Path: TopS1-Final ProjectGeodesy and Geomatics Engineering-FITB2012

PEMETAAN GELOMBANG LAUT DENGAN METODE PEMODELAN NUMERIK DAN PEMANFAATANNYA UNTUK MENGIDENTIFIKASI KERENTANAN WILAYAH PESISIR TERHADAP ABRASI (WILAYAH STUDI: KABUPATEN DAN KOTA CIREBON)

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-10-09 10:51:08
Oleh : IRWAN ABDUL ROHMAN (NIM 15108007); Pembimbing: Dr. rer. nat. Wiwin Windupranata, ST., M.Si. dan Dr. Ir. Dwi Wisayantono, MT. , S1 - Department of Geodetic Engineering
Dibuat : 2012-08, dengan 7 file

Keyword : gelombang, metode numerik, SWAN, kerentanan pesisir terhadap abrasi

Sebagai negara kepulauan, banyak penduduk Indonesia yang tinggal di kawasan pesisir. Kawasan pesisir merupakan daerah peralihan antara ekosistem darat dengan ekosistem laut yang saling berinteraksi dan mempunyai karakteristik beragam di setiap tempatnya. Banyaknya interaksi yang terjadi akan berdampak pada kondisi kawasan pesisir, salah satunya adalah kerentanan terhadap abrasi yang disebabkan oleh fenomena laut. Gelombang merupakan salah satu aspek yang mempengaruhi kerentanan pesisir terhadap abrasi. Karena data pengukuran gelombang pada umumnya relatif sulit diperoleh, data gelombang dapat diperoleh melalui metode pemodelan numerik, seperti yang dilakukan pada penelitian ini untuk memperoleh data gelombang di wilayah pesisir Cirebon. Data yang diperlukan untuk melakukan pemodelan adalah data kedalaman laut dan data angin. Data tersebut menjadi input pemodelan gelombang menggunakan perangkat lunak Simulating Waves Nearshore (SWAN) yang akan menghasilkan karakteristik gelombang seperti tinggi signifikan, periode dan arah gelombang. Uji analisis sensitifitas diperlukan untuk menguji sensitifitas setiap parameter masukan pada model. Parameter yang menjadi input pada uji sensitifitas adalah jumlah grid, kecepatan angin, kondisi fisik dan langkah waktu perhitungan. Model gelombang yang didapatkan digunakan untuk mengidentifikasi kerentanan wilayah pesisir Cirebon terhadap abrasi. Berdasarkan pemodelan yang dilakukan, tinggi signifikan gelombang maksimum pada musim angin timur adalah 0,616 m dengan arah menuju barat dan barat laut. Sedangkan pada musim angin barat tinggi signifikan gelombang maksimum adalah 0,744 m dengan arah menuju tenggara dan selatan. Berdasarkan karakteristik gelombang yang dihasilkan dari pemodelan dan IKPA disimpulkan bahwa terdapat satu kecamatan yang termasuk dalam kategori kurang rentan, dan sembilan kecamatan lainnya termasuk dalam kategori rentan. Kecamatan yang kurang rentan adalah Kecamatan Lemahwungkuk. Sedangkan kecamatan yang rentan adalah Kecamatan Kapetakan, Suranenggala, Gunung Jati, Kejaksaan, Mundu, Astanajapura, Pangenan, Gebang dan Losari.

Deskripsi Alternatif :

As an archipelagic country, most of Indonesian people live along the coastal area. Coastal is a transition area between land ecosystem and the marine ecosystem. It connect each other and have a various characteristic at different places. This interaction affect to the coastal area condition, as an example is the coastal erosion vulnerability due to ocean phenomenon. Sea wave is one of the phenomenon that affect coastal vulnerability. Since in general sea wave measurement data is very hard to find, numerical modelling of the sea wave is an alternative method to provide sea wave data, as it is carried out in this research. Required data for this modelling process are bathymetry and wind data. These data are used as input for sea wave modelling using SWAN (Simulating Waves Nearshore). The sea wave characteristics produced from this modelling are wave statistics parameters such as significant height, period and direction of sea wave. Sensitivity analysis is needed to test the sensitivity of parameters to the result. The input parameters in this sensitiviy test include total grid, wind velocity, physical condition and time step. The sea wave model results are used to identify the vulnerability of Cirebon coastal area. Based on the result, the maximum significant wave height on the east monsoon period is 0,616 m with direction to the west and northwest. While on the west monsoon period the maximum significant wave height is 0,744 m with direction to the south and southeast. Based on sea wave chacracteristic obtained from modelling, Kecamatan Lemahwungkuk is the less vulnerable area to coastal erosion. Whereas Kecamatan Kapetakan, Suranenggala, Gunung Jati, Kejaksaan, Mundu, Astanajapura, Pangenan, Gebang and Losari are the most vulnerable areas to coastal erosion.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS1 - Department of Geodetic Engineering
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Dr. rer. nat. Wiwin Windupranata, ST., M.Si. dan Dr. Ir. Dwi Wisayantono, MT., Editor: Dila Farida Nurfajriah

File PDF...