Path: Top > S1-Final Project > Mechanical Engineering-FTMD > 2010

KAJI TERMODINAMIKA SIKLUS BINER PLTP LAHENDONG

THERMODYNAMIC STUDY OF BINARY CYCLE LAHENDONG GEOTHERMAL POWER PLANT

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 10:40:53
Oleh : JOAN GOZALY (NIM : 13106109); Pembimbing : Dr. Ir. Ari Darmawan Pasek; Prof. Dr. Ir. T. A. Fauzi S., MSME, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2010, dengan 7 file

Keyword : PLTP, siklus biner, Lahendong, brine, daya netto.

Panas bumi merupakan salah satu bentuk energi yang ramah terhadap lingkungan dan jumlahnya melimpah di Indonesia. Bentuk energi ini merupakan salah satu bentuk energi alternatif yang dapat mengganti penggunakan energi fosil


yang lebih merusak lingkungan. Fluida panas bumi yang dihasilkan dari sumur produksi berupa fluida campuran antara brine (berfasa cair) dan uap. Siklus pada


pembangkit listrik panas bumi (PLTP) pada umumnya hanya memanfaatkan fluida yang berfasa uap. Sebenarnya, brine dapat dimanfaatkan juga karena masih memiliki energi yang cukup tinggi.


Tugas akhir ini membahas pemanfaatan brine pada PLTP siklus biner. Data diambil dari salah satu sumur yang ada di Lahendong. Pada siklus biner, brine berfungsi sebagai sumber panas yang menguapkan fluida kerja sekunder. Uap fluida sekunder digunakan untuk menggerakkan turbin dan generator guna menghasilkan daya listrik. Fluida kerja sekunder yang dapat digunakan di antaranya iso-pentana, normal-pentana, iso-butana, dan normal-butana. Untuk


mendapat fluida kerja terbaik yang menghasilkan daya listrik netto terbesar, perlu dilakukan kajian terhadap fluida tersebut.


Hasil kajian menunjukkan parameter yang mempengaruhi kinerja siklus biner adalah jenis fluida kerja sekunder, tekanan kerja evaporator, temperatur pinch penukar panas, tipe dan keterbuatan penukar panas, dan kandungan silika


terlarut. Fluida kerja yang dipilih sebagai fluida kerja untuk siklus biner di salah satu sumur di Lahendong adalah normal-pentana. Kondisi kerja yang dipilih adalah tekanan kerja evaporator 147 o kPa dan temperatur pinch sebesar 5 oC.


Selain kajian di atas, dalam tugas akhir ini juga dirancang komponenkomponen penukar panas yang terdiri dari preheater, evaporator, dan kondensor. Preheater dirancang memiliki tipe AET dengan diameter cangkang sebesar 1,45 m; panjang pipa 7,315 m; dan menggunakan pipa 1 inci BWG 16 yang disusun dengan sudut 45o. Evaporator dirancang memiliki tipe AKT dengan diameter cangkang 1,4 m; panjang 9,753 m, dan menggunakan pipa 1 inci BWG 16 yang disusun dengan sudut 45o. Material pipa untuk preheater dan evaporator adalah Duplex Stainless Steel SAF 2205, sedangkan material cangkang adalah ASTM A516-60. Kondensor dirancang untuk menggunakan media pendingin udara; memiliki dimensi 14x19 m; menggunakan enam buah kipas aliran hisap dengan diameter masing-masing 4,7 m, dan membutuhkan daya sebesar 624 kW. Daya netto hasil koreksi setelah perancangan penukar panas sebesar 2,7 MW.

Deskripsi Alternatif :

Geothermal energy is one form of energy that is clean and abundant in Indonesia. Geothermal is one form of alternative energy that can replace fossil energy which is more harmfull to the environment. Geothermal fluid produced


from production wells is usually in the form of fluid mixture between brine (liquid phase) and vapor. Geothermal power plant cycle generally use only the vapor form, whereas the brine can be used also because they still have enough energy.


This final project concerns about brine used in binary cycle geothermal power plant. The data is taken from one of many wells in Lahendong. In binary cycle geothermal power plant, brine acts as a heat source that will vaporize a


secondary working fluid. The secondary working fluid vapor will rotate turbine and generator to generate electrical power. Secondary working fluid that can be used in binary cycle for among others are iso-pentane, normal pentane, iso-butane, and normal-butane. To get the best secondary working fluid that generates the largest net electrical power, a study must be conducted on these fluids.


The study shows that parameters that affect the performance of the binary cycle are the kind of secondary working fluid; the working pressure of the evaporator; the heat exchanger pinch temperature; the type and the possibility to make the heat exchanger; and the silica content in brine. Preferred working fluid chosen for a binary cycle for one of many wells in Lahendong is normal-pentane.


The selected working conditions are 147 o kPa evaporator pressure and 5oC pinch temperatur. Beside the above study, this final project also designed the heat exchanger


components consisting of preheater, evaporator, and condenser. Preheater AET was designed in 1.45 m shell diameter; 7.315 m long tube; using 1 inch BWG 16


pipe arranged at an angle of 45o. Evaporator was designed to have the type of AKT with 1.4 m shell diameter; 9.753 m long tube; and also using 1 inch BWG 16 pipe which is arranged at an angle of 45o. Tube material for the preheater and the evaporator is Duplex Stainless Steel SAF 2205 whereas the material for the shell is ASTM A516-60. Condenser was designed to use air cooling media; will


has dimension of 14x19 m, using six induced flow fans with 4.7 m diameter for each fan, and requires 624 kW power. Net power correction result after the heat exchanger design is 2.7 MW.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Dr. Ir. Ari Darmawan Pasek; Prof. Dr. Ir. T. A. Fauzi S., MSME
    , Editor: PKL-SMK

File PDF...