Path: Top > S2-Theses > Water Resources Management-FTSL > 2017

KAJIAN PEMANFAATAN SUMBER DAYA AIR CITARUM TERHADAP LAHAN SAWAH PADA SALURAN SEKUNDER PAMANUKAN

STUDY OF CITARUM’S WATER RESOURCES USED FOR IRRIGABLE AREA ON PAMANUKAN SECONDARY CANAL

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-10-09 10:22:30
Oleh : MUHAMMAD ISNAENI - NIM:95015302 , S2 - Water Resources Management-FTSL
Dibuat : 2017-10-02, dengan 1 file

Keyword : Tarum timur,pelimpah tengah, salam darma, pamanukan.

Saluran Tarum Timur merupakan saluran pembawa air irigasi dari Sungai Citarum, yang di bendung melalui Bendung Curug kemudian di pompa dengan 6 pompa elektrik/dorong yang terdiri dari 2 buah pompa kapasitas 2x10m3/dt dan 4x17,5 m3/dt. Kapasitas pemasangan Pompa pada Bendung Curug adalah 90m3/dt, ketersedian kapasitas pompa yang terpasang ini belum dapat di maksimalkan untuk memenuhi kebutuhan air untuk areal pada hilir Saluran Tarum Timur. Permasalahan yang muncul adalah kebutuhan air di hilir Saluran Induk Bugis/Bangunan Bagi Bugis terutama di Saluran Sekunder Pamanukan bagian hilir yaitu seluas 8.652 Ha atau setara dengan debit rencana 13,84 l/dt pada musim kemarau tidak mendapatkan masukan air irigasi dari. Selain sumber dari Saluran Tarum Timur, Bangunan Bagi Bugis ini juga di suplai oleh Bendung Salam Darma (Sungai Cipunegara), namun pada bulan AprilSeptember debit di Sungai Cipunegara tidak cukup menyuplai kebutuhan air untuk Irigasi. Untuk memaksimalkan pemanfaatan sumber air yang ada di Bendung Curug dan Bendung Salam Darma, perlu di kaji berapa kebutuhan akan air Irigasi dan RKI. Kebutuhan puncak ada di bulan April dan Juli yaitu 85,75 m3/dt, dan kebutuhan minimun ada pada bulan September 53,40 m3/dt. Berdasarkan kebutuhan tersebut, kapasitas Saluran Induk Tarum Timur harus mampu menampung kapasitas aliran maksimal pada waktu tertentu sejumlah Q=80 m3/dt. Dengan mengkaji aspek hidrolis, kondisi saluran/bangunan yang ada dan biaya konstruksi akibat penambahan debit tersebut. Analisis-analisis yang dilakukan dimulai dari analisis debit yang tersedia, kebutuhan air, tinjauan tentang kondisi saluran dan bangunan. Pemodelan hirolika dengan Mike.11 menggunakan peranti lunak hingga analisis penentuan alternatif terpilih. Dari hasil simulasi dan perhitungan, elevasi muka air di beberapa titik pada tanggul kanan saluran, bangunan utama dan bangunan pelengkap jika dialirkan aliran dengan debit lebih dari 52,5m3/dt, akan terlampaui muka air rencana. Pemilihan alternatif penanganan dengan mempertimbangkan B/C, EIRR. Peningkatan produksi tanam hasil kajian ini dari luasan 2.025ha menjadi 8.652ha atau naik 234% dengan MT-1,2 dan 3.



Deskripsi Alternatif :

The East Tarum canal is an irrigation canal from Citarum River, which is catching through by Curug weir then in pumping by six (6) electric pumps consisting of two (2) pumps of 2x10m3/s and 4x17,5m3/s capacity. The installation capacity of Pump on Curug weir is 90m3/s, the availability of installed pump capacity could not be maximized to fulfil the water requirement for downstream area of East Tarum canal. The problem that arises is the downstream water requirement of Bugis main canal/ Bugis offtake structure especially in the lower Pamanukan’s paddy field which is 8.652 Ha or equivalent to the 13,84 lt/s discharge plan during the dry season does not get supplied from irrigation water from upstream. In addition to the source of the East Tarum canal, Bugis offtake structure is also supplied by the Salam Darma weir (Cipunegara River), but in April-September the Cipunegara river is not sufficient to supply water for irrigation. To maximize the utilization of existing water sources in Curug and Salam Darma weir, it is necessary to examine the require for irrigation water and RKI (Household, Urban dan Industry). The peak demand is in April and July of 85,75 m3/s, and the minimum requirement is in September 53,40m3/s. Based on these requirements, the capacity of the East Tarum canal should be able to accommodate the maximum flow capacity at a peak time of Q80m3/s. By examining the hydraulic aspect, the condition of existing canal/related structure (i.e: mid-spillway, offtake structure) and construction costs due to the addition of the discharge. The analysis undertaken start from the analysis of available discharges, nett field require, and reviews of canal and structure conditions. The hydraulic modelling with MIKE.11 uses software to the analysis of selected alternative determinations. As a simulation and calculation results, the water level elevation at some station in the right closer dike, mid spillway, and offtake structure if flowed over than 52,50m3/s, will be spills out the water level and exceed of wet capacity. To select the alternatives, based on consider B/C and EIRR. The increase of crop production of this study results from the area of 2.025ha to 8,652ha or increase 234% with Cropping Season-1,2 and 3.


Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Ir. EDY ANTO SOENTORO G., MASc, Ph.D


    Dr.Eng, ARNO ADI KUNTORO., ST.,MT , Editor: Irwan Sofiyan

File PDF...