Path: Top > S2-Theses > Structural Engineering > 2006

IDENTIFIKASI DAN ANALISIS DAMPAK RISIKO-RISIKO DOMINAN TERHADAP KELAYAKAN FINANSIAL KONSESI INFRASTRUKTUR AIR MINUM

IDENTIFYING DOMINANT RISK AND ANALYSING ITS IMPACT TO FINANCIAL VIABILITY IN WATER SUPPLY CONCESSION SCHEME

Master Theses from JBPTITBPP / 2016-09-28 14:49:20
Oleh : MOCH. HUSNULLAH PANGERAN (NIM : 25003004); Pembimbing : DR. Ir. Krishna S. Pribadi; DR. Ir. Purnomo Soekirno, S2 - Civil Engineering
Dibuat : 2006, dengan 8 file

Keyword : risiko dominan, konsesi infrastruktur air minum, pendekatan stokastik, simulasi monte carlo, aliran kas, kelayakan finansial, PBP, NPV, IRR

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang paling berpengaruh dalam konsesi infrastruktur air minum dan mengembangkan model analisis risiko untuk menggambarkan dampak dari terjadinya risiko-risiko tersebut terhadap kelayakan finansial investasi berdasarkan kriteria PBP, NPV dan IRR. Identifikasi faktor-faktor risiko dominan dilakukan melalui survey responden meliputi unsur pemerintah, swasta dan badan-badan independen, yang penentuannya didasarkan pada ranking nilai total masing-masing faktor menggunakan metode kecenderungan maksimum. Model analisis risiko dikembangkan dengan pendekatan stokastik berdasarkan teknik simulasi montecarlo, yang diterapkan pada model aliran kas di bawah kondisi ketidakpastian, dengan tiga skenario konsesi yaitu konsesi penuh, konsesi intake-instalasi pengolahan air, dan konsesi transmisi-distribusi.
Hasil survey menunjukkan terdapat lima faktor risiko yang dipersepsikan oleh responden sebagai faktor risiko yang paling berpengaruh dan yang paling mungkin ditanggung oleh pihak swasta, yaitu perubahan tarif, kehilangan air, nilai tukar rupiah, tingkat permintaan (konsumsi) air dan pembengkakan biaya operasional. Dari hasil simulasi dan analisis sensitivitas, diketahui bahwa perubahan tarif merupakan faktor risiko yang memiliki pengaruh paling signifikan dalam menentukan kelayakan finansial investasi, disusul kehilangan air, tingkat permintaan (konsumsi) air, nilai tukar rupiah dan pembengkakan biaya operasional. Secara umum kedua metode (survey dan simulasi) menyajikan hasil yang cenderung sama berdasarkan ranking kelima faktor risiko, terkecuali untuk nilai tukar rupiah dan tingkat permintaan (konsumsi) air yang terlihat sedikit berbeda. Selain itu, penerapan pendekatan stokastik dalam analisis risiko juga memberikan lebih banyak informasi mengenai kemungkinan-kemungkinan hasil yang akan diperoleh, dalam hal ini pengambil keputusan dapat mempertimbangkan usulan investasi dari beberapa sudut pandang yang berbeda. Tidak seperti hasil analisis determistik, dikembangkan dalam penelitian ini berdasarkan metode capital asset pricing model (CAPM) untuk menentukan discount rate yang menunjukkan bahwa konsesi transmisi-distribusi adalah usulan konsesi yang tidak layak, oleh pendekatan stokastik terdapat kemungkinan bahwa konsesi tersebut layak, dalam hal ini NPV bernilai positif.

Deskripsi Alternatif :

This research identifies the most influencing risk factors in water supply concession scheme and develops a risk analysis model to describe its impact to investment financial viability, based on PBP, NPV and IRR criteria. A survey was conducted to government, private sector and independent boards respondent to identify dominant risk factors. The dominant risk factors are determined based on rank of total score of each factor using maximum likelihood method. The risk analysis model used a stochastic approach based on montecarlo simulation technique, applied to cashflow model assumed under uncertain condition, with three concession scenarios, i.e. full concession, intake-water treatment plant concession, and transmission-distribution concession.
The survey result shows that there are five risk factors percepted by respondent as the dominant or most influencing, and possibly taken by the private sector, namely tariff changes, non revenue water (NRW), exchange rate, water demand, and operation cost-overrun. The simulation and sensitivity analysis result indicate that tariff changes as a risk factor has the most significant influence to investment financial viability, followed by NRW, water demand, exchange rate, and operation cost-overrun. Both methods (survey and simulation analysis) provided a coherent result in the ranking of all five risk factors, except for exchange rate and water demand which differ slightly in ranks. In addition, the use of stochastic model in risk analysis offers more information about the possible outcome of investment, which provide the decision maker with different views for considering the investment proposal. Unlike the deterministic analysis, developed in this research using a capital asset pricing model (CAPM) for discount rate selection, which shows that the transmission-distribution concession is not feasible, the stochastic model shows that there is a possibility for the investor that the transmission-distribution concession become feasible, as shown by the positive value of the NPV.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id