Path: TopS2-ThesesUrban and Regional Planning-SAPPK2008

DAMPAK KONVERSI LAHAN PERTANIAN TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PETANI (Studi Kasus: Jalur Pantura Kecamatan Pamanukan)

EFFECTS OF FARMLAND KONVERSION TOWARD SOCIAL ECONOMIC CONDITION OF FARMERS (Case Study: Northern Coastal Traffic Lane The Pamanukan Subdistrict)

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-10-09 10:25:29
Oleh : LINDA DWI ROHMADIANI (NIM 25406039), S2 - Regional and City Planning
Dibuat : 2008, dengan 8 file

Keyword : dampak, konversi lahan pertanian, kondisi sosial ekonomi petani. effect, farmland conversion, farmer social economic condition

Fungsi Kecamatan Pamanukan dalam konteks pengembangan wilayah Kabupaten Subang adalah perhubungan antar kota dengan adanya jalan nasional yang menghubungkan Jakarta--Semarang--Surabaya, lumbung padi Jawa Barat, pusat perdagangan interregional, dan pusat permukiman. Keberadaan jalur regional tersebut mempengaruhi perkembangan wilayah Kecamatan Pamanukan sehingga mendorong terjadinya konversi lahan pertanian ke penggunaan non pertanian. Permasalahannya adalah belum diketahuinya perubahan kondisi sosial ekonomi petani sebagai akibat dari konversi lahan pertanian.

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dampak konversi lahan pertanian terhadap kondisi sosial ekonomi petani dari aspek struktur mata pencaharian, kepemilikan lahan pertanian, dan migrasi. Sasaran yang dicapai meliputi (1) Teridentifikasinya karakteristik perubahan guna lahan di wilayah studi, serta faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan guna lahan, (2) Teridentifikasinya dampak konversi lahan pertanian terhadap kondisi sosial ekonomi petani dalam perspektif makro (skala wilayah) dan mikro (skala rumah tangga petani).

Temuan penelitian ini adalah adanya trend konversi lahan di wilayah studi dari tahun 1997 ke tahun 2006 berupa berkurangnya sawah sebesar 34,48%, tambak sebesar 2,75%, kebun campuran sebesar 2,03%, dan hutan sebesar 0,2%. Faktor yang mempengaruhi perubahan penggunaan lahan adalah arah kebijakan pengembangan wilayah Kecamatan Pamanukan. Dampak dari konversi lahan pertanian adalah perubahan struktur mata pencaharian dimana semakin meningkatnya penduduk bekerja di sektor sekunder dan tersier, semakin ditinggalkannya sektor mata pencaharian primer yang dulunya merupakan sektor dominan, dan semakin banyak penduduk yang memiliki pekerjaan tambahan sebagai pedagang, buruh dan TKW. Perubahan luas kepemilikan lahan pertanian dimana semakin banyak jumlah petani non pemilik lahan pertanian dibandingkan petani pemilik lahan dengan perbandingan 5 : 1. Penyusutan lahan pertanian juga menyebabkan 17,89% petani berubah mata pencaharian ke sektor sekunder ataupun tersier, dan peningkatan migrasi keluar yang dilakukan oleh keluarga petani sebesar 41,05%. Jumlah migrasi masuk semakin meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan konversi lahan pertanian, selain itu konversi lahan juga mempengaruhi jumlah migrasi keluar.

Deskripsi Alternatif :

Pamanukan Subdistrict function Subang District regional development is communication among cities with presence the connected national road to Jakarta-Semarang-Surabaya, West Java rice barn, interregional trading centre, and settlement centre. The existence of regional traffic lane has influenced to the Pamanukan Subdistrict regional development then it has been motivated the framland conversion to non farm uses. Its problem is not known yet a farmer social economic condition changes as a result of framland conversion.

This research purposes are to explain a farmland conversion effects toward farmer social economic conditions from livehood structure, farmlang ownership, and migration aspects. Research target which are (1) the identification of the periodically land use pattern changes and the factor that influences, (2) the identification of the farmland conversion effects on social economic condition of farmers in regional scale (macro) and farming household (micro).

The results of this research regarding to the land use changes between 1997 and 2006 are the conversion field rice up to 34,48%, fish pond decreases for 2,75%, mixes plantations field 2,03%, and forest areas 0,2%. The factor that influences these land use changes is the regional development policy of Pamanukan Subdistrict. Effects from farmland conversion is changing of livehood structure where more increases the population who work in tertiary and secondary sectors, more leave a primary livehood sector where it is dominant sector previously, and more much of population who extra job as trader, labor, and TKW. The change of farmland ownership wide where more much a farmer who have not farmland owner than farmer who have land that are 1 : 5. Also the farmland shrinkage has caused 17,89% a farmers have change their livehood to tertiary and secondary sectors, out migration is increasing about 41,05% of farmer family. Migration of in increasing from year to year in according to farmland conversion, land conversion has influenced an migration of out number.


Copyrights : Copyright Â(c) 2001 by ITB Central Library. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(1) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id