Path: Top > S2-Theses > Business Administration-SBM > 2018

PROSES SELEKSI REKOMENDASI PEMBANGKIT LISTRIK ENERGI TERBARUKAN UNTUK PRODUSEN DAYA INDEPENDEN DI INDONESIA

RENEWABLE ENERGY POWER PLANT RECOMMENDATION SELECTION PROCESS FOR INDEPENDENT POWER PRODUCER IN INDONESIA

Master Theses from JBPTITBPP / 2018-06-09 08:35:30
Oleh : IRFAN FARHAN SUDRAJAT (NIM 29316087), S2 - Business Administration-SBM
Dibuat : 2018-06-09, dengan 1 file

Keyword : Decision Making, Fuzzy Analytical Hierarchy Process, Renewable Energy Power Plant, Simple Multi Attribute Rating Technique.

Kebutuhan energi nasional yang terus meningkat tanpa diimbangi dengan kemampuan produksi dalam negeri membuat Indonesia harus memasok kebutuhan tersebut dari luar negeri (impor). Namun kegiatan ini ternyata berdampak terhadap keekonomian indonesia dimana transaksi tersebut dilakukan dalam jumlah yang sangat besar yakni mencapai USD 2.5 miliar pada industri petrokimia. Untuk mengurangi masalah ini, pemerintah menyeimbangkan penggunaan energi berbasis minyak dengan energi berbasis listrik. Tertuang dalam kebijakan energi nasional dimana bauran energi terbarukan sebesar 7.7% pada tahun 2016 menjadi 25% pada tahun 2025. Untuk mendukung kebijakan ini, maka diperlukan pembangunan pembangkit listrik dengan sumber daya energi terbarukan dalam rangka mengurangi polusi sebagai tindakan proaktif Indonesia dalam mengurangi efek rumah kaca dunia.

Namun, keberagaman pembangkit listrik dengan sumber daya terbarukan yang memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing baik dari segi potensi, dana, politik, ekonomi, sosial, teknologi, legal, dan lingkungan, membuat produsen listrik independen kesulitan dalam menentukan jenis pembangkit listrik yang tepat untuk dijalankan.

Untuk mendukung keputusan produsen listrik independen tersebut, maka dipilihlah metode gabungan FAHP dengan SMART dengan tujuan mendapatkan gambaran luas dari segi politik, ekonomi, sosial, teknologi, legal, lingkungan, potensi, dan dana dari setiap pembangkit listrik berdasarkan penilaian ahli dan data riset.

Hasil yang diperoleh adalah, ahli merekomendasi bahwa pembangkit panas bumi dan hidro menjadi pilihan utama untuk dijalankan dengan kriteria nilai ekonomi, dampak lingkungan, dan masalah legal adalah hal-hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanan. Namun ketika rekomendasi ini diselaraskan dengan potensi energi masing-masing pembangkit dan dengan mempertimbangkan dana yang harus dikeluarkan dalam pembuatan unit pembangkit, hasil yang didapat adalah pembangkit hidro dan solar menjadi pilihan utama dimana dana yang harus dikeluarkan sedikit sedangkan keuntungan yang didapat lebih besar.

Deskripsi Alternatif :

National energy demand that increase without followed by the ability of domestic production made Indonesia must supply energies from abroad (import). Turned out that this activity have an impact on the economy of Indonesia where the transaction is in a very large amount of which reached $ 2.5 billion in the petrochemical industry. To reduce this problem, the government balances the use of oil-based energy with electricity-based energy. It is embodied in the national energy policy where the renewable energy mix is 7.7% in 2016 to 25% by 2025. To support this policy, it is necessary to develop a power plant with renewable energy resources in order to reduce pollution as Indonesia's proactive action in reducing the greenhouse effect world.

However, the diversity of renewable energy power plant that have their own respective advantages and disadvantages in terms of potential, funding, political, economic, social, technological, legal and environmental, made independent power producers difficult to determine the best type of power plant to invest.

To support the decision of the independent power producer, combination of SMART and FAHP was chosen with the aim of gaining a broad overview of the political, economic, social, technological, legal, environmental, potential, and financial aspects of each power plant based on expert judgment and research data.

The results obtained are, experts suggest geothermal and hydro plants become the main choice to run with economic, environmental, and legal criteria are things to be considered in the implementation. However, when these recommendations are aligned with the energy potential of each plant and considering the funds that must be incurred in the process of making the power plant unit, the results obtained that hydro and solar power plant are the main choice which low cost and high benefit.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS2 - Business Administration-SBM
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Dr. Bambang Purwoko Kusumo Bintoro, Editor: Roosalina Vanina Viyazza

File PDF...