Path: TopS1-Final ProjectEnvironmental Engineering-FTSL2008

TINJAUAN ASPEK KEAMANAN UTILITAS UMUM TERHADAP PENGELOLAAN LIMBAH RUMAH SAKIT SECARA TERPADU (STUDI KASUS: KOTA BANDUNG)

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 10:25:16
Oleh : LUCKY LIE JUNPI (NIM 15304017), S1 - Environmental Engineering Study Programme
Dibuat : 2008, dengan 11 file

Keyword : timbulan limbah medis, kapasitas insinerator, utilitas, model minimisasi potensi bahaya, medical waste generation, incinerator capacity, utility, minimization risk potential model

Pengelolaan limbah medis sangat penting untuk dilakukan karena berkaitan erat dengan potensi bahaya terhadap lingkungan dan risiko terhadap kesehatan manusia. Kota Bandung memiliki 30 rumah sakit dengan timbulan limbah medis sebesar 579,6 kg/hari. Berdasarkan hasil survey, aplikasi pengelolaan limbah medis di Kota Bandung masih bermasalah, baik pada saat pemilahan di sumber, pengangkutan, penyimpanan sementara di TPS limbah medis, maupun pada saat pengolahan dilakukan. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk menangani permasalahan limbah medis di area studi adalah dengan mengintegrasikan pengolahan limbah medis dengan menggunakan insinerator. Di dalam studi ini, fasilitas pengolahan yang digunakan adalah delapan insinerator limbah medis yang terdapat di area studi yaitu RSIA. Hermina, RS. St. Borromeus, RS. Rajawali, RS. St. Yusup, RS. Sartika Asih, RSK. Dr. HA. Rotinsulu, RS. Dr. Salamun, Santosa Bandung International Hospital (SBIH). Seluruh insinerator tersebut direncanakan akan melayani rumah sakit yang tidak memiliki fasilitas pengolahan yaitu sebnayak 22 rumah sakit karena nilai keterolahan insinerator memenuhi jumlah timbulan limbah medis yang harus ditangani. Informasi terkait dengan studi ini diperoleh dari hasil wawancara, sampling, dan pengumpulan data sekunder. Berdasarkan hasil analisis ANOVA dan regresi linear, data yang digunakan adalah data hasil wawancara dan sampling. Aplikasi dari alternatif tersebut adalah dilakukan penyusunan model minimisasi potensi bahaya terhadap pengangkutan limbah medis menuju fasilitas pengolahan dan TPA. Model tersebut disusun menggunakan program yang berbasis linear programming dengan batasan kapasitas insinerator, timbulan limbah medis, dan nilai risiko terhadap utilitas yang merupakan hasil dari analisis AHP (Analytic Hierarchy Process). Berdasarkan hasil iterasi dari program tersebut diperoleh persebaran 22 rumah sakit yang akan dilayani oleh delapan insinerator dengan nilai risiko terhadap utilitas mencapai 849,5. Selain itu, dihasilkan kelompok insinerator yang abunya akan dibuang ke TPA, diantaranya adalah abu dari insinerator yang berada di RS. St. Borromeus, RSIA. Hermina, RS. Rajawali, RSK. Dr. HA. Rotinsulu, dan RS. Dr. Salamun menuju TPA Sarimukti dan abu dari insinerator yang berada di RS. Sartika Asih, RS. St. Yusup, dan SBIH menuju TPA Babakan dengan nilai risiko terhadap utilitas mencapai 323,7. Adapun nilai risiko untuk prediksi dampak insinerasi yaitu mencapai 49702,4.

Deskripsi Alternatif :

The management of medical waste is very important to be done due to its potential to environmental hazards and public health risk. Bandung City has 30 hospitals and generate medical waste about 579,6 kg/day. Based on survey's result, application of medical waste's management in Bandung City still has a problem, at separating process from the resources, transporting, temporarly storing at TPS for medical waste, even when the treatment process. One of the alternatives to solve medical waste problems in area study is by integrating the treatment facility use incinerator. In this study, the amount of treatment facilities are about eight incinerators and all located in area study which are RSIA. Hermina, RS. St. Borromeus, RS. Rajawali, RS. St. Yusup, RS. Sartika Asih, RSK. Dr. HA. Rotinsulu, RS. Dr. Salamun, Santosa Bandung International Hospital (SBIH). All the incinerator is planned to service the hospital who does not have treatment facility which is 22 hospitals because the value of incinerator's treatment fulfill the amount of medical waste that need to be treated. Information regarding this study coned from interview to various stakeholders, sampling, and collect secondary data. According the analysis by ANOVA and regression linear, the used data is result from interview and sampling. The application from this alternative is arranging the minimization risk potential model for medical waste transportation to treatment facilities and to landfill area. This model is made using the program that compatible with linear programming and the constraint are incinerator capacity, medical waste generation, and the amount of risk utility that passed to facility treatment location and landfill that representing result of from AHP analysis. From iteration process, the distributed of hospital to treatment facility has amount of risk utility about 849,5. Besides, it also shows incinerator's group which theirs ashes will be disposed to landfill area. Those groups are ash from incinerator in RS. St. Borromeus, RSIA. Hermina, RS. Rajawali, RSK. Dr. HA. Rotinsulu, and RS. Dr. Salamun will be disposed to Sarimukti landfill and ash from incinerator in RS. Sartika Asih, RS. St. Yusup, and SBIH will be disposed to Babakan landfill with the amount of risk utility about 323,7. As for risk value by incineration process is about 49702,4.

Copyrights : Copyright Â(c) 2001 by ITB Central Library. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(2) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id