Path: Top > S1-Final Project > Engineering Physics-FTI > 2015

EVALUASI KINERJA DAN UPAYA EFISIENSI ENERGI SISTEM TATA UDARA PADA SEBUAH BANGUNAN HOTEL DI BANDUNG

PERFORMANCE EVALUATION AND ENERGY EFFICIENCY IMPROVEMENT OF AIR CONDITIONING SYSTEM AT HOTEL IN BANDUNG

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 11:05:17
Oleh : IKA KHOIRUN NISA (NIM : 13311023); BALQIS AFIFAH (NIM : 13311061); Pembimbing : Ir. FX Nugroho Soelami, MBEnv, Ph.D; Ir. Wisnu Hendradjit, M.Sc.E., S1 - Department of Engineering Physics
Dibuat : 2015, dengan 7 file

Keyword : Sistem Tata Udara, Efisien, CLTD, EnergyPlus

Sistem tata udara berkontribusi lebih dari 50% dari total konsumsi energi pada bangunan gedung [1]. Evaluasi terhadap kinerja sistem tata udara akan berpengaruh signifikan terhadap energy performance bangunan. Sistem tata udara bekerja sesuai dengan beban termal yang harus ditangani, maka dibutuhkan penaksiran beban termal untuk memastikan sistem tata udara telah bekerja sesuai dengan beban termal bangunan. Setelah mengetahui pengoperasian sistem, maka dapat dilakukan evaluasi terhadap kinerja sistem yang kemudian dapat diperoleh upaya peningkatan kinerja sistem. Pada penelitian ini dilakukan evaluasi terhadap kinerja sistem tata udara pada sebuah bangunan hotel dan dicari upaya peningkatan kinerja sistem tata udara agar dapat beroperasi secara efisien.


Melalui metoda CLTD didapatkan nilai beban termal puncak bernilai 140 TR. Dari penaksiran tersebut diperoleh bahwa rancangan chiller oversize sebesar 22% untuk menangani beban termal sebuah bangunan hotel. Pengukuran laju transfer kalor digunakan untuk mengetahui beban pendinginan nyata pada bangunan. Laju transfer kalor rata-rata untuk chiller-1 dan chiller-2 yaitu 37,74 TR dan 39,44 TR, di mana nilai tersebut hanya sekitar 21% dari kapasitas chiller. Dari evaluasi konsumsi elektrik diperoleh bahwa kinerja sistem chiller rata-rata sebesar 2,4 kW/TR, menurun dari rating umum sebesar 1,29 kW/TR.


Upaya penghematan energi dilakukan berdasarkan konsumsi energi nyata dan hasil simulasi menggunakan perangkat lunak EnergyPlus. Dengan mengganti chiller berkapasitas 50 TR, didapatkan payback period selama 23 bulan (berdasarkan penghematan konsumsi energi elektrik kompresor) dan payback period selama 9 bulan (berdasarkan penghematan selisih efisiensi). Simulasi model kondisi nyata menggunakan perangkat lunak EnergyPlus menghasilkan konsumsi energi elektrik kondisi nyata dalam satu tahun sebesar 3.445.822 kWh. Konsumsi energi elektrik terbesar dicapai oleh sistem pengkondisi udara yaitu 59% dari konsumsi energi elektrik total. Modifikasi rancangan kenaikan suhu zona sebanyak 1Co menghasilkan pengurangan konsumsi energi elektrik total sebesar 3,82%. Modifikasi rancangan kenaikan suhu zona sebanyak 2Co menghasilkan pengurangan energi elektrik total sebesar 6,87%. Modifikasi rancangan kenaikan suhu zona sebanyak 3Co menghasilkan pengurangan energi elektrik total sebesar 9,28%.

Deskripsi Alternatif :

The air conditioning system contributes more than 50% of total energy consumption in buildings [1]. Evaluation of the performance of the air conditioning system will significantly influence the energy performance of buildings. The air conditioning system works according to the thermal loads that must be addressed, then the cooling load is need to be calculated to ensure which the air conditioning system has been working in accordance with the thermal load of the building. After the operation of the system is known, the performance of the system can be evaluated then can be obtained how to improve the system performance. In this study, evaluation of the air conditioning system in hotel is done and the ways to to improve the performance of the air conditioning system is searched in order to operate efficiently.


By using The CLTD method, the thermal load peak value is obtained by 140 TR. From these assessments showed that the chiller was designed oversized by 22% to handle the thermal load of hotel. Heat transfer rate measurement is used to determine the real cooling loads on the building. The average of heat transfer rate of the chiller-1 and chiller-2 are 37.74 TR and 39.44 TR, where those values is only about 21% of the capacity of the chiller. From the evaluation of the electrical consumption can be obtained that the chiller performance is 2.4 kW/TR, which is decline from the common rating for air-cooled chiller that is 1.29 kW/TR.


Energy saving efforts are done based on the real energy consumption and the simulation result of the real conditions by using EnergyPlus software. The payback period by replacing the chiller with the capacity of 50 TR is 23 months and based on electrical energy consumption savings by HVAC system is 9 months. Simulation models of the real conditions using EnergyPlus software generate electrical energy consumption of the real conditions in one year amounted to 3.445.822 kWh. The most electrical consumption is achieved by the air conditioning system that is 59% of the total electrical energy consumption. Design modifications by rising the zone temperature 1Co reduce the total electrical energy consumption 3.82%. Design modifications by rising the zone temperature 2Co reduce electrical energy 6.87%. Design modifications by rising the zone temperature 3Co reduce the electrical energy 9.28%.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id