Path: TopS2-ThesesArchitecture-SAPPK2007

TRANSFORMASI MORFOLOGI PERMUKIMAN DI TEPIAN SUNGAI MARTAPURA

HUMAN SETTLEMENT MORFOLOGY TRANSFORMATION AT MARTAPURA RIVER SIDE

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:24:08
Oleh : Marlia Adriana NIM : 25205024, S2 - Regional and City Planning
Dibuat : 2007-09-00, dengan 8 file

Keyword : transformation, morphology, settlement at Martapura river side
Kepala Subjek : Regional City Planing

Abstrak:




Lokasi studi terletak di tepi Sungai Martapura di pusat Kota Banjarmasin. Terdiri dari dua wilayah yaitu Gedang dihuni oleh Etnis Cina dan Seberang Masjid dihuni oleh Etnis Banjar. Permukiman ini memiliki karakter yang khas karena aktifitas perdagangan, transportasi, dan lain sebagainya dominan ke sungai. Transformasi morfologi mulai terjadi sejak tahun 1970-an. Perubahan tersebut diindikasi disebabkan oleh faktor formal yaitu kebijakan pemerintah, dan faktor informal yaitu demografis yang dibatasi pada etnis dan mata pencaharian. Metodologi penelitian mengkaji perubahan morfologi dalam klasifikasi grup hunian. Sub segmen morfologi yang dibahas yaitu pola hunian, aksesibilitas, kepadatan, fungsi, tipologi dan orientasi bangunan. Penelitian bersifat kualitatif deskriptif dengan metode analisis diakronik dan sinkronik untuk menjelaskan proses transformasi morfologi dari tahun 1970 sampai tahun 2007. Hasil penelitian menunjukkan kebijakan pemerintah sebagai faktor pendorong ternyata sangat dominan mempengaruhi transformasi morfologi yang terjadi di lokasi studi. Kebijakan memindahkan pelabuhan dari Sungai Martapura ke Sungai Barito menyebabkan fungsi sungai dari jalur regional menjadi lokal. Dampaknya, perdagangan dan transportasi sungai menurun, akhirnya masyarakat di Gedang dan Seberang Masjid merubah usaha, transportasi dan aktifitasnya, dari sungai menjadi ke darat. Selain itu pembangunan Banjarmasin Park telah merubah area permukiman menjadi taman rekreasi di wilayah Gedang. Pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana yang dominan ke darat pada akhirnya juga mendorong transformasi morfologi permukiman di Gedang dan Seberang Masjid. Perubahan mata pencaharian ternyata juga menjadi faktor pendorong transformasi morfologi di Gedang dan Seberang Masjid. Adanya pecemaran dan pendangkalan Sungai Martapura sejak tahun 1970-an, kebijakan pemerintah yang memindahkan pelabuhan dari Sungai Martapura ke Sungai Barito, dan dominannya pembangunan di darat dari pada di sungai akhirnya merubah profesi masyarakat dari berdagang ke sungai menjadi ke darat. Morfologi fisik hunianpun menjadi ikut berubah menyesuaikan dengan perubahan aktifitas warga yang dominan ke darat. Adapun perubahan etnis yang diindikasi sebagai faktor pendorong ternyata justru tidak berpengaruh pada transformasi morfologi permukiman di tepian Sungai Martapura. Perubahan etnis yang tidak signifikan, ternyata tidak mempengaruhi permukiman di Gedang maupun Seberang Masjid.

Deskripsi Alternatif :

Abstract:




This study located along Martapura river side at the heart of Banjarmasin city. Study covers two areas which are Gedang as Chinese ethnic residency and Seberang Masjid as Banjar ethnic residency. These settlements have unique characters because trade activities, transportation, etc. are dominant to the river. In early 1970s morphology transformation has started. Those changes were indicated has been caused by formal factor, which is government policy, and informal factor, which is demographic limited only to ethnic and labor. The methodology research were studied on resident group classification. The morphology sub segment analysis consists of residency pattern, accessibility, density, function, typology, and building orientation. This qualitative descriptive research used diachronic and synchronic analysis method to explain morphology transformation process from 1972 until 2007. Study results show that government policy as push factor were very dominant in effecting morphology transformation in the study location. Policy of replacing harbor from Martapura river to Barito river has caused regionally function of the river into locally. The effect, trade and river transportation has decreased, and finally made the Gedang and Seberang Masjid society to change their profession and activities from river dominant into land dominant. Beside that, Banjarmasin Park development has changed settlement area in Gedang area into recreation park. Dominant infrastructure development in the land eventually also effects settlement morphology transformation at Gedang and Seberang masjid. Labor change also became as push factor to morphology transformation at Gedang and Seberang Masjid. The polution and shallowness at Martapura river since 1970s, government policy of replacing harbor from Martapura river to Barito river, and the dominancy of land development compared to river eventually changed the society profession from trading at the river into trading at land. Residency physical morph also has changed adjusted to resident activity change into land dominant. Ethnic change indicated earlier as push factor actually has not effected settlement morphology transformation at Martapura river side. Insignificant ethnic change actually did not effect settlements at both Gedang and Seberang Masjid.

Copyrights : Copyright (c) 2007 by School of Architecture, Planning and Policy Development.Information Dissemination Right @2008 ITB Central Library, Jl. Ganesha 10 Bandung,40132, Indonesia. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author to ITB Central Library in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing 1 : Suparti Amir Salim,Ir., MSP.,Dr.




    Pembimbing 2 : Budiono M W, Ir.,MT.





    Scanner: Alice Diniarti; 2008-01-17., Editor: Alice Diniarti

File PDF...