Path: Top > S2-Theses > Business Administration-SBM > 2013

STRATEGY IN DETERMINING SOLAR ELECTRICITY TARIFF CASE STUDY: 2 MWP PROJECT AT NORTH LOMBOK

STRATEGY IN DETERMINING SOLAR ELECTRICITY TARIFF CASE STUDY: 2 MWP PROJECT AT NORTH LOMBOK

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:31:12
Oleh : MELINDA NATALIA (NIM : 29110314); Pembimbing : Ir. Achmad Herlanto Anggono, MBA, S2 - Business Administration
Dibuat : 2013, dengan 6 file

Keyword : IPP, solar energy, tariff, debt, optimal capital structure

Saat ini, industri energi di Indonesia telah menuju fase sumber energi terbarukan. PLN memprediksi, petumbuhan rata-rata permintaan elektrifikasi di Indonesia mencapai 8,26% per tahun. PLN memperkirakan 55% dari energi tersebut berasal dari Independent Power Producer (IPPs). Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengelurakan Peraturan Menteri ESDM No 17/2013 mengenai pembelian tenaga listrik oleh PLN dari pembangkit listrik tenaga surya photovoltaic. TML Energy telah meluncurkan road map perusahaan pada rapat internal tahunan bulan Februari 2013, salah satu target pada 2017 adalah memiliki setidaknya 2 PV PP. Pemerintah mengumumkan bahwa Kementerian ESDM akan mengdakan proses tender untuk beberapa proyek PV PP dan salah satu proyeknya adalah proyek 2 MWp PV PP di Lombok Utata. TML Energy memutuskan akan mengikuti proses tender untuk proyek tersebut.


Untuk memenangkan proses tender tersebut, TML Energy harus membuat strategi. Pada proyek akhir ini, penulis mencari strategi tarif listrik melalui tiga skenario, yag pertama adalah tidak menggunakan hutang sama sekali dalam pembiayaan, yang kedua adalah dengan menggunakan struktur modal optimal dari TML Energy dan yang ketiga adalah pada tingka hutang maksimum yang telah disepakati bersama pada perjanjian yang sedang berlangsung dengan pihak bank. Setelah menentukan struktur modal yang optimal, tarif listrik dihitung dengan menentukan nilai dari masing-masing komponen tarif. Tarif dipilih berdasarkan beberapa kriteria seperti batas atas tarif, NPV, IRR, lama pengembalian modal dan indeks profitabilitas.


Pada skenario tidak menggunakan hutang sama sekali, 0% hutang, kriteria NPV, IRR dan indeks profitabilias tidak tercapai. Pada tingkat hutang yang optimal, 43% hutang, semua kriteria tercapai. Pada tingkat hutang maksimum, 60% hutang, tarif yang ditawarkan lebih tinggi dari batas atas tarif yang telah ditetapkan. Pada akhirya, penulis merekomendasikan perusahaan untuk mengikuti tender pada harga $ 24,61 sen/kWh pada tingkat hutang 43% dengan membentuk Special Purpose Vehicle (SPV) untuk proses tender 2 MWp PV PP di Lombok Utara.


Deskripsi Alternatif :

Nowadays, Energy industry has change to the phase of renewable resources energy. PLN projected, the average growth of Indonesia electrification demand is 8.26% per year. PLN is expecting 55% of energy will come up from Independent Power Producers (IPPs). Government through Ministry of Energy and Mineral Resources was released the MEMR Regulation No 17/2013 regarding purchasing the electricity from PV power producer by PLN. TML Energy has formulated a company’s road map that stated at annual meeting on February 2013, one of its goals on 2017 is to have at least 2 PV PPs. Government announced that they will doing bidding process of several PV PP projects and one of its projects is 2 MWp PV PP at North Lombok. TML Energy is going to follow the bidding process for that project.


To winning the bidding process, TML Energy has to formulate a strategy. In this final project, author determines a tariff strategy using the scenario, the first one is at no debt at all, the second one is at its optimal capital structure of TML Energy, and the third is at maximum debt that allow by the bank based on existing agreement. After that, the optimal tariff is calculated by determine each tariff’s components. The proposed tariff is choose based on certain criteria such as limitation of tariff, NPV, IRR, payback period and profitability index.


At no debt scenario, 0% of debt, the NPV, IRR and profitability index are below than the acceptance limit. At optimum debt, 43% of debt, all the criteria is accepted. At maximum debt, 60% of debt, the price is higher than the acceptance limit. In the end, the author recommended company to bid at $ 24.61 cent/kWh at 43% of debt with forming an Special Purpose Vehicle (SPV) for 2 MWp PV PP at North Lombok bidding process.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Ir. Achmad Herlanto Anggono, MBA, Editor: Wiwik Istiyarini

File PDF...