Path: Top > S1-Final Project > Biology-SITH > 2017

Fenomena Pemakaian Sepatu Heels dengan Ketinggian dan Diameter Berbeda terhadap Kestabilan, Distribusi Tekanan Telapak Kaki, Aktivitas dan Kelelahan Otot, serta Penampilan pada Saat Berdiri

Phenomenon on Wearing Heeled Shoes with Different Height and Contact Area to Appearance, Stability, Plantar Pressure Distribution, Posture, Leg Muscle Activity and Fatigue during Standing

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 12:03:11
Oleh : JENIFER KIEM AVIANI (NIM : 10613011), S1 - Department of Biology
Dibuat : 2017-09-27, dengan 1 file

Keyword : Sepatu heels, penampilan, stabilitas, postur, distribusi tekanan, aktivitas dan kelelahan otot

Kehidupan manusia modern di perkotaan membutuhkan sepatu yang nyaman yang dapat menunjang berbagai aktivitas dan penampilan sehari-hari. Khususnya pada kaum wanita, sepatu memiliki nilai estetika yang tinggi karena dianggap dapat memperbaiki penampilan dan meningkatkan rasa percaya diri. Terlepas dari penampilan yang menawan, diketahui sepatu dengan tumit tinggi berdampak negatif terhadap kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat profil pemakaian sepatu, pengaruh heels pada penampilan dan kepercayaan diri, stabilitas, postur tubuh, tekanan telapak kaki, dan aktivitas serta tingkat kelelahan otot pada saat berdiri memakai sepatu heels pada narauji wanita Penentuan narauji serta pembuatan profil preferensi sepatu terhadap penampilan diperoleh melalui kuesioner. Pengujian dilakukan terhadap tujuh wanita dewasa (kisaran : usia = 19-21 tahun, tinggi = 148-156 cm, berat badan= 50-55 kg) dengan 12 macam perlakuan, dimulai dari posisi berdiri dengan kaki telanjang (barefoot) hingga memakai 11 jenis sepatu dengan 3 diameter dan 4 ketinggian yang berbeda untuk 4 tipe pengujian. Pada pengujian digunakan alat ukur: 1) forceplate, yang dapat melihat pergerakan titik tekan (center of pressure/COP) sebagai parameter kestabilan, 2) piezoelectric, sensor yang dapat mengubah tekanan menjadi tegangan, 3)electromyogram, sensor yang dapat mendeteksi perbedaan potensial pada aktivitas otot. Pengujian yang diukur meliputi: (1) keseimbangan tubuh saat di atas forceplate, (2) postur tubuh melalui foto tampak samping, (3) distribusi tekanan telapak kaki dengan piezoelectric insole, dan (4) aktivitas otot dengan electromyogram superfisial pada 4 jenis otot yang berbeda yakni (a) extensor digitorum brevis (EDB), (b) gastrocnemius (Gas), (c) rectus femoris (RF), dan (d) erector spinae (ES). Hasil analisa menunjukkan (1) tipe sepatu tidak berpengaruh signifikan terhadap keseimbangan (Friedman, p >0.05), namun didapatkan urutan rataan stabilitas sepatu terendah hingga tertinggi adalah pointed high, chunky, dan wedges high, (2) postur tubuh berdasarkan Two-Way ANOVA (p<0.05) berbeda nyata untuk kaki tanpa sepatu (p=0.00), dan saat bersepatu pointed mid (p= 0.012), bagian tubuh berbeda signifikan pada sudut mata kaki (3) tekanan kaki tidak berbeda signifikan untuk pemakaian sepatu berbeda, namun berbeda nyata pada bagian depan (p = 0.04), dan (4) aktivitas otot paling tinggi dan kelelahan otot paling cepat pada saat pemakaian sepatu pointed very high (p<0.05), kelelahan otot paling cepat ditunjukkan oleh otot extensor digitorum brevis. Jadi dapat disimpulkan bahwa pemakaian sepatu dengan diameter lancip/pointed dan tinggi paling berpengaruh terhadap stabilitas, postur, tekanan telapak kaki, dan aktivitas otot. Pemilihan sepatu didasari atas faktor kenyamanan dan penampilan. Sehari-hari mahasiswi ITB mengenakan sepatu flat shoes dan sneakers yang paling nyaman,

untuk berjalan-jalan mengenakan sepatu wedges yang nyaman namun bergaya sementara saat acara formal mengenakan sepatu stiletto.

Deskripsi Alternatif :

In modern society, people who live in urban cities need comfortable shoes which can support various daily activities and have attractive appearance. Especially in women, shoes have high aesthetic values because shoes are considered improve appearance and enhance confidence. Contrast with attractive appearance, high heeled shoes have negative effects on health. High heel shoes could reduce: muscle movement around ankle, total foot movement, and balance control that may cause injury. This research is purposed to observe shoes preferences profile, perception on wearing high heels to appearance and confidence, and physiological phenomenon when wearing heeled shoes during standing: stability, body posture, plantar pressure distribution, and muscle activity and fatigue rate. Perception on high heels and subject selection were done using online questionnaire. Seven female subjects (age: 19-21 years old, height= 148-157 cm, weight= 50-55 kg) were selected to participate in this experiment. Experiment was consisted of 4 tests: 1) standing balance on force plate that could saw centre of pressure/COP movement as stability parameter; 2) body posture using sagittal view photograph; 3) plantar pressure distribution using home-made piezoelectric insole, a transducer that converts pressure into voltage; 4) muscle activity and fatigue using electromyogram MyoWare in 4 muscles (a) extensor digitorum brevis (EDB), (b) gastrocnemiu (Gas), (c) rectus femoris (RF), and (d) erector spinae (ES). In each test, all subjects were asked to stand while wearing 11 types of shoes with 4 different height and 3 different diameter and bare foot as control. Final results show that: (1) shoes type don’t have significant effect on stability (Friedman, p>0.05), however the result showed stability rank from unstable to stable: pointed high, chunky, wedges high; (2) body posture according to Two-Way ANOVA (p<0.05) significantly different in bare foot and pointed mid (p=0.012), body landmark significantly different in plantar flexion angle when wearing different type of shoes; (3) there isn’t any significant difference when wearing different type of shoes in plantar pressure distribution, however heel height affected front foot pressure significantly (p=0.04); (4) muscle activity is highest and fatigue is fastest in pointed very high shoes, the fastest fatigue was shown by extensor digitorum brevis muscle. In conclusion, wearing pointed type and high heel shoes decrease stability, increase frontal pressure, muscle activity and muscle fatigue, also affect body posture. Shoe type preferences was based on comfort rate and effect to appearance. ITB students wear sneakers and flat shoes daily, when hang out the wear wedges that are fashionable but comfortable, while in formal occasions, they wear stiletto shoes that improve appearance.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Dr. Lulu Lusianti Fitri, M.Sc., Editor: cecep hikmat

File PDF...