ground motion is proposed for several major cities in the

region of Celebes.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Tim Pembimbing : Prof. Ir. Masyhur Irsyam, MSCE, Ph.D; Ir. Erza Rismantojo, MSCE, Ph.D, Editor: PKL-SMK

File PDF...