Path: Top > S2-Theses > Development Studies-SAPPK > 2008

KONSEPSI PELIBATAN TUGAS OPERASI MILITER SELAIN PERANG (OMSP) TNI DALAM PENANGGULANGAN BENCANA (Studi Kasus : Operasi Bhakti TNI Paska Bencana Gempa di Nias, 2005)

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:28:19
Oleh : JAMES PANJAITAN (NIM 24006013); Pembimbing: Dr.Ir. Bambang Kismono Hadi dan Dr.Ir. Krishna S. Pribadi, S2 - Development Studies
Dibuat : 2008, dengan 8 file

Keyword : Penanggulangan Bencana, Operasi Militer Selain Perang, Disaster Response, Military Operation Other than War

Bencana gempa bumi di Nias 28 Maret 2005 telah menghancurkan hampir seluruh infrastruktur yang ada. Kondisi wilayah Nias yang terisolasi menyulitkan proses pemberian bantuan dan pemulihan korban bencana gempa bumi. Bencana gempa di Nias 2005 berbeda dengan bencana gempa daerah lainnya karena letak Nias yang terpencil dan hanya bisa diakses melalui jalur laut dan udara. Selain itu Nias juga kurang mendapat perhatian baik secara nasional maupun internasional. Banyak pihak yang menyayangkan lambannya penanganan bencana dan distribusi yang tidak tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tugas OMSP TNI dalam penanggulangan bencana yang dilaksanakan melalui Operasi Bhakti TNI paska bencana Nias, hambatan yang dihadapi. Selanjutnya mengusulkan kebijakan terkait tugas OMSP TNI dalam penanggulangan bencana dalam rangka peningkatan kinerja TNI dalam penanggulangan bencana ke depan.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi kasus tugas OMSP TNI melalui Operasi Bhakti paska bencana Nias. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Data diambil secara langsung ke lapangan dengan membuat catatan lapangan, meminta salinan dokumen dan mengambil gambar kondisi lapangan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tugas OMSP TNI didasarkan pada UU No.3 tahun 2003, UU No.34 tahun 2004, Doktrin Tridek bahwa Tugas TNI dalam Penanggulangan Bencana adalah membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian, pemberian bantuan kemanusiaan. Peraturan-peraturan tersebut belum ada yang mengatur apa dan sejauhmana bentuk keterlibatan TNI dalam setiap tahapan penanggulangan bencana yaitu sebelum bencana, saat bencana dan paska bencana. Meskipun sebenarnya TNI telah melaksanakan tugas OMSP melalui Operasi Bhakti TNI di Nias, dalam hal ini dikendalikan oleh Korem 023/Kawal Samudera. Program ini merupakan OMSP dalam kategori Civic Mission, telah memulihkan kehidupan masyarakat Nias paska bencana. Hal ini terbukti dengan sesuainya target dengan hasil yang dicapai. Penanganan korban dan evakuasi, pendistribusian bantuan pangan dan obat-obatan ke pelosok daerah-daerah terisolasi/terpencil di Nias termasuk hasil capaian terhadap rekonstruksi jalan, jembatan, gedung sekolah dan tempat ibadah. Meskipun demikian, dalam implementasinya ditemukan adanya hambatan yaitu belum terpenuhinya prinsip-prinsip OMSP dalam pelaksanaan tugas OMSP TNI yaitu pada aspek pengendalian, keterpaduan dan legislasi.

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa mengingat manfaat dan hasil capaian yang didapat dalam pelaksanaan tugas OMSP TNI maka usulan peningkatan kinerja TNI dalam penanggulangan bencana alam sebagai bentuk operasi bantuan kemanusian dalam rangka efektifitas operasi militer selain perang perlu dilakukan langkah-langkah konstitusional dan institusional meliputi kebijakan, strategi, metode dan implementasi yang profesional dan akuntabel pada setiap tahapan penanggulangan bencana sesuai kompetensi TNI.

Deskripsi Alternatif :

Earthquake in Nias, 28 March 2005 had devastated most of the infrastructures. Geographically, Nias is isolated area makes difficult in distributing assistances and recovering for casualties. Nias natural disaster is different with others because the location which is isolated and can be reached only through air and sea transportations. Besides that, Nias also lacks of national and international attentions. Many people disappointed that disaster relief is late and the distribution of emergent assistance is inappropriate. This research aims for examining to what extent the TNI role both in normative and actual through Operasi Bhakti post Nias disaster, the constraint faced related to the lately and inappropriate relief and how to increase the performance of TNI in the military operation for humanitarian assistance in order to achieve MOOTW effectiveness in the future.

This research uses the qualitative-descriptive method with a case study approach of the TNI MOOTW task within Operasi Bhakti post Nias disaster. Data used are primary data and secondary data. These data are collected by using the technique of interview, observation and documentation. Data are directly collected from the samples of ground, documents and pictures.

The research result shows that the TNI MOOTW task is based on the Law no.2/2003, the Law no.34/2004, Tridek TNI Doctrine and the government policy no /2001. These regulations have not ruled to what kind and the extent to which TNI involved within every step of the disaster management that is pre disaster, during disaster and post disaster. Eventhough, actually TNI has implemented the MOOTW task through Operasi Bhakti TNI in Nias. In this case it was conducted by Korem 023/Kawal Samudera which is then categorised as civic mission. This program had recovered Nias community's lives post disaster. The empirical evidences show that it achieved the planned targets. It consisted of the handling of casualties, evacuation, distribution of foods and medicines to isolated are in Nias, the achievement of reconstruction for roads, bridges, school buildings and pray building. However, its implementation had found the constraint that is unfulfilling of OMSP principles within TNI MOOTW task. They are on command and control, integrity, and legislation aspects. These gaps had caused the handling of disaster is late and distribution of emergent assistance is inappropriate.

From the research result can be concluded that because of the function and good result owned by this TNI MOOTW task. So it is proposed in every step of management disaster to increase the TNI capacity in disaster relief as the form of humanitarian assistance for MOOTW needs the constitutional effort and institutional as well to embrace policy, strategy, method and implementation which are clear and accountable within every step of disaster management which is suitable with TNI's competence.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Dr.Ir. Bambang Kismono Hadi dan Dr.Ir. Krishna S. Pribadi , Editor: Vika A. Kovariansi

File PDF...