Path: Top > S1-Final Project > Urban and Regional Planning-SAPPK > 2017

KAJIAN PENGARUH DESENTRALISASI FISKAL TERHADAP PENINGKATAN EKONOMI WILAYAH DI INDONESIA

STUDY OF EFFECT OF FISCAL DECENTRALIZATION TO REGIONAL ECONOMIC IMPROVEMENT IN INDONESIA

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-10-09 10:30:31
Oleh : M. FAIZAL BANAPON, S1 - Regional and City Planning-SAPPK (mfbanapon@yahoo.co.id)
Dibuat : 2017-10-02, dengan 1 file

Keyword : Desentralisasi fiskal, ekonomi wilayah, pengembangan wilayah
Subjek : Ekonomi
Nomor Panggil (DDC) : 330

Adanya pergeseran paradigma dalam membangun daerah dari sentralisasi ke desentralisasi karena adanya pemikiran bahwa kekuasaan pemerintah pusat yang terlalu besar terhadap urusan yang seharusnya diurus oleh daerah karena lebih memahami karakteristik wilayah dan masalah di daerah. Selain itu, dirasakan membatasi inovasi dan kreatifitas pemerintah di daerah untuk mengembangkan wilayahnya dari segi politik dan ekonomi. Oleh karena itu hal tersebut menjadi sebagian dari alasan pendorong mulai diterapkannya otonomi daerah yang lebih baik sebagai pendekatan dalam membangun daerah dan juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat di daerah.



Berdasarkan kebijakan pemerintah yang merubah pendekatan pembangunan dari sentralisasi ke desentralisasi, maka menimbulkan dugaan bahwa adanya pengaruh terhadap peningkatan ekonomi wilayah. Pada kenyataannya sejauh ini pengaruh dari desentralisasi fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah masih mengalami perdebatan panjang karena di sisi lain banyak teori-teori desentralisasi fiskal yang mendukung bahwa desentralisasi fiskal berdampak pada pertumbuhan ekonomi wilayah. Akan tetapi, di sisi lain banyak temuan-temuan studi yang bertolak belakang dengan kebijaksanaan yang seperti biasanya (conventional wisdom) bahwa desentralisasi fiskal biasanya menghasilkan kontribusi yang positif pada pertumbuhan ekonomi.



Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui adakah hubungan pengaruh peningkatan kapasitas fiskal daerah terhadap peningkatan perekonomian daerah dilihat melalui indikator-indikator dalam PDRB menurut penggunaan seperti pengeluaran konsumsi rumah tangga, pengeluran konsumsi pemerintah, pembentukan modal tetap bruto, ekspor barang dan jasa, serta impor barang dan jasa. Selain menguji komponen fiskal sebagai variabel indpenden, kajian ini juga menggunakan variabel kontrol yang diduga akan mempengaruhi peningkatan ekonmi wilayah. Fungsi dari variabel kontrol tersebut untuk melihat kekonsistenan dari komponen fiskal dalam memberikan pengaruhnya terhadap peningkatan ekonomi wilayah. variabel kontrol yang dimaksud adalah jumlah penduduk, tingkat pendidikan, indeks pembangunan manusia, dan pembentukan modal tetap bruto. Penelitian ini melingkupi 33 wilayah provinsi di Indonesia dengan rentang waktu 12 tahun (2004-2015). Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan data panel sebagai bahan dasar dalam melakukan kajian dan menggunakan metode analisis regresi ekonometrik data panel dalam menguji model-model yang disusun secara metematis.



Hasil analisis menunjukkan bahwa pada dasarnya instrumen desentralisasi fiskal yang merupakan bagian dari kebijakan otonomi daerah mampu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan ekonomi wilayah, yang ditunjukkan dengan peningkatan indikator ekonomi wilayah oleh komponen fiskal. Namun di sisi lain perlu digaris bawahi juga bahwa signifikansi positif dari setiap komponen fiskal hanya terbatas pada indikator-indikator ekonomi tertentu, belum secara konsisten mampu mempengaruhi peningkatan pada semua indikator ekonomi wilayah tersebut. Terutama komponen DAU yang walaupun memberikan pengaruh yang signifikan terhadap ekonomi wilayah, akan tetapi koefisiennya bernilai negatif. Hal itu berarti, ketika terjadinya peningkatan terhadap komponen DAU akan menurunkan komponen ekonomi wilayah tersebut. Hal tersebut bertentangan dengan logika efisiensi, karena seharusnya dengan keberadaan komponen desentralisasi fiskal sebagai input, seharusnya memberikan peningkatan terhadap ekonomi wilayah yang dilihat melalui indikator-indikator ekonomi wilayah yang diuji.

Deskripsi Alternatif :




The existence of paradigm shift in building the region from centralization to decentralization because of the thought that the central government's power is too big on the affairs that should be managed by the local government. The affairs that the local government better understand it. In addition, it is felt to limit the innovation and creativity of the local government to develop its territory in terms of politics and economy. Therefore, it become part of the driving force for the implementation of regional autonomy. Regional autonomy as an approach in develop the region and also expected to improve the economy and provide welfare for people in the region.



Based on government policies that change the development approach from centralization to decentralization, it raises the assumption that there is an influence on the improvement of regional economy. In fact so far the influence of fiscal decentralization on regional economic growth is still a long debate. Thera are many fiscal decentralization theories, that support fiscal decentralization gives impact on regional economic growth. On the other hand, however, many study findings are contrary to the usual policy that fiscal decentralization usually generates a positive contribution to economic growth.



The purpose of this research is to know the correlation influence of the increase fiscal capacity of region to the improvement of regional economy seen through indicator in PDRB such as household consumption expenditure, expenditure of government consumption, gross fixed capital formation (PMTB), exports and imports. In addition to testing the fiscal component as an independent variable, this study also uses control variables that are expected to affect regional economic improvement. The function of these control variables is to see the consistency of the fiscal component in giving effect to the improvement of the regional economy. The control variables are population, education level, human development index (IPM), and gross fixed capital formation. This research covers 33 provinces in Indonesia with a span of 12 years (2004-2015). Therefore, this study uses panel data as the basic material in conducting the study and using the method of regression analysis of econometric data panel in testing the methematically arranged models.



The results of the analysis show that basically the fiscal decentralization instrument which is part of the policy of regional autonomy can give a significant influence to the improvement of regional economy. This is indicated by an increase in regional economic indicators. On the other hand, it should be emphasized that the positive significance of each fiscal component is limited to certain economic indicators, has not consistently been able to influence the improvement of all economic indicators of the region. Particularly the DAU component, although it has a significant influence on the regional economy, but the coefficient is negative. That means, when an increase in the DAU component will reduce the regional economic component of the region. This finding contrary to the logic of efficiency, because the presence of fiscal decentralization components as inputs, should provide an improvement to the region's economy seen through the economic indicators of the area under test.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Wilmar A. Salim, ST., M.Reg.Dev., Ph.D, Editor: Yoninur Almira

File PDF...