Path: TopS2-ThesesChemistry-FMIPA2012

SINTESIS DAN KARAKTERISASI TERPOLIMER (AKRILAMIDA/AKRILAMIDO METILPROPANA SULFONAT/VINILNAFTALENA) UNTUK APLIKASI ENHANCED OIL RECOVERY (EOR)

SYNTHESIS AND CHARACHERIZATION TERPOLYMER (ACRYLAMIDE/ACRYLAMIDO METHYLPROPANE SULFONATE/VINILNAFTALENE) FOR ENHANCED OIL RECOVERY (EOR) APPLICATION

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:39:37
Oleh : MARIO LEONARDUS ( NIM : 90510001); Pembimbing : Prof. Dr. Ing. Cynthia Linaya Radiman, S2 - Chemistry Teaching
Dibuat : 2012, dengan 7 file

Keyword : poliakrilamida termodifikasi, enhanced oil recovery (EOR)

Sintesis terpolimer (akrilamida/akrilamido metilpropana sulfonat/vinilnaftalena) (PAAmV) telah berhasil dilakukan dengan reaksi kopolimerisasi emulsi antara akrilamida (A), natrium 2-akrilamido-2-metilpropana sulfonat (NaAMPS) dan vinilnaftalena (VN) dengan menggunakan natrium dodesilsulfat sebagai pengemulsi. Reaksi kopolimerisasi dilakukan pada temperatur 50 oC, pH 6-7, atmosfer N2 dan K2S2O8 sebagai inisiator. PAAmV yang dihasilkan adalah padatan yang berwarna putih. Pada perbandingan jumlah milimol A : NaAMPS : VN sebesar 17,60: 2,0425: 0,145 dihasilkan viskositas intrinsik sebesar 11,468 dL/g dan Mv sebesar 2,539x106. Hasil spektrofotometer FTIR menunjukkan adanya ikatan –CO–NH2, hal ini ditunjukkan dengan munculnya 2 serapan spesifik dari ikatan ini, yaitu 1655 cm-1 dari vibrasi tekuk N-H dan 1685 cm-1 dari vibrasi regang C=O. Vibrasi S=O ditunjukkan pada puncak 1190 cm-1 dari vibrasi regang simetri dan 1040 cm-1 dari vibrasi regang. Vibrasi C-H fenil ditunjukkan puncak 736 cm-1 dari vibrasi tekuk dan 3198 cm-1 dari vibrasi regang. Pengu-kuran reologi dilakukan untuk mengetahui pengaruh temperatur, shear rate dan salinitas terhadap viskositas larutan PAAmV. Konsentrasi larutan PAAmV yang digunakan adalah 1000, 2000 dan 3000 ppm. Hasil pengukuran reologi menunjukkan ketahanan termal PAAmV 2000 ppm pada 50-90 oC lebih baik dibandingkan dengan konsentrasi lainnya, hal ini ditunjukkan dengan tidak menurunnya viskositas larutan. Stabilitas termal PAAmV juga dibandingkan dengan poliakrilamida (PAM) dan poliakrilamida terhidrolisis (HPAM) hasil sintesis serta HYBO yang merupakan polimer komersil. Pada temperatur 30 oC viskositas PAAmV lebih rendah dibandingkan HPAM dan HYBO, tetapi pada temperatur 90 oC viskositas PAAmV mendekati nilai viskositas HYBO. Hal ini menunjukkan bahwa PAAmV memiliki kestabilan termal yang cukup baik. PAAmV diuji ketahanannya terhadap salinitas dengan menambahkan garam (NaCl, KCl dan CaCl2) ke dalam larutan. Penurunan viskositas terbesar diakibatkan oleh CaCl2, dibandingkan NaCl dan KCl.

Deskripsi Alternatif :

Terpolymer acrylamide/acrylamido methylpropane sulphonate/ vinylnaphthalene (PAAmV) was synthesized by emulsion copolymerization reaction of acrylamide (A), sodium 2-acrylamido-2-methylpropane sulphonate (NaAMPS) and vinyl-naphthalene (VN). The copolymerization reaction was carried out at 50 oC and pH 6-7 under an inert atmosphere using sodium dodecylsulphate as emulsifier and K2S2O8 as initiator. It was found that the copolymerization of those monomers using a mole ratio of A : NaAMPS: VN equal to 17.60: 2.0425: 0.145 resulted in PAAmV with an optimum intrinsic viscosity of 11.468 dL/g and an average-viscosity molecular mass of 2.539x106 g/mol. The FTIR spectrum shows two specific peaks at 1655 cm-1 and 1685 cm-1, indicating the stretching vibration of -NH and C=O functional groups, respectively. The presence of S=O groups was confirmed by two peaks at 1190 cm-1 and 1040 cm-1, attributed to symmetric stretching vibration and strain vibration, respectively. The bending vibration of phenyl C-H was shown at 736 cm-1 and strain vibration at 3198 cm-1. The rheological properties of polymers were carried out to determine the effect of temperature, shear rate and salinity on the viscosity of the PAAmV. The concentrations of PAAmV solutions used for these measurements were 1000, 2000 and 3000 ppm. The results showed that no decrease in viscosity has been detected in the solution of PAAmV 2000 ppm at 50-90 oC, hence, the thermal resistance of that solution was higher than the other concentrations. The thermal stability of PAAmV was also compared to polyacrylamide (PAM), hydrolyzed polyacrylamide (HPAM) and a commercial polymer known as HYBO. The viscosity of PAAmV at 30 oC was lower than HPAM and HYBO, but the viscosity of those polymers were almost equal at 90 oC. This result suggests that PAAmV had a fairly good thermal stability. The salinity resistance measurements were carried out by adding salts (NaCl, KCl and CaCl2) into the polymer solution. The results showed that the PAAmV had a higher resistance to salinity than HYBO.





Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Prof. Dr. Ing. Cynthia Linaya Radiman, Editor: Alice Diniarti

File PDF...