Path: TopS1-Final ProjectGeodesy and Geomatics Engineering-FITB2014

PENYAJIAN FITUR BENTUK DAN KEADAAN DASAR LAUT UNTUK PERENCANAAN PEMBANGUNAN JEMBATAN ANTARPULAU (STUDI KASUS: KABUPATEN ANAMBAS)

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-10-09 10:51:12
Oleh : M RICY ISMAIL (NIM : 15110016) ; Pembimbing I : Dr. Ir. Dwi Wisayantono, MT. ; Pembimbing II : Dr. Ir. Eka Djunarsjah, MT. , S1 - Department of Geodetic Engineering
Dibuat : 2014, dengan 6 file

Keyword : bentuk, keadaan, batimetri, pasut, HAT, sedimen.

Wilayah Kabupaten Anambas yang terdiri dari pulau-pulau kecil, memiliki permasalahan pada bidang transportasi antarpulau. Pembangunan jembatan antarpulau diharapkan mampu menjadi solusi alternatif pada permasalahan transportasi laut yang tidak efektif dan efisien. Dalam perencanaan pembangunan jembatan antarpulau, dibutuhkan informasi terkait bentuk dan keadaan dasar laut. Informasi tersebut dapat diperoleh dengan melakukan survei batimetri, pengamatan pasut, dan pengambilan sampel sedimen. Pada studi kasus ini, metode pemeruman yang digunakan adalah metode akustik dengan menggunakan alat Dual Frequency Single Beam Echosounder, sehingga didapat dua data kedalaman pada satu titik, dan pengamatan pasut menggunakan metode palem, serta pengambilan sampel sedimen menggunakan grab sampler. Dalam proses pengolahan data batimetri, dilakukan koreksi draft transduser, koreksi barcheck, dan koreksi pasut agar didapatkan data batimetri yang berkualitas. Selanjutnya, data batimetri ini disajikan dalam bentuk garis kontur. Hasil akhir pada penelitian ini adalah peta bentuk dasar laut, yang mana nilai kedalamanannya mengacu pada bidang referensi vertikal HAT dan informasi tentang sedimen.

Deskripsi Alternatif :

Anambas region consisting of small islands, has a problem in interisland transportation. Interisland bridge construction is expected to be an alternative solution to the problem of sea transport that is not effective and efficient. In planning interisland bridge construction, information about features and characteristics of seabed is required. The information can be obtained by doing bathymetry survey, tidal observations, and sediment sampling. In this case study, the sounding method that is used is acoustic method by using Dual Frequency Single Beam Echosounder. Therefore, it is possible to acquire two depth data at one point at the same time, tidal observations using tide pole, and sediment sampling using grab sampler. When processing bathymetry data, we have to do transducer draft correction, barcheck correction, and tidal correction in order to obtain a high quality bathymetry data. Futhermore, these bathymetry data are presented in contour line form. The final result of this case study is a map of seabed features whose the depth values refers to vertical reference plane HAT and information about sediment.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing I : Dr. Ir. Dwi Wisayantono, MT.






    Pembimbing II : Dr. Ir. Eka Djunarsjah, MT. , Editor: Alice Diniarti

File PDF...