Path: Top S2-Theses Water Supply and Sanitation Infrastructure Planning 2016

EVALUASI KEBERLANJUTAN PROGRAM PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT DENGAN KONSEP 3R (STUDI KASUS DI KELURAHAN DITOTRUNAN, KECAMATAN LUMAJANG, KABUPATEN LUMAJANG)

EVALUATION OF COMMUNITY-BASED SOLID WASTE MANAGEMENT PROGRAM WITH THE 3R CONCEPT SUSTAINABILITY (CASE STUDY DITOTRUNAN VILLAGE, LUMAJANG SUBDISTRICT, LUMAJANG REGENCY)

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-05-22 10:37:50
Oleh : MAWAN EKO DEFRIATNO (NIM: 25714013), S2 - Civil Engineering
Dibuat : 2016, dengan 8 file

Keyword : sampah, pengelolaan, berbasis masyarakat, berkebelanjutan

Jumlah penduduk Kabupaten Lumajang tahun 2013 sebanyak 1.023.818 jiwa.Pertumbuhan penduduk Kabupaten Lumajang tahun 2013 mengalami kenaikan sebesar 0,91 persen. Tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Lumajang rata-rata

adalah 572 jiwa/km2. Untuk mengurangi timbulan sampah pemerintah Kabupaten Lumajang melalui DLH Kabupaten Lumajang membina warga kelurahan Ditotrunan Kecamatan Lumajang sebagai pilot project untuk mengolah sampahnya

sendiri sebelum dibuang ke tempat sampah melalui program Desa Berseri yang di dalamnya terdapat pengelolaan sampah secara 3R. Melihat keberhasilan pengelolaan sampah yang dilakukan oleh warga kelurahan Ditotrunan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang berencana untuk mengembangkan program pengelolaan sampah secara terpadu tersebut. Karena DLH menganggap pengelolaan sampah secara terpadu bukan hanya memberikan manfaat bagi masyarakat berupa kompos dan kerajinan yang memiliki nilai ekonomis. Namun ternyata pengelolaan sampah secara terpadu dapat memberikan manfaat berupa

pengurangan timbulan sampah di sumber, sehingga dapat mengurangi jumlah timbulan sampah di TPA yang pada akhirnya akan memperpanjang usia pakai TPA.

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui keberlanjutan program pengelolaan sampah dengan konsep 3R di Kelurahan Ditotrunan Kabupaten Lumajang. Tujuan

khusus penelitian ini adalah melakukan review peraturan persampahan dan rencana penanganan sampah Kabupaten Lumajang yang berhubungan dengan pengelolaan sampah berbasis masyarakat, melakukan analisis neraca massa timbulan sampah di Kelurahan Ditotrunan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, melakukan analisis Benefit Cost Ratio (BCR) untuk pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan konsep 3R di Kelurahan Ditotrunan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang. Melakukan analisis Strengths, Weakness, Opportunities, dan Threats

(SWOT). Pengumpulan data dilakukan dengan metode pengukuran langsung, kuesioner, wawancara, dan observasi. Teknik pengukuran dilakukan untuk mengetahui timbulan sampah, komposisi sampah dan aliran massa sampah. Teknik pengukuran dilakukan dengan menggunakan pedoman pengukuran sampling sampah yang terdapat pada SNI 19-3964-1995 dan SNI M 36-1991-03. Kuesioner

digunakan untuk mengumpulkan data kuantitatif dari masyarakat sebagai anggota dan penerima manfaat program pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Observasi digunakan untuk mengumpulkan data sekunder tentang peraturan dan dokumen rencana penanganan sampah Kabupaten Lumajang. Observasi yang digunakan dalam penelitian ini bersifat sistematis dimana pengamat menggunakan lembar observasi sebagai pedoman dalam pengumpulan data. Untuk mencapai tujuan penelitian dilakukan beberapa analisis, yang terdiri dari analisis kesesuaian program dengan rencana penanganan sampah Kabupaten Lumajang, analisis neraca massa, analisis BCR, dan analisis SWOT. Hasil analisis menunjukkan bahwa

pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan konsep 3R di Kelurahan Ditotrunan sudah sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Lumajang Nomor 05 Tahun 2009 tentang Pengendalian pencemaran lingkungan di Kabupaten Lumajang, Rancangan akhir perencanaan strategis (renstra) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, Peraturan bupati Lumajang nomor 32 tahun 2015 tentang pelaksanaan pengelolaan sampah, dan rancangan peraturan daerah Kabupaten Lumajang tahun 2015 tentang pengelolaan sampah. program pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan konsep 3R efektif (65,15%) mengurangi jumlah sampah yang akan dibuang ke TPA. Hasil analisis BCR adalah 1,33 (BCR>1) berarti program pengelolaan sampah berbasis masyarakat layak secara ekonomi. Posisi program pengelolaan sampah berbasis masyarakat dalam kuadran SWOT berada pada kuadran II artinya posisi organisasi yang kuat tapi menghadapi tantangan yang besar. Rekomendasi pengembangan adalah Pemerintah bersama warga berusaha mempromosikan hasil olahan sampah dan mencari

jaringan pemasaran olahan sampah. Melakukan inovasi kerajinan sampah dengan menghilangkan kesan produk tersebut adalah produk olahan sampah. Pemerintah dan masyarakat gencar mempromosikan produk kerajinan sampah. Memembentuk usaha baru bank sampah, misalkan asuransi kesehatan berbasis sampah.

Deskripsi Alternatif :

Lumajang total population in 2013 was 1.023.818 peoples. Lumajang Population growth in 2013 increased by 0,91 percent. Average Lumajang population density was 572 peoples / km2. To reduce waste generation, Lumajang government through Lumajang Environmental Agency foster Ditotrunan village residents Subdistrict Lumajang as a pilot project to process their own waste before disposal into the trash through "Desa Berseri" program in which there are 3R waste management. Considering the success of solid waste management in Ditotrunan, Lumajang

Environment Agency planed to develop that integrated solid waste management program. Lumajang Environmental Agency integrated that waste management not only gave community benefit in form of compost and craft that has economic value. But apparently integrated waste management can provide benefits in the reduction of waste generation in source, thus reducing the amount of waste in landfill in the end will prolong the life of the landfill. The aim of this study was to determine the

sustainability of the solid waste management program with the 3R concept in Ditotrunan, Lumajang. The specific objective of this study was to review the rules

of waste and plans for Lumajang waste management related to community-based waste management, analyzes mass balance of waste in the Village Ditotrunan, District Lumajang, Lumajang, analyzing Benefit Cost Ratio (BCR) for waste management based society with the 3R concept in Sub Ditotrunan, District Lumajang. Conduct analysis of strengths, Weakness, Opportunities, and Threats

(SWOT). The data collection is done by direct measurement methods, questionnaires, interviews, and observations. Mechanical measurements were performed to determine the waste generation, waste composition and mass flow of solid waste. Mechanical measurements were performed using litter sampling measurement guidelines contained in SNI 19-3964-1995 and SNI M 36-1991-03.

A questionnaire was used to collect quantitative data from community members and beneficiaries of community-based waste management program. Observation was used to collect secondary data on regulation and waste management Lumajang lan document. Observations used in this study were systematic where the observer uses observation sheets as a guide in the data collection. To achieve these objectives need some analysis, which consists of the waste management program suitability

analysis with Lumajang solid waste management plan, mass balance analysis, BCR analysis, and SWOT analysis. The data collection was done by direct measurement,

questionnaires, interviews, and observation. The analysis shows that the nt with the 3R concept in Sub Ditotrunan is in conformity with the Regional Regulation Lumajang No. 05 of 2009 on Control of environmental pollution in Lumajang, final draft of Lumajang Environment Agency strategic planning, Lumajang Regulation regent numbers 32 of 2015 on the implementation of waste management, and the draft of 2015 Lumajang local regulations about waste management. Community-based waste management program with 3R concept was effective (65.15%) to reduce the amount of waste

disposed to landfill. Results of BCR analysis was 1,33 (BCR> 1) that means a community-based waste management program to be economically viable. The position of community-based waste management program in the quadrant SWOT was in quadrant II, that means a strong position in the organization, but has big challenge. The development recommendation were the government and people working together to promote the solid waste craft and find a network marketing. Make an innovation of solid waste craft by eliminating the effect of the product is

waste processed product. Government and society heavily promoting handicraft products waste. Establishment new business of solid waste bank, for example waste-based health insurance.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS2 - Civil Engineering
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id