Path: TopProceedingsJurnal Teknik Mesin2005

JURNAL TEKNIK MESIN, Vol. 20, No. 1, April 2005

Journal from JBPTITBPP / 2016-11-11 14:45:51
Oleh : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri - Institut Teknologi Bandung (ari@termo.pauir.itb.ac.id, nono@termo.pauir.itb.ac.id)
Dibuat : 2005-04-00, dengan 5 file

Keyword :
Machine

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT UJI KOMPRESOR REFRIGERASI (Willy Adriansyah) hal. 1-5

Alat uji kompresor torak berdasarkan siklus uap telah dibuat pada penelitian ini dan bekerja dengan baik. Perbedaan utama antara alat uji ini dengan alat uji sejenis yang umum adalah kesederhanaan peralatan dan kemudahan pengoperasian. Dengan alat uji ini kinerja kompresor torak R22 telah diuji dengan menggunakan dua macam refrigeran, yaitu R22 dan HCR22. erdasarkan data eksperimen yang diperoleh, untuk kedua refrigeran tersebut efisiensi isentropik sebagai fungsi dari nisbah tekanan dapat dinyatakan dalam bentuk fungsi polinomial derajat dua. Hasil eksperimen menunjukkan efisiensi isentropik kompresor R22 lebih tinggi bila digunakan refrigeran R22 dibandingkan dengan bila menggunakan HCR22.


ANALISIS SISTEM TATA UDARA DI DALAM KABIN KENDARAAN MINIBUS DENGAN MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS (T. A. Fauzi Soelaiman dan Andini Aritonang) hal. 6-13

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem tata udara di dalam kabin sebuah kendaraan minibus melalui simulasi numerik yang menggunakan perangkat lunak Computational Fluid Dynamics. Dua model tiga-dimensi dari kendaraan tersebut digunakan dalam simulasi. Model pertama adalah kendaraan tanpa penumpang, dan model kedua adalah kendaraan dengan tujuh orang penumpang. Dalam penelitian ini, model penumpang dianggap sebagai salah satu sumber beban pendinginan, sehingga analisis efek pendinginan yang dialami oleh penumpang tidak dilakukan. Perhitungan beban pendinginan juga dilakukan untuk mengetahui beban pendinginan maksimum dengan menggunakan data cuaca kota Jakarta selama tahun 2002. Eksperimen dilakukan dengan menggunakan kendaraan yang sebenarnya untuk mengetahui nilai maksimum kesalahan dari pembacaan temperature hasil eksperimen dan simulasi. Tahap ini memberikan nilai maksimum kesalahan sebesar 10%, yang mana dalam penelitian ini nilai tersebut masih dapat diterima. Simulasi dalam tahap ini dilakukan dengan menggunakan model pertama dan perhitungan pada kondisi tunak. Beberapa simulasi juga dilakukan untuk menganalisis kehandalan sistem tata udara dalam mengatasi beban pendinginan maksimum. Simulasi ini dilakukan dengan memvariasikan laju aliran massa udara yang memasuki kabin, menggunakan model kedua dan perhitungan dalam kondisi transien. Kontur temperatur dan kecepatan yang diperoleh melalui simulasi-simulasi ini memberikan pemahaman yang baik atas korelasi antara faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi udara di dalam kabin.


ANALISIS PERCABANGAN RETAK PADA MATERIAL KERAMIK PIEZOELEKTRIK (IGN Wiratmaja Puja(1), Muhamad Hidayat(1) dan Qing Hua Qin(2)) hal. 14-23

Percabangan atau belokan retak pada material piezoelektrik dapat terjadi akibat pembebanan mekanik atau elektrik. Dalam makalah ini disajikan analisis percabangan retak untuk material keramik piezoelektrik (PZT). Material canggih jenis ini sangat tepat untuk diaplikasikan pada peralatan sensor, aktuator, dan juga bidang struktur pintar. Dengan mengaplikasikan Stroh formalism yang telah dikembangkan untuk elastoelectric, maka boundary value problem dapat diselesaikan dengan transformasi Hilbert. Solusi elastik, elektrik, stress intesity factor, dan strain energi density didapat secara eksplisit dalam bentuk integral yang dapat dipecahkan dengan metoda Gauss-Chebysev-Quadrature. Hasil numerik untuk jenis keramik piezoelektrik (PZT) diberikan untuk ilustrasi perilaku stress-electric intensity factor baik secara kuantitatif maupun kualitatif.


