Path: TopS2-ThesesTransportation-SAPPK2007

PENGARUH RUANG HENTI KHUSUS SEPEDA MOTOR TERHADAP KONFLIK LALU LINTAS PADA SATU PERSIMPANGAN BERSINYAL DI BANDUNG

THE EFFECT OF ADVANCED STOP LINES FOR MOTORCYCLES ON TRAFFIC CONFLICTS AT ONE SIGNALIZED INTERSECTION IN BANDUNG

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:29:56
Oleh : MUHAMMAD IDRIS (NIM 24204002); Pembimbing: DR.Ir.Idwan Santoso,M.Sc., dan Ir.Willy Tumewu, M.Sc., S2 - Transportation
Dibuat : 2007, dengan 8 file

Keyword : Advanced Stop Lines, motorcycles, traffic conflict, conflict rate, conflict severity, signalized
Kepala Subjek : Transportation

Sepeda motor merupakan bagian terbesar dari lalu lintas di kota Bandung, akan tetapi kelompok ini belum terlayani dengan baik oleh pengaturan lalu lintas yang ada. Akibatnya, sepeda motor sering kali terlibat konflik dengan kendaraan bermotor lainnya baik pada ruas-ruas jalan maupun pada persimpangan. Di dunia barat, sepeda didukung oleh ASLs (advanced Stop Lines) khususnya pada persimpangan untuk memfasilitasi pergerakan dan meningkatkan keselamatan sepeda. Ide ini telah diujicoba di selatan Bandung untuk mendukung pergerakan sepeda motor pada salah satu persimpangan bersinyal jalan Soekarno-Hatta dengan jalan Buah Batu. Studi ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh dari ASLs (dikenal dengan RHK) pada kondisi persimpangan, khususnya tipe dan intensitas konflik yang mencakup tingkat konflik dan tingkat keparahan konflik antara sepeda motor dengan kendaraan bermotor lainnya. Ruang Henti Khusus (RHK) sepeda motor telah dipasang pada salah satu pendekat persimpangan jalan dua arah Soekarno-Hatta. Pada awalnya desain RHK dibuat 7 meter dari garis henti yang ada. Kemudian dicat ulang 14 meter dari garis henti eksisting untuk mengakomodasi jumlah sepeda motor yang tinggi. Polisi lalu lintas dibutuhkan untuk membantu pengaturan lalu lintas. Observasi lapangan dilakukan dengan bantuan video kamera pada waktu puncak pagi dan sore baik sebelum dan sesudah implementasi RHK, dan analisis datanya dilakukan di laboratorium. Secara keseluruhan, sebanyak 103 sampel fase waktu masing-masing pada waktu puncak pagi dan sore baik sebelum dan sesudah implementasi RHK, serta dengan total 21087 sepeda motor telah dianalisis. Membandingkan antara kondisi sebelum dan sesudah implementasi RHK memperlihatkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada proporsi arus lalu lintas. Secara umum, kondisi persimpangan dari hasil observasi yang dilakukan menjadi lebih teratur, hanya beberapa sepeda motor saja yang berhenti di depan garis henti dan hanya sedikit yang mekakukan aksi manuver. Jumlah lalu lintas yang melewati persimpangan meningkat baik pada waktu puncak pagi dan sore masing-masing dengan 11,92% dan 12,31%. Pola konflik juga berubah secara signifikan, demikian juga dengan tingkat konflik juga menurun dari 133,39 konflik/1000 kend.mp menjadi 24,68 konflik/1000 kend.mp untuk waktu puncak pagi, dan dari 111,10 konflik/1000 kend.mp menjadi 24,10 konflik/1000 kend.mp untuk waktu puncak sore. Tingkat keparahan konflik juga menurun dari 1,83 menjadi 1,43 pada waktu puncak pagi dan dari 1,96 menjadi 1,38 pada waktu puncak sore. Secara keseluruhan ujicoba RHK pada lokasi studi dinilai berhasil.

Deskripsi Alternatif :

Motorcycles are a major part of the traffic in Bandung but they are not well served by the existing traffic control. Therefore motorcycles are often in conflict with other motorized vehicles, both on links and at intersections. In the western world bicycles may be supported by Advanced Stop Lines (ASLs) at intersections to facilitate their movements and increase their safety. This idea has been tried in south Bandung to support motorcycle movements at one major signalized intersection between jalan Soekarno-Hatta and jalan Buah Batu. The objectives of this study are to investigate the effect of ASLs on intersection conditions, in particular on the type and intensity of conflict i.e. conflict rate and conflict severity between motorcycles and other motorized vehicles. The ASLs were installed on the dual carriageway of jalan Soekarno-Hatta. Initially the ASLs were seven meters from existing stop line. Subsequently it was repainted at 14 meters from the existing stop line to accommodate the high number of motorcycles. Police control was needed to enforce the novel control. Observations were made with video cameras during the morning and afternoon peak hours, before and after installing the ASLs, and the analyses were carried out in the laboratory. A total of 103 cycles on morning and afternoon peak hour even before and after ASLs installed, with total of 21087 motorcycles were analyzed. In comparison between before and after conditions shows that there is no significant differences in traffic flow proportions. General conditions at the intersection became more orderly, were only a few motorcycles waited in front on the stop line and less weaving action were observed. The throughput of the intersection increased in both the morning and afternoon peak hours by respectively 11,92% and 12,31%. The conflict patterns changed significantly, but the conflict rate decreased from 133,39 conflict/1000 pcus to 24,68 conflict/1000 pcus on the morning peak hour and from 111,10 conflict/1000 pcus to 24,10 conflict/1000 pcus on the afternoon peak hour. The conflict severity also decreased from 1,83 to 1,43 on the morning peak hour and 1,96 to 1,38 on the afternoon peak hour. Overall the introduction of ASLs is regarded as successful.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: DR.Ir.Idwan Santoso,M.Sc., dan Ir.Willy Tumewu,M.Sc., Editor: Novian Kurniawan

File PDF...