Path: TopS1-Final ProjectElectrical Engineering-STEI2008

ANALISIS KESTABILAN TRANSIEN SISTEM INTERKONEKSI TENAGA LISTRIK AKIBAT GANGGUAN DI SALURAN INTERKONEKSI PADA MODEL SISTEM PULAU BATAM DAN BINTAN

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 10:18:43
Oleh : KIKI BARKIAH (NIM 13203006), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2008, dengan 7 file

Keyword : Transien, Sistem interkoneksi, Tenaga listrik, Saluran interkoneksi, Model sistem, Batam, Bintan

Dalam studi tugas akhir ini kita mengamati perilaku sistem dalam kondisi transien dan membuat perkiraan batas kestabilan. Hal ini diperlukan untuk mendesain sistem sedemikian hingga mampu menahan gangguan besar.






Studi ini sangat penting dilakukan pada sistem tenaga listrik Batam Bintan seiring dengan peningkatan luas area pelayanan PT. PLN. Batam dengan dibangunnya sistem interkoneksi Batam-Bintan. Jaringan sistem tenaga listrik yang harus dikelola oleh PT. PLN. Batam akan semakin kompleks dengan adanya peningkatan jumlah pembangkit listrik, jumlah transmisi serta kapasitas beban. Tingkat kesulitan pengaturan sistem tenaga listrik pun akan semakin meningkat. Oleh karena itu, semua elemen ini memiliki karakteristik yang harus disinkronkan untuk tetap mempertahankan kestabilan.






Studi tugas akhir ini dilakukan melalui simulasi gangguan hubung singkat 3 phasa pada tengah saluran interkoneksi. Studi ini menghasilkan perkiraan batas kestabilan berupa waktu pemutusan gangguan dalam saluran interkoneksi yang nilainya didapat dari batas waktu kehilangan sinkronisasi (loss of synchronism) dan batas waktu operasi kerja turbin. Batas waktu tersebut menjadi acuan dalam seting peralatan proteksi di saluran interkoneksi untuk menghindari dampak negatif yang lebih besar akibat adanya gangguan. Hasil studi yang diperoleh juga memperlihatkan tingkat keamanan penyaluran daya dari Sistem Batam ke Sistem Bintan.






Dari studi yang dilakukan, diperoleh nilai waktu pemutusan kritis terkecil dari saluran interkoneksi Batam Bintan dalam evaluasi tahun 2011-2016 adalah sebesar 132 ms untuk Cable-Submarine Batam Bintan-A1 dan A2, 137 ms untuk overheadline Line-Pulau Tj Sauh-1 dan 2, serta 138 ms untuk Cable-Submarine Batam Bintan-B1 dan B2. Maka margin waktu pemutusan gangguan berturut-turut adalah sebesar 12, 17, dan 18 ms.






Waktu pemutusan kritis pada saluran interkoneksi Batam Bintan lebih besar dari nilai standar seting alat proteksi primer PT PLN sebesar 120 ms. Namun nilai tersebut lebih kecil dari nilai standar seting alat proteksi sekunder PT PLN. Oleh karena itu back up sistem proteksi harus mampu menghilangkan gangguan dalam kurun waktu yang lebih kecil atau sama dengan waktu pemutusan kritis saluran.

Deskripsi Alternatif :

In this paper study, we will observing sistem behavior in transien state and predicting stability limit. This is necessary to design a sistem that is able to withheld major disruption. This study is important be conducted at Batam-Bintan electrical power sistem during service area expansion of PT. PLN Batam with the development of Batam-Bintan interconnection sistem. PT. PLN Batam will managed an increasing complex network of electrical power sistem with the addition of power plant, transmission number, and load capacity. The difficulty level of electrical power sistem management will also increasing. Thus, all of this element is having characteristic that must be synchronize to maintain stability.






The study in this paper will be done by simulating 3 phase short-circuit disruption in the middle of the interconnection line. This study result is prediction of stability limit in term of critical clearng time in interconnection channel which is obtained from loss of synchronism time limit and turbine operational time limit. Those time limit will be used as reference for protection device seting in interconnection channel to prevent bigger negative impact as the result of the disruption. The obtained study result will also show safety level of the power flow from Batam Sistem to Bintan Sistem.






From this study, minimum critical clearing time obtained for Batam Bintan interconnection line in year 2011-2016 is 132 ms for Cable-Submarine Batam-Bintan A1 and A2, 137 ms for overheadline Line-Pulau Tj Sauh 1 and 2, and 138 ms for Cable-Submarine Batam Bintan B1 and B2. So diconnection time margin is 12, 17, and 18 ms respectively.






Critical clearing time at Batam Bintan interconnection line is bigger then 120 ms of PT. PLN's primary protection devices standard seting. But those values are shorter then PT. PLN's secondary protection device standard seting. So the secondary protection sistem must be able to clear the fault within or less then critical clearing time.

Copyrights : Copyright Â(c) 2001 by ITB Central Library. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiC
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Dr. Ir. Isnuwardianto dan Ir. Nanang Hariyanto, M.T., Editor: Rizki Apriyanti

File PDF...