KAJI NUMERIK DAN EKSPERIMENTAL PERPINDAHAN PANAS PADA EVAPORATOR UNTUK MENDINGINKAN (Prihadi Setyo Darmanto, Deddy Dwi Arjanto dan Muhammad Ismail) hal. 24-31

Makalah ini mempresentasikan hasil penelitian tentang model numerik kasus perpindahan panas yang divalidasi dengan hasil eksperimental di laboratorium. Obyek penelitian yang dibahas adalah penukar panas jenis pipa bersirip yang difungsikan sebagai evaporator sebuah mesin pengkondisian udara [AC], di mana refrigeran maupun udara lembab mengalami perubahan fasa selama melewati evaporator. Model numerik yang diusulkan merupakan aplikasi neraca massa dan neraca energi pada elemen volume yang merupakan bagian kecil dari penukar panas bersirip. Hasil pemodelan matematis Persamaan yang mengatur fenomena transfer energi diselesaikan secara numerik dan divalidasi dengan hasil pengamatan eksperimental. Dari hasil validasi nampak bahwa model matematis yang mewakili fenomena fisik yang dibahas dapat diterima dengan baik dan diharapkan dapat pula dipergunakan sebagai metode perancangan sebuah penukar kalor berperubahan fasa seperti evaporator.


PENGGUNAAN TEKNIK APROKSIMASI (METAMODELING) UNTUK MENYEDERHANAKAN MODEL ELEMEN HINGGA DALAM PROSES OPTIMASI (Rachman Setiawan) hal. 32-39

Penggunaan metode elemen hingga dalam optimasi yang melibatkan pemodelan kompleks dan analisis berulang-ulang sering berakibat mahalnya biaya komputasi. Hal ini dapat diatasi dengan memodelkan hubungan antara input dan output dari metode elemen hingga dengan model matematis yang lebih sederhana, yaitu dengan metode aproksimasi (Metamodeling). Dalam makalah ini, konsep Metamodeling diaplikasikan untuk memperkirakan sifat mekanik pelat anisotropik dari input berupa frekuensi pribadinya. Radial basis funtcions dipakai sebagai Metamodel untuk mendekati model elemen hingga dari software ANSYS 6.1. Proses karakterisasi dimodelkan sebagai masalah optimasi dengan meminimalkan beda antara frekuensi target dengan update. Penggunaan metamodel terbukti mempercepat proses optimasi sekaligus meningkatkan kebolehjadian dalam mencapai nilai minimum global fungsi objektif. Hasil akhir prediksi sifat material dipengaruhi oleh akurasi Metamodel yang secara umum baik.

Deskripsi Alternatif :

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT UJI KOMPRESOR REFRIGERASI (Willy Adriansyah) hal. 1-5

Alat uji kompresor torak berdasarkan siklus uap telah dibuat pada penelitian ini dan bekerja dengan baik. Perbedaan utama antara alat uji ini dengan alat uji sejenis yang umum adalah kesederhanaan peralatan dan kemudahan pengoperasian. Dengan alat uji ini kinerja kompresor torak R22 telah diuji dengan menggunakan dua macam refrigeran, yaitu R22 dan HCR22. erdasarkan data eksperimen yang diperoleh, untuk kedua refrigeran tersebut efisiensi isentropik sebagai fungsi dari nisbah tekanan dapat dinyatakan dalam bentuk fungsi polinomial derajat dua. Hasil eksperimen menunjukkan efisiensi isentropik kompresor R22 lebih tinggi bila digunakan refrigeran R22 dibandingkan dengan bila menggunakan HCR22.


ANALISIS SISTEM TATA UDARA DI DALAM KABIN KENDARAAN MINIBUS DENGAN MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS (T. A. Fauzi Soelaiman dan Andini Aritonang) hal. 6-13

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem tata udara di dalam kabin sebuah kendaraan minibus melalui simulasi numerik yang menggunakan perangkat lunak Computational Fluid Dynamics. Dua model tiga-dimensi dari kendaraan tersebut digunakan dalam simulasi. Model pertama adalah kendaraan tanpa penumpang, dan model kedua adalah kendaraan dengan tujuh orang penumpang. Dalam penelitian ini, model penumpang dianggap sebagai salah satu sumber beban pendinginan, sehingga analisis efek pendinginan yang dialami oleh penumpang tidak dilakukan. Perhitungan beban pendinginan juga dilakukan untuk mengetahui beban pendinginan maksimum dengan menggunakan data cuaca kota Jakarta selama tahun 2002. Eksperimen dilakukan dengan menggunakan kendaraan yang sebenarnya untuk mengetahui nilai maksimum kesalahan dari pembacaan temperature hasil eksperimen dan simulasi. Tahap ini memberikan nilai maksimum kesalahan sebesar 10%, yang mana dalam penelitian ini nilai tersebut masih dapat diterima. Simulasi dalam tahap ini dilakukan dengan menggunakan model pertama dan perhitungan pada kondisi tunak. Beberapa simulasi juga dilakukan untuk menganalisis kehandalan sistem tata udara dalam mengatasi beban pendinginan maksimum. Simulasi ini dilakukan dengan memvariasikan laju aliran massa udara yang memasuki kabin, menggunakan model kedua dan perhitungan dalam kondisi transien. Kontur temperatur dan kecepatan yang diperoleh melalui simulasi-simulasi ini memberikan pemahaman yang baik atas korelasi antara faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi udara di dalam kabin.


