Path: Top > S1-Final Project > Biology-SITH > 2017

POTENSI BLACK GARLIC SEBAGAI AGEN ANTIBAKTERI DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 10:13:34
Oleh : INDAH PURWANINGSIH (NIM : 10613041), S1 - Department of Biology (Indahpwnh@gmail.com)
Dibuat : 2017-08-30, dengan 1 file

Keyword : Black garlic, antibakteri, senyawa bioaktif, Staphylococcus aureus, Escherichia coli

Bawang putih (Allium sativum L.) adalah tanaman yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional karena aktivitas biologis yang dimilikinya seperti antimikroba, antioksidan, antikanker, proteksi sistem kardiovaskuler dan penanganan infeksi opportunistik HIV/AIDS. Namun banyak masyarakat yang tidak dapat menggunakannya karena aromanya menyebabkan bau mulut dan tidak enak jika dikonsumsi secara langsung, sehingga dilakukan pengembangan produk yaitu black garlic yang sudah dimanfaatkan sejak lama oleh masyarakat Korea dan Tiongkok. Black garlic dipercaya memiliki kemampuan sebagai antimikroba yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba secara luas, mencakup virus, jamur, bakteri, juga dapat menghambat bakteri gram positif maupun negatif. Penelitian ini dilakukan untuk menguji aktivitas antibakteri dari black garlic terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Pembuatan black garlic dilakukan dengan pemanasan pada suhu 65-80oC selama 30 hari tanpa tambahan perlakuan. Selama proses pembuatan black garlic dilakukan isolasi dan perhitungan bakteri dengan metode serial dilusi dan angka lempeng total setiap 5 hari sekali. Pada pembuatan black garlic, bakteri yang ditemukan terlalu sedikit untuk dihitung dan hanya ditemukan 3 isolat. Black garlic dengan konsentrasi (w/v) 100; 50; 25; 12,5; 6,25; dan 3,13mg/mL dan akuades steril sebagai kontrol negatif, diuji aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan metode difusi kertas cakram dengan melihat diameter zona hambat pertumbuhan bakteri. Hasil yang diperoleh untuk Staphylococcus aureus berturut-turut 12,13; 6,88; 3,94; 3,75; 1,75; dan 1mm dan untuk Escherichia coli 15,88; 11,63; 5,38; 6,81; 3,63, dan 1mm. Dilakukan pula uji ketahanan penyimpanan black garlic setiap 1 minggu sekali selama 4 minggu dengan metode serial dilusi dan angka lempeng total. Pada uji ketahanan penyimpanan black garlic bakteri yang ditemukan juga terlalu sedikit untuk dihitung hanya ditemukan 4 isolat. Profil bioaktif bawang putih melalui GC-MS memberikan hasil allicin dan ajoene sebagai antibakteri, sedangkan pada black garlic adalah 2-furancarboxaldehid, furanon, asam heksadekanoat. Jadi disimpulkan pembuatan black garlic lebih melibatkan reaksi kimia dalam bawang putih dibandingkan proses fermentasi dan black garlic aman dari kontaminasi bakteri selama penyimpanan, serta black garlic berpotensi sebagai antibakteri terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Escherichia coli karena kandungan senyawa bioaktifnya.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing :




    Dr. Dea Indriani Astuti, S.Si




    Dr. Indra Wibowo, S.Si., M.Sc., Editor: Irwan Sofiyan

File PDF...