Path: TopMembercecep@unix.lib.itb.ac.id

ANALISIS KANDUNGAN FENOL TOTAL DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA KULTUR KALUS UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas L.)

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2018-01-11 13:56:32
Oleh : Michelle Diana (NIM : 11213008), S1 - Bioengineering-SITH
Dibuat : 2018-01-11, dengan 1 file

Keyword : Ipomoea batatas, kultur kalus, fenol total, aktivitas antioksidan ii

Jaringan pada tanaman Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) diketahui dapat memproduksi senyawa fenol yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian mengenai kandungan fenol dan antioksidan pada Ubi Jalar Ungu seringkali dilakukan dengan menggunakan kultur kalus in vitro. Selama ini penelitian yang telah dilakukan masih terbatas pada penggunaan umbi sebagai sumber eksplan, sementara bagian tanaman lain seperti daun dan petiolus masih belum banyak dimanfaatkan. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan dengan dengan tujuan: 1) melakukan optimasi pertumbuhan kalus Ubi Jalar Ungu yang diinduksi dari potongan daun (KD) dan petiolus (KP) pada medium kultur Murashige dan Skoog (MS) yang diberi penambahan BAP dan 2,4-D dalam kombinasi tertentu; 2) menganalisis kandungan fenol total dari kultur kalus Ubi Jalar Ungu; dan 3) menganalisis aktivitas antioksidan total dari kultur kalus Ubi Jalar Ungu. Penelitian dilakukan melalui 3 tahap, yaitu tahap induksi kalus pada variasi medium, tahap subkultur kalus pada medium hasil optimasi, serta tahap analisis. Tahap induksi kalus berfungsi sebagai tahap optimasi medium untuk menentukan medium terbaik bagi pertumbuhan kalus Ubi Jalar Ungu selama 4 minggu. Medium yang digunakan pada tahap ini terdiri dari 15 kombinasi medium MS yang diberi penambahan BAP pada konsentrasi 0, 10, dan 15 μM serta 2,4-D pada konsentrasi 0; 0,5; 1; 2,5; dan 5 μM. Parameter yang digunakan pada tahap ini ialah pertambahan biomassa kalus, struktur kalus, dan warna kalus. Tahap subkultur kalus juga dilakukan selama 4 minggu dengan parameter pengamatan yang sama seperti pada tahap sebelumnya. Kandungan fenol total pada kalus dianalisis dengan menggunakan metode Folin-Ciocalteu dan dinyatakan dalam nilai mg GAE/g berat kering kalus, sedangkan aktivitas antioksidan jaringan kalus ditentukan terhadap senyawa radikal bebas 1,1-diphenyl-2-picryl hydrazyl (DPPH) yang dinyatakan dalam nilai 1/IC50. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa potongan daun dan petiolus Ubi Jalar Ungu dapat menginduksi terbentuknya kalus dengan pertambahan biomassa KD terbesar terdapat pada kalus yang dipelihara pada medium dengan 10 μM BAP dan 5 μM 2,4-D dengan pertambahan biomassa sebesar 304,44 mg. Sementara, untuk KP biomassa terbesar dihasilkan pada medium dengan kombinasi 10 μM BAP tanpa 2,4-D dengan pertambahan biomassa sebesar 331,11 mg. Kemudian diperoleh juga hasil bahwa KD dan KP mengandung senyawa fenol terbesar pada medium MS tanpa pemberian BAP dan 2,4-D senilai 2.62 ± 0.10 dan 1.62 ± 0.09 mg GAE / g berat kering berturut-turut, serta memiliki senyawa yang dapat berperan sebagai antioksidan dengan nilai 1/IC50 terbesar pada kalus yang ditumbuhkan pada medium 10 μM BAP tanpa 2,4-D sebesar 1,78 ± 0,31 L/g dan 1,72 ± 0,26 L/g berturut-turut.

Deskripsi Alternatif :

Plant tissue in Purple Sweet Potato (Ipomoea batatas L.) is known to produce phenolic compounds that have potential to be used as antioxidants. Researches on Purple Sweet Potato in vitro callus culture have been done to further analyze the phenolic content and antioxidants properties in Purple Sweet Potato. So far, those researches were still limited to the usage of tubers as the source of explant, while the other plant parts such as leaves and petioles are still not widely utilized. Therefore, this study was conducted with the aim: 1) to optimize the growth of Purple Sweet Potato callus induced from leaves (KD) and petioles (KP) on Murashige and Skoog (MS) culture medium by combination of BAP and 2,4-D; 2) to analyze the total phenolic content of Purple Sweet Potato callus cultures; and 3) to analyze the total antioxidant activity of the Purple Sweet Potato callus culture. The research was conducted through 3 stages, which are the callus induction phase on the variation of the medium, the subculture of callus on the optimization medium phase, and the analysis phase. Callus induction stage serves as a medium optimization stage to determine the best medium for the growth of Purple Sweet Potato callus for 4 weeks. The medium used in this step consisted of 15 combinations medium that were added with BAP at concentrations of 0, 10, and 15 μM and 2,4-D at concentration of 0;0.5; 1; 2.5; and 5 μM. The parameters that are used at this stage are the increasing amount of callus biomass, callus structure, and callus color. The callus subculture stage is performed for 4 weeks with the same observation parameters using three best medium combinations from previous stage. The total phenolic content of the callus was analyzed using the Folin-Ciocalteu method and expressed in the mg GAE/g dry weight, whereas the antioxidant activity of callus tissue was determined against the free radical compound of 1,1-diphenyl-2-picryl hydrazyl (DPPH) expressed in 1/IC50 value. Based on the research, it can be concluded that the leaf and petiole of Purple Sweet Potato can induce callus formation with the largest increase of KD biomass produced in callus maintained on medium with 10 μM BAP and 5 μM 2,4-D with increased biomass of 304,44 mg. Meanwhile, the largest biomass increased on KP was produced on medium with a combination of 10 μM BAP without 2,4-D with biomass increase of 331,11 mg. The result showed that KD and KP contained the largest total phenolic compound in MS medium without added plant growth hormone at 2.62 ± 0.10 dan 1.62 ± 0.09 mg GAE/g dry weight respectively, and had compounds that could act as antioxidants with the largest 1/IC50 value on callus grown on 10 μM BAP medium without 2,4-D at 1.78 ± 0.31 L/g dan 1.72 ± 0.26 L/g respectively.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS1 - Bioengineering-SITH
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Prof. Sri Nanan B. Widiyanto, Editor: cecep hikmat

File PDF...