Path: TopS2-ThesesBusiness Administration-SBM2012

STRATEGI PEMILIHAN PENDANAAN INVESTASI KAPAL GENERAL CARGO DAN PENENTUAN HARGA JUAL SECARA TIME CHARTER (STUDI KASUS: PT. JASA INTERNASIONAL MARITIM, JAKARTA)

BUSINESS STRATEGIC IN GENERAL CARGO VESSEL INVESTMENT, FINANCING AND PRICING DECISION FOR TIME CHARTER BASIS (CASE STUDY: PT. JASA INTERNASIONAL MARITIM, JAKARTA)

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:31:18
Oleh : MOHAMAD ODANG RIZKI (NIM: 29108310), S2 - Business Administration
Dibuat : 2012-01-18, dengan 6 file

Keyword : Industri Pelayaran, Azas Cabottage, Sewa Kapal, Time Charter, Analisa Kelayakan Investasi, Analisa Sensitifitas






Industri pelayaran mempunyai peranan penting terhadap perekonomian suatu negara. Hal tersebut dikarenakan pelayaran merupakan salah satu moda transportasi yang bisa melancarkan jalur distribusi melalui laut. Angkutan laut, sampai saat ini merupakan moda transportasi angkutan yang relatif paling murah. Pangsa pasar pengguna moda transportasi angkutan laut di Indonesia sampai pada saat ini, sebagian besar dikuasai oleh perusahaan asing. Pemerintah sebagai salah satu stakeholder dari industri pelayaran di Indonesia mempunyai kepentingan untuk melindungi industri tersebut. Salah satu regulasi yang mempunyai dampak signifikan adalah penerapan azas cabottage di perairan Indonesia, hal tersebut menyebabkan perubahan pangsa pasar yang ada antara perusahaan nasional dan perusahaan asing.




Studi ini menganalisis kelayakan dari investasi pembelian kapal yang akan dioperasikan di perairan Indonesia. Target pasar yang muncul dikarenakan pangsa pasar tersebut telah ditinggalkan oleh perusahaan yang melayaninya, menjadi sebuah peluang yang akan ditangkap. Ada beberapa opsi pembelian yang bisa dilakukan pada implementasi investasi tersebut. Dari tiga pilihan jenis kapal kargo umum pada investasi tersebut, opsi yang dapat menghasilkan tingkat keuntungan paling besar akan diimplementasikan. Analisa kelayakan merupakan suatu pendekatan untuk memperkirakan kondisi investasi tersebut pada masa yang akan datang. Nilai IRR dan NPV dapat dijadikan acuan untuk mengetahui layak atau tidaknya investasi tersebut. Analisa sensitivitas skenario juga dilakukan untuk memperluas gambaran dari model investasi yang telah diproyeksikan. Variabel yang mempunyai tingkat pengaruh yang besar dijadikan acuan untuk mengembangkan skenario dari model investasi yang ada. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengidentifikasi kemungkinan dan resiko yang bisa muncul pada pengimplementasian investasi tersebut, sehingga investor dapat mempersiapkan diri dalam melakukan investasinya. Dari proyeksi finansial investasi tersebut, nilai ekuivalensi time charter dijadikan sebagai acuan biaya produksi jasa pelayaran time charter sebelum biaya tetap dan biaya variabel. Hal tersebut akan menjadi pertimbangan dalam menentukan harga jual produk time charter tersebut.




Nilai pendanaan yang dibutuhkan untuk melakukan investasi pembelian kapal tersebut adalah sebesar Rp. 38,706,000,000.00, untuk melakukan pembelian 2 unit kapal, yaitu Thor Hawk dan Thor Swan dengan total kapasitas kapal sebesar 5528 DWT. Struktur pendanaan tersebut terdiri atas 70% pinjaman dan 30% ekuitas, maka dana pinjaman yang dibutuhkan adalah sebesar Rp. 27,094,200,000.00. Investasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan tingkat IRR sebesar 40.38%. Harga jual minimum produk time charter adalah sebesar USD 2.916.25 per hari, dengan anggapan pesimis harga akan terjual pada USD 2,925 per hari, maka nilai IRR menjadi sebesar 37.77%.

Deskripsi Alternatif :

Shipping industry has an important role on the economy of a Country, that is because ocean freight is a kind of transport that can be accelerating the distribution channels trough the sea. Ocean freight, until now is relatively the cheapest mode of freight transport. Until present, the market share of ocean freight transportation in Indonesia, largely controlled by foreign companies. Government as one of the stake holders of the shipping industry in Indonesia has an interest to protect the industry. One of the regulations that have a significant impact is the application of the principle cabottage around Indonesia maritime waters, it causes changes in the existing market share between national companies and foreign companies.




This study analyzes the feasibility of purchasing an investment that will operate the vessel in Indonesian waters. Target emerging markets due to market share has been abandoned by the companies that serve them, thus it would be an opportunity to be captured. Such investments are faced with a purchase option that will be done. Of the three types of general cargo ships that exist, an option that can produce the most benefit will be choose for implementing the investment Feasibility analysis is an approach to forecast the condition of an investment in the future. Internal rate of return and net present value through discounted cash flow can be used as a reference to determine whether it’s worth for the investment. Sensitivity analysis was also conducted to expand the description of the investment model that has been projected. Variables that have a significance influence to the model used as a reference for developing scenarios of the existing investment model. It is intended to identify the possibilities and risks that could arise in the implementation of the investment, so investors could prepare themselves to make their investment. From the investment financial projections, the value of time charter equivalent used as a reference for production costs of shipping time charter before fixed costs and variable costs. It will be a consideration in determining the selling price of the time charter product.




Value of funding needed to make an investment purchase of the vessel amounted to Rp. 38,706,000,000.00, to make the purchase of two ships, namely Thor Hawk and Thor Swan with a total capacity of 5528 DWT vessels. Funding structure is composed of 70% and 30% equity loan, the loan funds needed is Rp. 27,094,200,000.00. Investment is expected to generate IRR of 40.38%. The minimum prices of products for time charter basis is USD 2.916.25 / day, with the pessimistic assumption that the product will be sold at USD 2.925 / day, then the IRR is equal to 37.77%.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Sudarso Kaderi Wiryono A; Ir. Uke MMP Siahaan, MBA., Editor: Alice Diniarti

File PDF...