ANALISIS PERCABANGAN RETAK PADA MATERIAL KERAMIK PIEZOELEKTRIK (IGN Wiratmaja Puja(1), Muhamad Hidayat(1) dan Qing Hua Qin(2)) hal. 14-23

Percabangan atau belokan retak pada material piezoelektrik dapat terjadi akibat pembebanan mekanik atau elektrik. Dalam makalah ini disajikan analisis percabangan retak untuk material keramik piezoelektrik (PZT). Material canggih jenis ini sangat tepat untuk diaplikasikan pada peralatan sensor, aktuator, dan juga bidang struktur pintar. Dengan mengaplikasikan Stroh formalism yang telah dikembangkan untuk elastoelectric, maka boundary value problem dapat diselesaikan dengan transformasi Hilbert. Solusi elastik, elektrik, stress intesity factor, dan strain energi density didapat secara eksplisit dalam bentuk integral yang dapat dipecahkan dengan metoda Gauss-Chebysev-Quadrature. Hasil numerik untuk jenis keramik piezoelektrik (PZT) diberikan untuk ilustrasi perilaku stress-electric intensity factor baik secara kuantitatif maupun kualitatif.


KAJI NUMERIK DAN EKSPERIMENTAL PERPINDAHAN PANAS PADA EVAPORATOR UNTUK MENDINGINKAN (Prihadi Setyo Darmanto, Deddy Dwi Arjanto dan Muhammad Ismail) hal. 24-31

Makalah ini mempresentasikan hasil penelitian tentang model numerik kasus perpindahan panas yang divalidasi dengan hasil eksperimental di laboratorium. Obyek penelitian yang dibahas adalah penukar panas jenis pipa bersirip yang difungsikan sebagai evaporator sebuah mesin pengkondisian udara [AC], di mana refrigeran maupun udara lembab mengalami perubahan fasa selama melewati evaporator. Model numerik yang diusulkan merupakan aplikasi neraca massa dan neraca energi pada elemen volume yang merupakan bagian kecil dari penukar panas bersirip. Hasil pemodelan matematis Persamaan yang mengatur fenomena transfer energi diselesaikan secara numerik dan divalidasi dengan hasil pengamatan eksperimental. Dari hasil validasi nampak bahwa model matematis yang mewakili fenomena fisik yang dibahas dapat diterima dengan baik dan diharapkan dapat pula dipergunakan sebagai metode perancangan sebuah penukar kalor berperubahan fasa seperti evaporator.


PENGGUNAAN TEKNIK APROKSIMASI (METAMODELING) UNTUK MENYEDERHANAKAN MODEL ELEMEN HINGGA DALAM PROSES OPTIMASI (Rachman Setiawan) hal. 32-39

Penggunaan metode elemen hingga dalam optimasi yang melibatkan pemodelan kompleks dan analisis berulang-ulang sering berakibat mahalnya biaya komputasi. Hal ini dapat diatasi dengan memodelkan hubungan antara input dan output dari metode elemen hingga dengan model matematis yang lebih sederhana, yaitu dengan metode aproksimasi (Metamodeling). Dalam makalah ini, konsep Metamodeling diaplikasikan untuk memperkirakan sifat mekanik pelat anisotropik dari input berupa frekuensi pribadinya. Radial basis funtcions dipakai sebagai Metamodel untuk mendekati model elemen hingga dari software ANSYS 6.1. Proses karakterisasi dimodelkan sebagai masalah optimasi dengan meminimalkan beda antara frekuensi target dengan update. Penggunaan metamodel terbukti mempercepat proses optimasi sekaligus meningkatkan kebolehjadian dalam mencapai nilai minimum global fungsi objektif. Hasil akhir prediksi sifat material dipengaruhi oleh akurasi Metamodel yang secara umum baik.


Beri Komentar ?#(1) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiF
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Scan:
    Ena Sukmana (2005-12-05), Editor:

File PDF...