Path: Top > S1-Final Project > Geodesy and Geomatics Engineering-FITB > 2013

KAJIAN DEFINISI DAN TEKNIK PENENTUAN GARIS PANTAI DALAM KAITANNYA DENGAN UU INFORMASI GEOSPASIAL (UU NO.4 TAHUN 2011)

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-10-09 10:51:11
Oleh : LUQMAN HERTANTO HERMAN (NIM: 15108053);, S1 - Department of Geodetic Engineering
Dibuat : 2013, dengan 6 file

Keyword : Garis pantai, UU IG, Terestris, GNSS, Fotogrametri LIDAR, Penginderaan Jauh

Garis pantai merupakan komponen penting dalam implementasi Undang-Undang Informasi Geospasial (UU IG). Garis pantai yang baik menjadi acuan bagi pembuatan produk Informasi Geospasial. Produk Informasi Geospasial tersebut adalah peta dasar yang mencakup peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) yang mengacu pada garis pantai Mean Sea Level (MSL), peta Lingkungan Pantai Indonesia (LPI) dan peta Lingkungan Laut Nasional (LLN) yang mengacu pada garis pantai Low Water Level (LWL). Lembaga yang bertugas membuat peta dasar tersebut adalah Badan Informasi Geospasial (BIG).








Untuk memperoleh garis pantai yang akurat tentunya didukung dengan metode pengukuran dan penentuan yang tepat sesuai dengan skala peta yang terdapat dalam UU IG. Metode yang digunakan sebaiknya efektif dari segi waktu pengerjaan serta harus efisien dan ekonomis dalam segi biaya. Penentuan garis pantai terdiri dari empat metode, yaitu metode Terestris, metode Global Navigation Satellite System (GNSS), metode Fotogrametri LIDAR, dan metode Penginderaan Jauh.








Berdasarkan hasil kajian pada penelitian ini, metode penentuan garis pantai yang digunakan untuk pembuatan peta RBI skala 1:1.000.000 hingga 1:5.000 adalah metode Penginderaan Jauh. Metode penentuan garis pantai yang digunakan untuk pembuatan peta RBI skala 1:2.500 dan 1:1.000 adalah metode GNSS RTK. Untuk pembuatan peta LPI skala 1:250.000 hingga 1:10.000 dan peta LLN skala 1:250.000 hingga 1:25.000, metode penentuan garis pantai yang digunakan adalah metode Penginderaan Jauh.

Deskripsi Alternatif :

Coastline is an important component for Geospatial Information Act (UU IG). Without coastline, further information of geospatial can not be made, because the coastline is a reference for all measurements and for the Information of Geospatial product. The product of Geospatial Information is a basic map that includes an Earth map of Indonesia (RBI), which refers to Mean Sea Level (MSL) coastline, Coastal Environment map of Indonesia (LPI), and National Marine Environmental map (LLN) that refers to the Lowest Water Level (LWL) coastline. Agency in charge of making the basic map is Geospatial Information Agency (BIG).








An accurate coastline is obtained by the different measurement method, depend the appropriate to the scale map given by UU IG. The method used should be effective in terms of time, duration of the work and also must be efficient in terms of cost. To detemine the shoreline, can be determine using four methods, which are Terrestrial method, Global Navigation Satellite System methods (GNSS) method, LIDAR Photogrammetry method, and Remote Sensing method.








To produce RBI map, the coastline is determined using Remote Sensing method for the scale of 1:1,000,000 up to 1:5.000, and GNSS RTK method for the scale of 1:5.000 up to 1:1.000. Moreover to produce LPI map (for the scale of 1:250.000 up to 1:10.000) and LLN map (for the scale of 1:250.000 up to 1:25.000), they can be used Remote Sensing method.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id