Path: Top > S1-Final Project > Petroleum Engineering-FTTM > 2016

PENENTUAN LAJU ALIR KRITIS KEPASIRAN DAN PENGARUHNYA PADA UKURAN BUTIR PASIR SERTA PENENTUAN KEDALAMAN POMPA ESP UNTUK MENGURANGI KEMUNGKINAN TERJADINYA KEPASIRAN DI LAPANGAN X

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2018-05-17 13:49:11
Oleh : LUKITO NUR WULANDARI (NIM : 12212008), S1 - Petroleum Engineering-FTTM
Dibuat : 2018-05-17, dengan 1 file

Keyword : kepasiran, laju kritis kepasiran, kedalaman pompa ESP

Kepasiran merupakan salah satu problematika produksi yang sering terjadi di sumur dangkal dengan formasi batuan pasir unconsolidated . Salah satu penyebab kepasiran yakni laju produksi fluida yang melebihi laju kritis kepasiran. Dampak dari kepasiran ini dapat mengurangi laju produksi serta merusak peralatan bawah permukaan seperti pompa. Dalam studi ini, dilakukan peninjauan kasus kepasiran pada dua dua sumur di lapangan X yang menggunakan artificial lift berupa pompa ESP. Dari data produksi berupa laju alir ketika kepasiran, dapat ditentukan ukuran butir pasir maksimum yang dapat terangkat di permukaan untuk kemudian ditentukan laju alir kritis kepasiran menggunakan metode Moore dengan mengasumsikan butir pasir sebagai cutting. Dalam simulasi ini, dilakukan history matching kurva IPR dan TPR dari data produksi hingga diperoleh laju produksi terukur dan terhitung yang sesuai. Kemudian dilakukan sensitivitas perubahan letak pompa ESP sehingga diperoleh laju alir fluida pada kondisi tertentu. Perubahan kedalaman pompa dilakukan hingga laju alir fluida lebih kecil daripada laju kritis kepasiran dari metode Moore. Dari simulasi ini dapat ditentukan kedalaman efektif pompa ESP untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kepasiran. Hasil simulasi menunjukkan bahwa ketika pompa ESP diturunkan atau diletakkan dibawah perforasi maka laju alir fluida yang dihasilkan akan lebih kecil dibandingkan laju kritis kepasiran.

Deskripsi Alternatif :

Problem is one of production problem in shallow well that has unconsolidated sandstone formation. One cause of sand problem is fluid rate is higher than critical rate of sand problem. The effect of sand problem are reducing the fluid rate and damaging the downhole tools such as pump. In this study, we concern to sand problem that occurs in 3 wells in field X that uses ESP pump as its artificial lift. Based on production data when sand problem occurs, we can decide maximum sand grain size that can be lifted so we can determine the maximum critical rate to sand problem using Moore method that assume sand grain as cutting. In this simulation, we do the IPR and TPR history matching from production data to get a model. First, we have to match production data to a model in prosper then we can do the sensitivity of ESP setting depth and we get fluid rate in any condition. The changing of ESP setting depth is done until we get the fluid rate is smaller than critical rate due to sand problem. In this simulation, we can get the effective ESP setting depth tominimize the possibbility of sand problem. The result is we have to lifted down the ESP below the perforation zone so we can get fluid rate is smaller than critical rate of sand problem.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS1 - Petroleum Engineering-FTTM
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Silvya Dewi Rahmawati, S.Si., M.Si., Ph.D., Editor: Suharsiyah

File PDF...