Path: Top > S1-Final Project > Visual Communication Design-FSRD > 2018

PERANCANGAN WEBSITE SEBAGAI MEDIA PENGENALAN BUDAYA MAKAN KOLONIAL ‘RIJSTTAFEL’ UNTUK PECINTA KULINER

DESIGNING WEBSITE AS MEDIA FOR INTRODUCING “RIJSTTAFEL” COLONIAL CULTURE FOR PEOPLE WHO LOVE CULINARY

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2018-06-26 14:13:05
Oleh : KO SARAH SONIA KUSUMA (NIM: 17414030), S1 - Visual Communication Design-FSRD
Dibuat : 2018, dengan 1 file

Keyword : Rijsttafel, Website, Storytelling, Pecinta Kuliner

Rijsttafel merupakan istilah untuk penyajian makanan hasil akulturasi antara Indonesia dengan Belanda pada masa kolonial, namun popularitas rijsttafel di Indonesia hanya bertahan hingga tahun 1942. Saat ini, banyak masyarakat Indonesia, termasuk pecinta kuliner, yang belum mengenal budaya makan kolonial rijsttafel. Sudah seharusnya rijsttafel yang merupakan budaya kuliner sekaligus bagian dari sejarah kolonial Indonesia terus dilestarikan di Indonesia. Cerita mengenai rijsttafel hanya disampaikan melalui beberapa buku yang sebagian besar menggunakan bahasa Belanda, sehingga dibutuhkan media yang lebih tepat untuk menginformasikan budaya rijsttafel ke masyarakat Indonesia. Di era digital ini, banyak masyarakat Indonesia yang mencari informasi melalui website, termasuk informasi kuliner. Maka media yang akan digunakan adalah media yang paling dekat dengan pecinta kuliner, agar lebih menarik, beberapa informasi dapat disampaikan dengan teknik ilustrasi dan storytelling. Pecinta kuliner menyukai eksplorasi berbagai jenis kuliner dan bisa memahami nilai-nilai yang ada dalam dunia kuliner. Saat ini website merupakan media interaktif sekaligus informatif, sehingga penyampaian informasi bisa lebih efektif dan efisien. Oleh karena itu dipilih media website untuk mengenalkan budaya makan kolonial rijsttafel, menggunakan beberapa variasi media agar lebih menarik. Metode perancangan dimulai dari kajian pustaka tentang konten lalu melakukan pencarian data untuk memperoleh landasan perancangan. Studi pustaka berupa teori website dan storytelling. Pencarian data dilakukan setelah studi pustaka diperoleh. Data berupa wawancara terhadap penulis buku “Rijsttafel: Budaya Kuliner di Indonesia Masa Kolonial”, Fadly Rahman dan chef restoran Oasis, James Edward de Rave, mengenai konten rijsttafel, survei mengenai rijsttafel dan website melalui kuesioner ke pecinta kuliner, dan yang terakhir adalah observasi ke Tugu Kunstkring Paleis, salah satu restoran di Indonesia yang masih memiliki penyajian rijsttafel hingga saat ini. Hasil analisis digunakan sebagai acuan dalam perancangan media. Rancangan ini diharapkan dapat mengenalkan budaya kuliner rijsttafel kepada masyarakat Indonesia khususnya pecinta kuliner, serta menghidupkan kembali budaya kuliner rijsttafel di Indonesia.

Deskripsi Alternatif :

Rijsttafel is a term for the presentation of acculturated food between Indonesia and the Dutch in colonial times, but the popularity of rijsttafel in Indonesia only lasted until 1942. Today, many Indonesians, including culinary lovers, are not yet familiar with rijsttafel colonial culture. Rijsttafel which is a culinary culture as well as part of the colonial history of Indonesia should be preserved in Indonesia. The story of rijsttafel is only conveyed through some books in Dutch language, so rijsttafel needs an appropriate media to inform its culture to Indonesians. In this digital era, many Indonesians are looking for information through the website, including culinary information. Then the media to be used is the media closest to culinary lovers, to be more interesting, some information can be delivered with illustration techniques and storytelling. Culinary lovers love exploring various types of culinary and can understand the values that exist in the culinary world. Currently the website is an interactive and informative media, so the delivery of information can be more effective and efficient. Therefore, website the most suitable media to introduce colonial rijsttafel culture, having illustrations, typography, and other media variations to make it more interesting. The design method starts from the literature review of the content and then searches the data to obtain the design basis. Literature study in the form of website theory and storytelling. The data search was done after the literature study was obtained. The data were interviewed by the author of "Rijsttafel: Culinary Culture in Colonial Indonesia", Fadly Rahman and Oasis restaurant chef James Edward de Rave on rijsttafel content, rijsttafel survey and website through questionnaire to culinary lover, and the last is observation to Tugu Kunstkring Paleis, one of the restaurants in Indonesia that still has rijsttafel presentation to date. Analysis results are used as a reference in media design. The design is expected to introduce rijsttafel culinary culture to Indonesians, especially culinary lovers, and revive rijsttafel culinary culture in Indonesia.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Drs. Alfonzo Ronald Koapaha, M.Sn, Editor: Saipul Aripin

File PDF...