Path: TopS2-ThesesChemistry-FMIPA2012

PENYUSUNAN BASIS DATA KOMPONEN TRIGLISERIDA DALAM 21 MACAM BIJI BUAH-BUAHAN DAN KACANG-KACANGAN

DATA BASE COMPILATION OF TRIGLYCERIDE COMPONENTS IN 21 KINDS OF FRUITS’ SEED AND NUTS

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:39:37
Oleh : MANGINDAAN, BILL J.T.( NIM : 20511015) ; Pembimbing I : Dr. Suryo Gandasasmita; Pembimbing II : Prof. Dr. Yana Maolana Syah, S2 - Chemistry
Dibuat : 2012, dengan 7 file

Keyword : ESI-IT-MS, penentuan struktur, trigliserida, biji, kacang

Minyak dalam biji buah-buahan dan kacang-kacangan sangat menarik untuk diteliti dan penting untuk dikarakterisasi karena dapat berguna untuk kepentingan pangan dan medisinal. Selain itu, minyak-minyak tersebut dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif, produk kecantikan, produk kesehatan, dan pelumas. Biji-bijian dan kacang-kacangan sangat kaya akan lemak/minyak.








Lemak/minyak yang terkandung dalam biji-bijian dan kacang-kacangan biasanya berupa trigliserida. Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis komposisi trigliserida yang terdapat dalam biji buah-buahan dan kacang-kacangan.








Komposisi trigliserida dalam biji buah-buahan dan kacang-kacangan dapat bervariasi. Minyak-minyak dalam biji buah-buahan dan kacang-kacangan tersebut diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut n-heksana. Ekstrak








kasar hasil maserasi dapat langsung dianalisis tanpa mengalami pemurnian terlebih dahulu. Salah satu cara terkini yang digunakan untuk menganalisis secara kualitatif komposisi trigliserida dalam minyak-minyak tersebut adalah dengan menggunakan instrumen Electrospray Ionization - Ion Trap - Mass Spectrometry (ESI-IT-MS). Trigliserida tidak dapat dianalisis secara langsung dengan ESI-ITMS karena trigliserida sukar diionisasi. Salah satu pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan penambahan kation Ag+ yang dapat membentuk ikatan koordinasi dengan trigliserida. Kehadiran kation Ag+ pada trigliserida dapat memberikan muatan total positif pada trigliserida sehingga dapat dideteksi oleh detektor massa. Puncak massa pada spektrum massa yang berkorelasi dengan spesi [trigliserida + Ag]+ dapat difragmentasi untuk analisis lebih kanjut dalam hal urutan asam lemak penyusun trigliserida tersebut.








Diasumsikan bahwa rantai samping yang mengikat gliserol pada urutan kedua (R2) adalah faktor penentu struktur trigliserida tersebut. Fragmentasi kemungkinan besar terjadi pada rantai asam-asam lemak yang mengikat pada gliserol pada urutan pertama (R1) dan ketiga (R3). Dengan menggunakan data fragmentasi ini, urutan asam-asam lemak penyusun suatu trigliserida dapat diketahui. Terdapat 27








sampel yang telah dianalisis dalam penelitian ini. Hasil analisis yang diperoleh dengan metode ini memuaskan. Komponen trigliserida dalam beberapa jenis biji buah-buahan dan kacang-kacangan telah dianalisis. Namun, di antara 27 minyak tersebut, tidak semua komponen trigliserida dalam minyak yang dianalisis dapat dideteksi menggunakan penambahan kation Ag+ sebagai mediator ionisasi. Secara








umum, suatu senyawa/spesi dapat dideteksi jika dapat membentuk ikatan koordinasi dengan kation Ag+. Dalam penelitian ini, diamati terdapat kecenderungan tertentu dalam pola penempatan posisi yang dimiliki oleh asam








oleat pada suatu trigliserida. Asam oleat cenderung menempati posisi R2 pada trigliserida. Meskipun begitu, ditemukan juga posisi asam oleat di posisi R1 atau R3 pada suatu trigliserida. Mayoritas sampel biji buah-buahan dan kacangkacangan memiliki komposisi komponen trigliserida yang mirip. Namun, terdapat juga beberapa jenis asam lemak penyusun trigliserida yang tidak lazim (“eksotis”)








