Path: Top > S2-Theses > Highway Engineering and Development-FTSL > 2007

ANALISIS TEBAL LAPISAN TAMBAHAN (OVERLAY) DAN UMUR SISA PERKERASAN MENGGUNAKAN PROGRAM ELCON

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:21:02
Oleh : Kadiar Yunas (NIM 26904008), S2 - Highway System Engineering
Dibuat : 2007-00-00, dengan 8 file

Keyword : analisis tebal lapisan tambahan, overlay, program Elcon
Subjek : Highway System Engineering
Kepala Subjek : Engineering

ABSTRAK:




Evaluasi perkerasan Jalan Tol dilakukan terhadap perkerasan Jalan Tol Padalarang-Cileunyi pada segmen Padalarang-Pasteur/Baros (Sta 121plus700 s.d 127plus600) dan




Pasteur/Baros-Pasirkoja (127plus600 s.d 132plus600). Penelitian data lendutan hasil pengujian FWD dari Puslitbang Prasarana Transportasi tahun 2005, di gunakan untuk melakukan evaluasi terhadap struktur perkerasan dengan bantuan program computer ELCON.




Hasil analisis menunjukkan nilai kumulatif ESAL aktual segmen Padalarang-Pasteur/Baros untuk lajur A1 (24.829.719) dan lajur B1 (25.357.404) pada akhir umur




rencana (tahun 2010) lebih besar dari pada kumulatif ESAL rencana (14.236.734), sedangkan untuk lajur A2 (10.573,423) dan lajur B2 (10.576.266) masih mempunyai nilai kumulatif ESAL sisa. Untuk segmen Pasteur/Baros-Pasirkoja menunjukkan nilai kumulatif ESAL aktual untuk lajur A1 (22.864.996) dan lajur B1 (32.275.712) pada akhir umur rencana (tahun 2010) juga lebih besar dari pada nilai kumulatif ESAL rencana (14.236.734) , sedangkan lajur A2 (9.785,120) dan lajur B2 (13.770.495) masih mempunyai nilai kumulatif ESAL sisa.




Untuk segmen Padalarang-Pasteur/Baros pada lajur A1 terdapat 56 titik kritis (91,8 persen), pada lajur A2 terdapat 50 titik kritis (81.97 persen), pada lajur B1 terdapat 56 titik kritis (91,8 persen) dan pada lajur B2 terdapat 55 titik kritis (90.16 persen). Sedangkan pada segmen Pasteur/Baros-Pasirkoja pada lajur A1 terdapat 42 titik kritis (84,0 persen), pada lajur A2 terdapat 40 titik kritis (80.0 persen), pada lajur B1 terdapat 43 titik kritis (86,0 persen) dan pada lajur B2 terdapat 30 titik kritis (60,0 persen).




Umur sisa perkerasan terkecil (US kurang dari 5 tahun), untuk lajur A1 pada segmen Padalarang-Pasteur/Baros adalah 53,23 persen, sedangkan untuk lajur A2 pada segmen yang sama adalah 21,67 persen dan untuk lajur B1 dan B2, seluruh titik pengukuran (100persen) mempunyai umur sisa perkerasan yang lebih kecil dari 5 tahun.




Jadi kerusakan perkerasan kaku terparah terjadi pada lajur B1 dan lajur B2, baik untuk segmen Padalarang-Pasteur/Baros maupun segmen Pasteur/Baros-Pasirkoja. Berdasarkan pada semua hasil analisis perhitungan maka pada jalur A segmen Padalarang- Pasteur/Baros tebal overlay yang mewakili adalah 153,75 mm dan pada segmen Pasteur/Baros-Pasirkoja jalur A tebal overlay yang mewakili adalah 214,54 mm.

Copyrights : Copyright (c) 2007 FTSL ITB, Information Dissemination Right @ 2007 ITB Central Library, Jl. Ganesha 10 Bandung, 40132, Indonesia. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing 1: Bambang Sugeng S., Prof., Dr., Ir., DEA.




    Pembimbing 2: Willy Tumewu, Ir., M.Sc.




    Scanner: Arnaz Driyastika M.




    (2007-12-12), Editor: driyastika

File PDF...