Path: Top > S2-Theses > Development Studies-SAPPK > 2007

KAJIAN KEKRITISAN LAHAN DAN RESPON PETANI DI SUB DAS CITARIK HULU DAS CITARUM JAWA BARAT

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:28:16
Oleh : JUPRI (NIM 240 04 027), S2 - Development Studies
Dibuat : 2007, dengan 9 file

Keyword : Lahan Kritis, Respon Petani, Sub DAS Citarik Hulu

Salah satu tujuan dari pembangunan pertanian, khususnya sub sektor tanaman pangan adalah untuk memelihara pemantapan swasembada pangan yang sampai saat ini masih bersifat fluktuatif. Tujuan tersebut, sangat terkait dengan ketersediaan sumber daya lahan yang berkualitas. Berbagai kendala yang berkaitan dengan ketersediaan sumberdaya alam tersebut, terjadi oleh karena adanya konversi lahan pertanian menjadi peruntukkan lahan non pertanian di daerah dataran rendah yang mencapai angka rerata 50.000 Ha/tahun. Akibatnya komunitas petani dataran rendah merangsek ke daerah yang lebih tinggi dengan merambah sebagian kawasan hutan untuk dijadikan lahan usaha tani. Budidaya lahan pertanian pada lahan demikian, kalau tidak hati-hati sangat rentan terhadap degradasi sumberdaya lahan dan lingkungan yang dalam jangka panjang akan merugikan kepentingan ekonomi dan ekologis.

Sub DAS Citarik Hulu merupakan satu wilayah yang telah mengalami persoalan di atas, terbukti dengan ditetapkannya Sub DAS Citarik sebagai wilayah prioritas penanganan di dalam pengelolaan DAS Citarum. Dari aspek karakteristik wilayah dan dinamika penduduk dengan kondisi sosial ekonominya telah menciptakan fenomena kekritisan lahan. Fenomena tersebut, belum terungkap secara tegas, oleh karena itu penulis tertarik untuk mengkaji sekaligus ingin mengetahui respon petani terhadap kekritisan lahan yang ada.

Dengan menggunakan pendekatan satuan lahan sebagai satuan analisis yang diperoleh dari tumpang susun peta jenis tanah, peta kemiringan lereng dan peta penggunaan lahan dilakukan proses identifikasi terhadap parameter kekritisan lahan dari aspek tanah, topografi, erosi dan tutupan lahan. Kemudian melakukan proses matching antara data parameter lahan kritis dengan TOR kekritisan lahan diperoleh klasifikasi tingkat kekritisan lahan dan sebarannya. Setelah itu dilakukan wawancara dengan petani yang memanfaatkan lahan tersebut untuk mengungkap respon mereka terhadap kekritisan lahan yang terjadi.

Dari penelitian ini terungkap bahwa lahan usaha tani di Sub DAS Citarik Hulu sebagian besar termasuk pada kategori lahan semi kritis yang tersebar hampir merata dan sebagian lagi termasuk dalam kategori lahan potensial kritis yang tersebar di bagian hilir.

Lahan-lahan pada kategori semi kritis, butuh penanganan yang serius lewat kegiatan rehabilitasi lahan agar tidak menjadi lahan yang benar-benar kritis yang tidak mampu lagi berproduksi. Pada lahan potensial kritis dibutuhkan upaya konservasi agar tidak menjadi lahan semi kritis. Respon petani di daerah penelitian, secara kuantitas cukup baik dengan melakukan berbagai kegiatan konservasi dan rehabilitasi lahan seperti pembuatan teras, cara bercocok tanam memotong lereng, sistem bertanam tumpang sari dan melakukan pergiliran tanaman. Namun secara kuantitas, kegiatan konservasi dan rehabilitasi tersebut belum maksimal akibat terkendala oleh kondisi sosial ekonomi terutama, terkait dengan luas lahan garapan, status lahan garapan, pendapatan dan tingkat pendidikan petani.

Dari penelitian in diharapkan menjadi rujukan dan masukan bagi pihak-pihak terkait di dalam penanganan dan pengelolaan di Sub DAS Citarik Hulu agar lebih fokus dan tepat sasaran, sehingga akan terjadi efisiensi dan optimalisasi dari alokasi sumberdaya dan sumber dana.

Deskripsi Alternatif :

One of the objectives agriculture development, expecially in food plants is to maintenance self-supporting of foods which is still fiuctuative. The objectives are highly related with availability of qualified land resource. Problems related to the availability of land resource are caused by agriculture area conservation to be non agriculture area with average 50.000 are/years particularly in lowland. As the result agriculture activities move to higher area in doing show forest area are converted into agrobusiness area. Cultivated land in agriculture land is very vulnerable of resource and environment degradation which in long term will caused lose to the economicaly and ecologycaly.

The upstream of sub Citarik cactment is one of areas that effected by the problem above, sub Citarik cactment area is now included into prior handling in Citarum cactment management. The area characteristic and dynamifi of it's inhabitant with economic and social condition have created critical land. This phenomena still unrepealed, therefore the writer is interested to study and to discover farmers respons toward the problem of critical land that occurs.

By using land unit approach as the analisys unit gained by overlays soil map, slope map, and land use map, the researcer conducted identification process toward the critical land parameters viewing from the aspects of soil, topography, erotion, and land cover. And than conducting matcing process between land critical parameter data with land critical TOR (Term of Reference) resulting in the classification of land critical rate and their spreads. After that, an interview was conducted to the farmers who use the land to discover they response toward the existing land critical.

This research shows that the majority agrobusiness area in upstream of Citarik catcment included into semi critical land category which spread almost eventy, and the rest of the area is included into potencial critical land, spreading in downstream area.

Semi criticals category areas needs serious treatment by land rehabilitation activities in order to stop them from being critical and unproductive land. As for potencial critical land conservation is needed to not tobe critical land, so that the area do not turn to semi critical land. The farmers response in the research area is good in quantity they do many conservation activities and rehabilitation such as, terrace making, cut sloping cultivation, planted others plant, and shifting cultivation. On the other hand unfortunately in quality, conservation and rehabilitation activities are not maximum due to social and economic condition relating to width of land produced, status of land produced, income, and education level of farmers.

This study is expected to be the source of reference and input for interested parties in handling and management of the upstream of Citarik catcment, so that they will be move the focused and precise, and in turn to create efficiency and resource allocation and fund optimalization.

Copyrights : Copyright Â(c) 2001 by ITB Central Library. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Dr.Ir. Muhammad Tasrif, M.Eng., Editor: Vika A. Kovariansi

File PDF...