dalam beberapa jenis biji buah-buahan dan kacang-kacangan. Asam-asam lemak “eksotis” penyusun trigliserida yang ditemukan dalam penelitian ini berupa suatu asam lemak yang mempunyai jumlah atom karbon yang ganjil (C13 dan C19), atau asam lemak yang mempunyai atom karbon dengan jumlah lebih besar dari 18 (asam ikosanoat (C20), asam dokosanoat (C22), dan asam tetrakosanoat (C24)), atau asam lemak dengan ikatan rangkap yang tidak lazim seperti asam lemak C12:1, C13:1, dan C13:2. Adapun biji buah-buahan dan kacang-kacangan yang mengandung asam-asam lemak “eksotis” tersebut adalah biji asam, biji belimbing wuluh, biji melon, biji sawo, biji tomat, kacang kedelai, kacang mede, dan kacang tanah. Dalam penelitian ini, terdapat juga beberapa sampel biji buah-buahan dengan komponen trigliserida yang belum berhasil dideteksi. Adapun biji buahbuahan tersebut adalah biji alpukat, biji delima, biji durian, biji pala, biji pepaya, dan biji sirsak. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi dalam upaya








penyusunan basis data komposisi trigliserida dalam biji buah-buahan dan kacangkacangan.

Deskripsi Alternatif :

Seeds and nuts oils are very interesting to be studied and characterized because some of them are essential for food and medicinal application. In addition, these oils can be used as an alternative fuel, cosmetics, health products, and lubricants. Seeds and nuts are rich in fats/oils. Fats/oils content in seeds and nuts are usually in the form of triglycerides. The aim of this study is to analyze the composition of the triglycerides in fruit seeds and nuts. Triglyceride composition in fruit seeds and nuts may vary. Oils in fruit seeds and nuts were extracted by maceration with n-hexane. The crude extract can be directly analyzed without prior purification. One of the recent methods used to analyze the composition of triglycerides in oils








qualitatively is the use of Electrospray Ionization - Ion Trap - Mass Spectrometry (ESI-IT-MS). Triglycerides can not be analyzed directly by ESI-IT-MS because triglycerides are difficult to be ionized. One approach used in this study is the addition of Ag+ cations to form coordination bond with triglycerides. The presence of Ag+ cations in triglycerides can provide a positive net charge in triglycerides so that triglycerides can be detected by the mass detector. Signal in the mass spectrum that correlated with the[triglycerides + Ag]+ species can be fragmented. The fragmentation data are used for analysis of fatty acids sequence in triglycerides. With the hypothesis that the fatty acid that bound to glycerol in second carbon position (R2) relative to glycerol is unchangeable during fragmentation, triglyceride structure could be determined. Fragmentation assumed to occur only towards fatty acids bound to glycerol at the first (R1) and third (R3) carbon positions. Using these assumptions related to fragmentation, the sequence








of the fatty acid constituents of a triglyceride could be determined. Twenty seven samples of fruit seeds and nuts were analyzed in this study. Such analysis using this method gave satisfied result. However, among the 27 oils, not all components of triglycerides in the oil can be detected using the addition of Ag+ cations as an ionization mediator. In general, a chemical species could be detected when it forms coordination bonding with Ag+ cations. Triglyceride components in some fruit seeds and nuts have been successfully analyzed. In this study, a certain








tendency was observed in the pattern of the position of oleic acid in a triglyceride relative to glycerol. Oleic acid tends to occupy the position of second carbon position of glycerol (R2) in triglycerides. However, the position of oleic acid was also found in the first (R1) or the third (R3) carbon position of glycerol in a triglyceride. Mostly, fruit seeds and nuts have a similar composition of triglyceride components. There are also unusual (“exotic”) several types of fatty acid constituent of triglycerides that in some fruit seeds and nuts. “Exotic” fatty








acids found in this study is a fatty acid having an odd number of carbon atoms (C13 and C19), or fatty acid that have carbon atom number greater than 18 (icosanoic acid (C20), docosanoic acid (C22), and tetracosanoic acid (C24)), or fatty acids with unusual double bonds of fatty acids such as C12:1, C13:1 and C13:2. The samples found to have “exotic” fatty acids are tamarind, starfruit, melon, brown, tomato seeds, soybeans, cashews nuts, and peanuts. In this study, there are also some samples of fruit seeds in which triglyceride components that have not been








successfully detected. Such seeds are nutmeg, avocado, pomegranate, durian, papaya, and soursop seeds. In summary, this research contributes on the effort for data base compilation of triglyceride composition in fruit seeds and nuts.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing I : Dr. Suryo Gandasasmita; Pembimbing II : Prof. Dr. Yana Maolana Syah, Editor: Alice Diniarti

File PDF...