Path: Top > S2-Theses > Architecture-SAPPK > 2010

PENGARUH INDUSTRI RUMAH TANGGA TERHADAP HUNIAN PENGRAJIN TEMPE DI KAMPUNG SANAN, MALANG

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:24:10
Oleh : INDRABAKTI SANGALANG (NIM : 25207012), S2 - Architecture
Dibuat : 2009, dengan 8 file

Keyword : pola pemanfaatan ruang, pola perubahan ruang, fasade, faktor internal dan eksternal, industri rumah tangga, kualitas hunian sehat

Kampung Sanan di Kota Malang merupakan kampung kota yang telah ada sejak masa kolonial. Pada awal mulanya, hunian di kampung ini hanya digunakan untuk tempat tinggal, namun kemudian penduduk mulai menggunakan hunian mereka






untuk memproduksi serta menjual tempe dan keripik tempe, dan saat ini Kampung Sanan telah menjadi sentra industri tempe. Tempe dan keripik tempe telah menjadi produk makanan unggulan Kota Malang, oleh karena itu Kampung Sanan menjadi sangat penting bagi kota ini. Pemanfaatan hunian untuk kegiatan usaha memungkinkan terjadinya perubahan dan pengurangan pada ruang untuk tempat




tinggal serta mempengaruhi kualitas ruang hunian.




Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pola pemanfaatan ruang dan perubahannya akibat adanya fungsi tambahan sebagai tempat industri rumah tangga, mengidentifikasi perubahan pada fasade hunian karena pengaruh kegiatan usaha, mengidentifikasi faktor-faktor internal maupun eksternal yang mempengaruhi pola pemanfaatan ruang dan perubahannya, dan untuk




mengidentifikasi peningkatan atau penurunan kualitas ruang hunian akibat adanya industri rumah tangga.






Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuisioner, melakukan wawancara, penggambaran denah hunian dan pengambilan foto hunian. Untuk menilai tingkat kesehatan pada hunian, digunakan modul Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2004 untuk perumahan secara umum yang mengevaluasi 14 variabel. Pada proses




analisis, selain dilakukan analisis kualitatif juga dilakukan analisis data statistik untuk memperkuat tingkat objektivitas dan validitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar dari pemilik hunian tidak melakukan perubahan pada huniannya. Pemanfaatan ruang-ruang domestik untuk kegiatan usaha umumnya dilakukan oleh pemilik hunian, baik yang melakukan






perubahan maupun yang tidak melakukan perubahan. Dengan kata lain, penghuni memilih beradaptasi terhadap kegiatan usaha daripada melakukan perubahan untuk memisahkan ruang tempat tinggal dengan ruang kerja. Untuk perubahan hunian, yang dilakukan penghuni adalah perluasan ruang, menambah ruang, menambah dinding, atau mengubah fungsi ruang. Alasan melakukan perubahan




adalah untuk perkembangan usahanya, bukan untuk memberikan kondisi yang nyaman untuk bertempat tinggal bagi anggota keluarga ataupun untuk menunjukkan status penghuninya. Pola pemanfaatan ruang dan perubahan pada ruang-ruang hunian dipengaruhi baik oleh faktor ekstenal maupun faktor internal. Untuk faktor ekternal, adanya




perubahan tren pada produk seperti rasa, bentuk dan kemasan telah meningkatkan permintaan dan menambah kegiatan usaha, sehingga dibutuhkan ruang kerja yang




lebih luas. Selain itu, perkembangan infrastruktur memberikan kemudahan akses bagi distribusi barang dan pengunjung. Sedangkan untuk faktor internal, tingkat




pendidikan penghuni dan tingkat pendapatan bernilai penting, karena pemilik usaha yang lebih tinggi tingkat pendidikannya dan/atau lebih tinggi tingkat




pendapatannya telah memperbanyak jenis kegiatan usaha mereka. Kepemilikan tanah dan hunian memberikan pengaruh tidak langsung pada perubahan ruangruang hunian. Pemilik yang mengembangkan kegiatan usahanya dengan membuka




toko/showroom telah melakukan perubahan pada fasade huniannya. Penilaian hunian dengan menggunakan modul Susenas untuk perumahan secara umum menunjukkan bahwa hampir seluruh hunian responden memiliki nilai baik




atau sedang: ini mengindikasikan bahwa kegiatan industri rumah tangga tidak menyebabkan hunian-hunian tersebut menjadi tidak sehat. Berdasarkan hasil observasi, sebagian besar pemilik usaha telah berusaha untuk meminimalkan dampak negatif dari kegiatan produksi tempe dan keripik tempe seperti asap, uap panas dan bau, sedangkan limbah hasil produksi digunakan untuk makanan ternak sapi.

Deskripsi Alternatif :

Kampung Sanan in Malang is an urban village that has been existed since the colonial period. At the beginning it was used only for dwelling, but later on its




inhabitants started to use their houses to produce and sell tempe and keripik tempe (tempe chips), and now it has become a tempe home industry centre. As tempe and keripik tempe have become one of Kota Malang’s foremost food product, therefore Kampung Sanan has also become a very important village in this city. It is considered that the use of houses for business activities might alter and reduce available space for living as well as the quality of the living space. The purposes of this research are to to identify space utilization patterns and the changes related to additional function as home based industry, to identify changes in house facades due to business activities, to identify internal and external factors affecting space utilization patterns and their changes, and to identify the increase




or decrease of dwelling space quality due to home based industry. Descriptive qualitative method has been used in this research. Data have been collected through distribution of questionnaires, interviews with certain persons, drawing of houses plan, and taking photographs of dwelling units. Modul Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) in 2004 for common housing that evaluated 14 variables has been used to assess the degree of healthiness of each house. Qualitative analysis as well as statistical data analysis have been performed in




order to enhance objectivity and validity of results.




The analysis shows that most housing owners have not made any change on his or her houses. However, the utilization of some domestic rooms for business activities has been prevalent in either those who made changes or have not made any change. In other words, the inhabitants have adapted themselves to the business activities instead of making any change to separate living and working spaces. Those who made changes have enlarged rooms, add rooms, add walls, or change room function. The purpose of the changes is to cater for their business, not for better living condition of the family members or to enhance the status of




the owner. Space utilization patterns and the changes of the dwelling spaces have been affected by both external and internal factors. Externally, the changing trend of




the products like changes in flavor, shapes, and packaging, has been followed by significant increase of demands and business activities, therefore requiring morespace. Also, the improvement of roads has increased accessibility for goods and visitors. Internally, the level of education of the owner and the level of revenue are important because those having higher level of education and/or higher level of revenue have diversified their business activities. Ownership of the




land and the house has had indirect effect on the changes of the dwelling spaces. Those who expanded their business activities by opening store/showroom have




made changes in their dwelling facade. Assesment of the houses using Susenas modul for common housing has shown




that almost all of the respondent’s houses are good or fair, indicating that home industry activities have not caused those houses to become unhealthy. Based on




observation, most owners have attempted to minimize the negative effects of tempe and keripik tempe production, such as smoke, steam, and foul smell, and have used the waste products to feed cattle.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing :Ir. Sutan Hidayatsyah, MSP; Ir. Fashridjal M. Noor Sidin, MS, MSc, Editor: PKL-SMK

File PDF...