Path: TopS1-Final ProjectGeology Engineering2014

GEOLOGI DAN STUDI DIAGENESIS BATUGAMPING FORMASI WAINUKENDI DAERAH KORIDO DAN SEKITARNYA, DISTRIK SUPIORI SELATAN, KABUPATEN SUPIORI, PROVINSI PAPUA

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2015-01-28 09:03:19
Oleh : MOCHAMAD FAJAR SODIQ (NIM : 12009066) ; (Pembimbing : Ir. Benyamin Sapiie Ph. D. ; Dr. Eng. Mirzam Abdurrachman), S1 - Department of Geology
Dibuat : 2014, dengan 8 file

Keyword : diagenesis, batugamping, Formasi Wainukendi, metamorf, Supiori Selatan, Papua.

Daerah penelitian secara administratif termasuk dalam wilayah Distrik Supiori Selatan, Kabupaten Supiori, Provinsi Papua dan secara geografi terletak pada koordinat 9913000-9904000 mU dan 562000-571000 mT. Pemetaan geologi berskala 1:12.500 dan studi diagenesis ini dilakukan untuk mempelajari dan mengetahui tatanan geologi dan sejarah diagenesis batugamping pada Formasi Wainukendi.





Analisis bentang alam yang dilakukan dalam cakupan daerah yang lebih luas dari daerah penelitian memperlihatkan bentukan perbukitan karst, punggungan, dan dataran pantai. Terdapat penciri karst pada daerah penelitian seperti gua atau aliran sungai bawah tanah, serta terdapatnya endapan sinter travertin dengan pola kontur memperlihatkan adanya pepino hills. Punggungan yang terbentuk dikarenakan litologi yang resisten berupa batuan metamorf dan banyak terdapat air terjun. Dataran pantai yang terlihat dari pola kontur yang renggang memperlihatkan daerah yang landai yang berada disepanjang pantai.





Bentukan bentang alam mencirikan litologi yang ada di bawahnya, pada kala Eosen Tengah terdapat tinggian batuan dasar berupa Satuan Sekis. Kemudian terendapkan Satuan Packstone-Wackestone diatas Satuan Sekis secara tidak selaras pada kala Miosen Tengah. Setelah itu tektonik mulai aktif pada daerah penelitian pada kala Miosen akhir yang dikontrol oleh Zona Sesar Mengiri Yapen yang mengakibatkan terbentukya Antiklin Supiori, Sesar Mendatar Kormeken, Sesar Mendatarr Korido, dan Sesar Mendatar Wakmambedar. Ketiga sesar geser tersebut terbentuk pada satu periode yang bersamaan. Pada kala Pleistosen diendapkan Satuan Wackestone secara tidak selaras diatas Satuan Packstone-Wackestone.





Sejarah diagenesis batugamping Formasi Wainukendi hasil dari analisis petrografi diketahui bahwa tahap diagenesis dimulai dari marine phreatic, burial zone, mixing zone, meteoric phreatic, dan vadose phreatic.

Deskripsi Alternatif :

The research area administratively is part of South Supiori Sub-District, Supiori District, Papua Province and also located on UTM 9913000-9904000 mN and 562000-571000 mE. The geological mapping with 1 : 12.500 scaling and diagenetic study of carbonates were conducted to learning and knowing geological setting and diagenetic history of Wainukendi Formation Limestone.





Geomorphological analysis which had done in wider area scope than the research area itself showing karst hills morphology, hills, and coastal plain. Karst morphology is characterized by cave or underground river, also the presence of travertine deposit with contour patterns which showed some pepino hills. Hills are made up by resistant lithology like metamorphic rocks and there are a lot of waterfalls in the research area. Coastal plain can be seen from distant contour pattern that shows plain area along the coastline.





Geomorphological features characterize lithology beneath the surface, in Middle Eocene, there is basement high formed by Schist Unit. Then Packestone-Wackestone Unit was deposited unconformably in Middle Miocene. Tectonic activity began to affects the research area in Late Miocene, controlled by Yapen Left Strike-Slip Fault Zone that resulting Supiori Anticline, Kormeken Strike-Slip Fault, Korido Strike-Slip Fault, and Wakmambedar Strike-Slip Fault. All of the strike-slip faults were formed in same period. In Pleistocene, Wackestone Unit was deposited unconformably above The Packstone-Wackstone Unit.





Diagenetic history of Wainukendi Formation Limestone which resulted from petrography analysis, is known that the diagenetic phase started from marine phreatic, burial zone, mixing zone, meteoric phreatic, and vadose phreatic.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Ir. Benyamin Sapiie Ph. D. ; Dr. Eng. Mirzam Abdurrachman, Editor: Alice Diniarti

Download...