Path: Top > S2-Theses > Water Resources Management-FTSL > 2017

STUDI KOMPARASI MODEL HIDROLOGI HUJAN-LIMPASAN NAM, SACRAMENTO, HBV’96 DAN NRECA UNTUK PENGISIAN NILAI DEBIT BANGKITAN PADA ANALISIS ALOKASI AIR DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) CIUJUNG MENGGUNAKAN PERANGKAT WATER EVALUATION AND PLANNING SYSTEM (WEAP)

COMPARATIVE STUDY ON RAINFALL-RUNOFF HYDROLOGIC MODEL NAM, SACRAMENTO, HBV’96 AND NRECA FOR GENERATING INFLOW DATA INPUT ON WATER ALLOCATION ANALYSIS AT CIUJUNG WATERSHED USING WATER EVALUATION AND PLANNING SYSTEM (WEAP) SOFTWARE

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2018-01-05 15:27:47
Oleh : MOHAMMAD SETYA WARDHANA (NIM : 95015001), S2 - Water Resources Management-FTSL
Dibuat : 2017, dengan 1 file

Keyword : DAS Ciujung, AWLR Pamarayan, Model NAM, Sacramento, HBV’96, NRECA, Program WEAP, Waduk Karian

Model NAM, Sacramento, HBV96 dan NRECA merupakan model hujan-limpasan yang menciptakan fungsi hidrologi berdasarkan penyederhanaan langkah algoritma hasil

pengamatan peristiwa hidrologi aktual. Pemodelan yang dilakukan dalam studi ini dilakukan dengan basis dua mingguan pada DAS Ciujung tahun 1998-2009 untuk

kemudian divalidasi pada tahun 2013-2015. Adapun pemodelan hidrologi tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi kelayakan penerapan model hidrologi

hujan-limpasan mana yang mampu memberikan hasil paling baik dalam mendekati nilai debit observasi di AWLR Pamarayan untuk kemudian dijadikan dasar data ketersediaan air sehingga dapat dilakukan analisis untuk mengetahui gambaran umum alokasi air pada DAS Ciujung.

Berdasarkan hasil analisis komparasi model melalui kriteria penilaian kualitatif (hidrograf aliran, kurva durasi aliran dan scatter plot), kuantitatif (kesesuaian probabilitas 50%, 75%, 80%, 90% dan 95%), dan statistik (Bias, Relatif Bias, R Squared, R2 SQRT, Nash-Sutcliffe dan Relative Volume Error), Model NRECA terindikasi lebih baik memodelkan hujan-limpasan pada DAS Ciujung dibanding NAM yang pola aliran rendahnya tidak terbentuk dan cenderung menurun, Sacramento yang kurang cukup sesuai pada fluktuasi aliran rendah serta HBV’96 yang mengalami jeda (lag) dalam pemodelan. Berdasarkan hal tersebut, maka dasar analisis ketersediaan air DAS Ciujung

menggunakan model NRECA dengan nilai parameter Nominal = 117,961; Ra = 89,807; PSUB / P1 = 0,600 dan GWF / P2 = 0,500 serta nilai awal (initial values) SM Storage =

300 mm; GW Storage = 75 mm dan Faktor Tanaman = 0,400.

Dengan mempertimbangkan kebutuhan air pada DAS Ciujung yang diklasifikasikan untuk pemanfaatan air minum melalui 11 PDAM sebesar 450 liter/detik dan 12 titik industri sebesar 2.090 liter/detik yang besaran keduanya konstan serta Daerah Irigasi Ciujung seluas 21.350 ha yang kebutuhan airnya fluktuatif, diketahui dengan Q80

bahwa neraca air DAS Ciujung adalah defisit selama empat setengah bulan sedangkan berdasarkan rata-rata tahun 1997-2015 adalah defisit selama delapan bulan. Dengan

keberadaan Waduk Karian, besaran defisit dan jumlah kejadiannya dapat dikurangi, yakni pada Q80 menjadi hanya satu setengah bulan dan rata-rata tahun 1997-2015 menjadi

empat bulan.

Deskripsi Alternatif :

The NAM, Sacramento, HBV'96 and NRECA models are rainfall-runoff model that create hydrological function based on simplified algorithm from cognition of hydrologic events. The modeling on these study was conducted on a bi-weekly basis in the Ciujung Watershed on 1998-2009 to be validated in 2013-2015. The hydrological modeling is conducted with the aim to find out the feasibility of the implementation of rainfall-runoff model which is able to give the best result in approaching the observation discharge value in Pamarayans AWLR to then be used as the basis of water availability data to determining the general overview of water allocation in Ciujung Watershed. Based on the results of model comparative analysis through qualitative assessment criteria (flow hydrograph, flow duration curve and scatter plot), quantitative (probability suitability 50%, 75%, 80%, 90% and 95%), and statistics (Bias, Relative

Bias, R Squared, R2 SQRT, Nash-Sutcliffe and Relative Volume Error), NRECA Model indicated as the better for rainfall-runoff modelling in Ciujung Watershed than NAM

whose cant formed the low flow pattern and tend to decrease, Sacramento that the low flow fluctuations less suited and HBV96 that had lag in modelling results. Based on that, NRECA used for the basic analysis of water availability in Ciujung Watershed model with values of parameter Nominal = 117.961; Ra = 89.807; PSUB / P1 = 0.600 and GWF / P2 = 0.500 and initial values SM Storage = 300 mm; GW Storage = 75 mm and Plant Factor = 0.400.

Considering water requirements in Ciujung watershed which are classified for utilization of drinking water through 11 nodes of 450 liters/sec with constant use, 12 industry nodes of 2,090 liters / sec with also constant use and Ciujung Irrigation Area of 21,350 ha whose the water demand were fluctuative, it is known with Q80 that the Ciujung Watershed water balance is deficit for four and a half months while on average of 1997-2015 is deficit for eight months. With the existence of the Karian Reservoir, the amount of deficit and the number of occurences can be reduced, that is in Q80 to only one and a half months and the average of 1997-2015 to four months.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Ir. Dantje Kardana Natakusumah M.Sc., Ph.D., Editor: Alice Diniarti

File PDF...