Path: TopS2-ThesesUrban and Regional Planning-SAPPK2008

THE ROLE OF LOCAL GOVERNMENT IN THE GROWTH OF SMALL MEDIUM ENTERPRISES (SMEs): Case Study: Jombang and Kediri Regencies

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-10-09 10:25:29
Oleh : MOH. AFIF (NIM 25406054), S2 - Regional and City Planning
Dibuat : 2008, dengan 6 file

Keyword : SME, usaha pemerintah, lingkungan bisnis, karakter masyarakat.

Small and Medium Enterprises (SMEs), Government efforts, Business environment, citizen characteristics.

Sehubungan dengan pentingnya SME dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara atau daerah, dan juga usaha-usaha yang telah diimplementasikan oleh pemerintah dalam mendukung pertumbuhan SME, maka thesis ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi suksesnya pengembangan SME dan melihat peranan Pemerintah Daerah dalam mendukung SME di suatu daerah. Dalam thesis ini, Kabupaten Jombang dan Kediri diambil sebagai studi kasus dalam mencari faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan SME. Kabupaten tersebut dipilih karena pada keduanya terdapat perbedaan jumlah SME yang signifikan, sedangkan pada aspke-aspek yang lain terdapat banyak kemiripan.

Dalam menyederhanakan proses analisis, thesis ini menklasifikasikan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan SME menjadi tiga faktor utama: karakteristik masyarakat (kualitas SDM, jumlah usia produktif, jumlah pencari kerja, ketersediaan tenaga kerja, produktifitas tenaga kerja, dan ongkos tenaga kerja); lingkungan bisnis (ketersediaan infrastruktur, kualitas infrastruktur, kondisi ekonomi, kondisi sosial politik, dan sumber daya alam); dan usaha pemerintah (peraturan-peraturan, pelatihan, promosi, pengembangan sentra industri, pembiayaan, dan investasi).

Nilai-nilai karakteristik dari ketiga faktor tersebut pada Kabupaten Jombang dan Kediri akan diukur dan dibandingkan untuk mengidentifikasi kemiripan dan perbedaan diantara keduanya. Faktor-faktor yang berbeda diantara keduanya diasumsikan sebagai faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan kondisi SME di kedua kabupaten tersebut.

Dari hasil analisis, telah diidentifikasi tiga perbedaan karakteristik antara Kabupaten Jombang dan Kediri yang dianggap mempengaruhi kondisi SME di daerah tersebut, yaitu: kondisi ekonomi secara umum, kondisi sosial politik, dan lebih sedikitnya usaha Pemkab Jombang dalam mengembangkan pangsa pasar dan menarik investor dibanding dengan usaha Pemkab Kediri. Thesis ini menyatakan bahwa ketiga faktor tersebut telah mempengaruhi sukses tidaknya pengembangan SME di daerah itu.

Thesis ini juga berusaha untuk mengetahui faktor yang paling berpengaruh diantara ketiga faktor yang berbeda tersebut. Thesis ini menyatakan bahwa usaha pemerintah adalah faktor yang paling berpengaruh. Faktor ini dianggap paling berpengaruh karena Pemerintah mempunyai kekuasaan untuk menciptakan peraturan-peraturan dari semua aktifitas di daerahnya. Dengan kekuasaan ini, pemerintah dapat menciptakan kebijakan yang baik untuk menunjang aktifitas ekonomi, dan juga dapat mendorong dua faktor yang lain (masyarakat dan lingkungan bisnis) untuk mendukung pertumbuhan SMEs. Alasan yang lain adalah karena usaha pemerintah adalah faktor yang dapat dengan mudah diperbaiki dibandingkan kondisi sosial politik dan kondisi ekonomi. Sebagai tambahan, beberapa peneliti sebelumnya juga menyatakan bahwa usaha pemerintah adalah faktor yang penting.

Pada kasus Kabupaten Jombang dan Kediri, thesis ini menemukan bahwa Kabupaten Jombang melakukan usaha yang lebih kecil dalam pengembangan pangsa pasar, dan kekurangan tiga program dalam menarik lebih banyak investor pada bidang pariwisata. Pengembangan pariwisata akan meningkatkan pangsa pasar bagi produk SME, maka, dapat diasumsikan bahwa tujuan utama dari semua usaha diatas adalah menciptakan pangsa pasar baru. Akhirnya, thesis ini menyatakan bahwa faktor yang paling penting dalam pertumbuhan SME di Kabupaten Jombang dan Kediri adalah usaha Pemerintah Daerah dalam menciptakan pangsa pasar baru bagi SME.

Deskripsi Alternatif :

Regarding the importance of SMEs on economic development of a country or regency, and many efforts implemented by the government in order to stimulate the growth of SMEs, this paper intends to identify the factors that affect the success of SME development and address the role of local government in supporting SMEs in a regency. In this paper, Jombang and Kediri Regencies were selected as an empirical study in order to find the factors that influence SME development. These regencies were selected because there is a significant difference in SME development, but in other aspects, there are many similarities between them.

In order to simplify the analysis, this paper classifies the influencing factors into three main factors: citizens characteristics (quality of human resources, number of productive age population, number of job seekers, availability of workers, productivity of workers, and cost of workers); business environment (availability of infrastructures, quality of infrastructures, general economic condition, socio-political condition, and natural resources); and government efforts (regulations, education outreach to the owners of SMEs, promotion, cluster development, funding, and investment).

The characteristics' value of these three factors from Jombang and Kediri Regencies are measured and compared in order to identify the similarities and differences among them. The different factors among them are assumed to be the significant factors influencing the SME condition in both regencies.

The three significant different characteristics this paper found between Jombang and Kediri Regencies that possibly influence SME conditions in these regencies are: the general economic condition; socio-political condition; and the fewer efforts made by Jombang Regency in expanding market opportunities and attracting investors in tourism fields. This paper claims that these three different factors influence the success of SME development in these regencies.

This paper also tries to address the most significant factor among them. It argues that government effort is the most significant factor among the three aspects. It was chosen as the most significant factor because the government has authority to create the rules of all activities in the regency. By using this authority, the government can create good policies to improve the economic activities in the regency, and it can also encourage the other two factors (citizens and business environment) to support SME growth in the regency. Another reason is that government efforts are a factor that can be more easily improved than the socio-political condition and general economic situation. In addition, many previous researchers also claim that government effort is an important factor.

In the case of Jombang and Kediri Regencies, this paper found that Jombang Regency makes fewer efforts in expanding market opportunities, and lacks three programs found in Kediri Regency to attract more investors in tourism fields. The development of tourism fields improves market opportunities for SME products, so it can be assumed that the main objectives of all these efforts are creating new market opportunities. Finally, this paper has found that the most important factor in affecting the growth of SMEs in the case of Jombang and Kediri Regencies is the efforts of the local government in creating new market opportunities for SMEs.


Copyrights : Copyright Â(c) 2001 by ITB Central Library. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Prof. Jun Matsunami dan Dr. Tubagus Furqon Sofhani, Editor: Vika A. Kovariansi

File PDF...