Path: TopS2-ThesesUrban and Regional Planning-SAPPK2009

EVALUASI KEEFEKTIFAN IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN UNTUK PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG DI KOTA METRO

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-10-09 10:25:29
Oleh : METTY WULANDARI (NIM 25406027); Pembimbing: Andi Oetomo, Ir., MP.I., S2 - Regional and City Planning
Dibuat : 2009, dengan 7 file

Keyword : IMB, pemanfataan ruang, kota metro

Dalam Undang-undang No. 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang disebutkan bahwa perizinan merupakan salah satu langkah yang dilakukan dalam pengendalian pemanfaatan ruang. Salah satu izin yang dipakai dalam pemanfaatan ruang adalah Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Di Kota Metro khususnya Kecamatan Metro Pusat, IMB telah digunakan sebagai salah satu perangkat pengendalian pemanfaatan ruang. Hal ini dilakukan dengan menerbitkan IMB sesuai dengan arahan dan ketentuan yang telah tercantum di dalam RDTR Kecamatan Metro Pusat.

Meskipun demikian, masih banyak bangunan yang mempunyai IMB tetapi keberadaanya melanggar ketentuan di dalam Rencana Detail Tata Ruang. Sehingga timbul pertanyaan sejauh mana keefektifan IMB untuk pengendalian pemanfaatan ruang di Kota Metro khususnya Kecamatan Metro Pusat. Studi ini mengevaluasi keefektifan IMB untuk pengendalian pemanfaatan ruang di Kecamatan Metro Pusat melalui pendekatan produk dokumen IMB yang dibandingkan dengan Rencana Detail Tata Ruang dan kondisi eksisting bangunan tersebut pada saat ini.

Penilaian keefektifan ini dilakukan dengan mengevaluasi keefektifan IMB untuk pengendalian pemanfaatan ruang di Kota Metro menggunakan indikator-indikator dan tolok ukur yang telah diturunkan dari berbagai produk kebijakan yang berlaku. Diharapkan studi ini dapat menjadi gambaran keefektifan IMB untuk pengendalian pemanfaatan ruang di Kota Metro dan dapat memberikan implikasi yang perlu diperhatikan untuk menyempurnakannya. Melalui pengujian indikator dan tolok ukur didapatkan bahwa pemanfaatan IMB untuk pengendalian pemanfaatan ruang di Kota Metro kurang efektif karena ketentuan dan aturan dalam penerbitan dan pelaksanaan pembangunan gedung atau pada saat bangunan didirikan tidak dilaksanakan dengan baik.

Dari hasil analisa terhadap temuan di lapangan maka rumusan implikasi di masa mendatang dalam rangka penyempurnaan pemanfaatan IMB untuk pengendalian pemanfaatan ruang di Kota Metro adalah dengan lebih mensosialisasikan Perda tentang IMB dan aturan-aturan dalam RDTR kepada masyarakat selain dengan cara memperketat pengawasan pada saat bangunan tersebut didirikan maupun pada saat difungsikan. Selain itu, untuk menjamin penerbitan IMB sesuai dengan RDTR perlu dilakukan pelatihan mengenai kebijakan yang berkaitan dengan pengendalian pemanfaatan ruang dan pemberian sangsi yang tegas bagi aparat yang melanggar.

Deskripsi Alternatif :

According to the Laws of 2007 No. 26 about planning, it is mentioned that planning permission is one of the ways to control the use of open space. The most common planning permission granted is Izin Mendirikan Bangunan (Buildings Permit), hencefort IMB. Based on the process of issuing the permit, IMB shoul be considered as a potential regulation to control the use of open space. The underlying reason of this statement is that its issue must conform to the directions and the rules of Rencana Detail Tata Ruang Kota (Detail City Development Planning), henceforth RDTK.

Such system of granting the planning permission is indeed applied in Metro. However, there is an indication that many buildings have been constructed without comforting to the regulations in RDTRK. Therefore, this phenomenon triggers a question concerning the effectiveness of IMB to regulate the use of open space in metro. By considering the aforementioned issue, this study aims at evaluating the effectiveness of IMB to control the use of open space in Metro, specifically, in the Sub District of Metro Pusat, by comparing the IMB's document with RDTRK as well as with the present condition of the buildings. Evaluations on the effectiveness of IMB are carried out by using some indicators and parameters of certain relevant policies. It is hoped that this study can reveal the effectiveness of IMB in controlling the use of open space in Metro so that the information will benefit the city to improve the city planning in the future.





By examining the indicators and parameters, this study reveals that use of IMB to regulate the uses of open space in Metro is not effective because the rules and guidelines are not appropriately followed in constructing the buildings. Therefore, to improve the effectiveness of IMB, the authority should frequently inform people about the regional regulations of IMB, the authority should frequently inform people about the regional regulations on IMB and rules in RDTRK. Besides, the authority should strictly control and supervise the construction of building not only during its construction's process but also when it is functioning. Moreover, it is important to train the government officers about ways to issue an IMB so that it agrees to RDTRK an to organize trainings regarding understanding policies on how to regulate the use of open space. Finally, the authority must punish officials who break the rules.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Andi Oetomo, Ir., MP.I., Editor: Vika A. Kovariansi

Download...