Path: Top > S2-Theses > Civil Engineering-FTSL > 2007

KAJIAN PENINGKATAN KONDISI PERKERASAN JALAN SECARA STRUKTURAL DAN FUNGSIONAL (STUDI KASUS RUAS JALAN BOJONEGARA-MERAK)

Master Theses from JBPTITBPP / 2018-09-17 15:38:32
Oleh : MELIA CHRISTINA (NIM 25004036), S2 - Civil Engineering
Dibuat : 2007-09-00, dengan 7 file

Keyword : Flexible Pavement, Rigid Pavement, Maintanance
Kepala Subjek : Engineering

Evaluasi kondisi jalan dapat digolongkan menjadi dua yaitu: kondisi fungsional dan kondisi struktural. Pada saat ini baik evaluasi kondisi fungsional maupun kondisi struktural pada ruas jalan maupun jaringan jalan belum dilakukan secara konsisten. Hal ini berimplikasi pada tidak optimalnya program pemeliharaan jalan.

Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan evaluasi kondisi struktural dan fungsional pada saat ini, menentukan tebal lapis tambah untuk penanganan ruas jalan Bojonegara-Merak dengan membandingkan antara perkerasan lentur (Flexible Pavement) dengan menggunakan Metoda RSNI 1987 dan perkerasan kaku (Rigid Pavement) dengan menggunakan Metoda AASHTO 1993.

Pada penelitian ini untuk penetapan segmen ditentukan berdasarkan IRI yang mempunyai nilai seragam sesuai data lapangan. Sedangkan metoda untuk penentuan jenis penanganan ditetapkan berdasarkan nilai IRI untuk kondisi fungsional dan nilai lendutan untuk kondisi struktural yaitu tebal lapis tambah untuk perkerasan kaku maupun perkerasan lentur. Dari hasil tebal tambah perkerasan tersebut dapat ditentukan biaya konstruksi dan skenario biaya pemeliharaan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tebal lapis tambah perkerasan kaku adalah 25 cm dan untuk perkerasan lentur dibagi kedalam tiga segmen dan nilai masing-masing tebal lapis tambah adalah 29 cm,10 cm dan 2 cm. Tebal lapis tambah pada segmen 1 terdiri dari 2 lapis yaitu lapis AC-WC sebesar 5 cm dan lapis AC-BC sebesar 24 cm, sedangkan untuk tebal lapis tambah pada segmen 2 yaitu terdiri dari 4 cm lapis AC-WC dan 6 cm lapis AC-BC.

Nilai biaya konstruksi untuk perkerasan kaku lebih mahal dibandingkan dengan perkerasan lentur yaitu perkerasan kaku senilai Rp.50.191.000.000,00 dan untuk perkerasan lentur Rp. 27.785.000.000,00. Sedangkan untuk skenario biaya pemeliharaan selama 10 tahun perkerasan kaku lebih murah dibandingkan dengan perkerasan lentur yaitu untuk perkerasan kaku senilai Rp. 23.362.000.000,00 sedangkan untuk perkerasan lentur senilai Rp. 35.855.000.000,00.



Deskripsi Alternatif :

The road evaluation condition can be devided in 2, which is functional and structural condition. Now the functional and structural condition evalution was in the road internode to network rate and is not been done consistenly. This implicates the road maintanace program was not optimum.

The research aims to evaluate the functional and structural evaluation at the current time, determine layer additional thickness to handling Bojonegoro-Merak internode by comparing between Flexible Pavement using RSNI 1987 Method and Rigid Pavement using AASHTO 1993 Pavement Method.

This research is to determining the segment based on IRI with a uniform value that appropriate to the field data. The method to determining specied handling based on IRI value that appropriate to the functional and structural condition analysis result is the thickness layer additional for rigid pavement or flexible pavement. From the pavement thickness result can be given a construction cost and the maintenance cost scenario.

From the research result indicate that the pavement thickness is 25 cm and for flexible pavement devided into 3 segment and the thickness layer additional value is 29, 10 and 2 cm. The thickness layer additional value on segment 1 consist in 2 layer that is AC-WC layer in the amount of 5 cm and AC-BC layer in the amount of 24 cm, and for the thickness layer additional on segment 2 consist in 4 cm AC-WC layer and 6 cm AC-BC layer.

The value of construction cost for rigid pavement is too expensive compared with flexible pavement, that is for rigid pavemet Rp 50.191.000.000,00 and for flexible pavement Rp 27.785.000.000,00. For the scenario of maintenance cost for 10 years rigid pavement is more expensive compared with flexible pavement, that is for rigid pavement Rp 53.668.000.000,00 and for flexible pavement Rp 31.228.000.000,00.




Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(1) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor: delviana fransiska

File PDF...