Path: Top > S1-Final Project > Meteorology-FITB > 2009

PENDUGAAN KOEFISIEN LIMPASAN DENGAN METODE NDVI PADA CITRA LANDSAT TM DAN IMPLIKASINYA TERHADAP BESARNYA LIMPASAN PERMUKAAN (STUDI KASUS: CEKUNGAN AIR TANAH PADANG PARIAMAN)

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 11:45:45
Oleh : IFTITAH ROHMAN HUKAMA (NIM 128 05 020), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2009, dengan 8 file

Keyword : NDVI, Transformasi NDVI, Landsat TM, Koefisein Limpasan

Curah hujan Cekungan Air Tanah Padang Pariaman berpola Ekuatorial, dengan 2 puncak maksimum dan 1 minimum. Puncak maksimum terjadi pada bulan Maret dan Desember masing- masing 235,8 mm dan 424,9 mm, sedangkan minimumnya terjadi pada bulan Juni sebesar 237 mm.






Korelasi metode NDVI (Normalized Difference Vegetation Indeks) pada citra Landsat TM adalah salah satu metode untuk menentukan indeks vegetasi. Indeks vegetasi yang dimaksud adalah korelasi kuantitatif berdasarkan nilai digital dari data penginderaan jauh yang digunakan untuk mengukur biomassa atau intensitas vegetasi di permukaan bumi. Artinya, dengan menggunakan NDVI didapatkan korelasi kerapatan vegetasi di suatu daerah dengan menggunakan citra satelit.






Transformasi metode NDVI menjadi koefisien limpasan dibagi menjadi 3 pendekatan. Pertama, pendekatan TPKA menggunakan persamaan regresi polinomial orde 2 (TPKA = -63,61x2 – 116,66x + 46,977). Kedua, pendekatan LPT menggunakan persamaan regresi linier (LPT = 127,19x – 2,4779). Ketiga, melalui pendekatan langsung. Hasil perhitungan ketiga pendekatan tersebut menunjukkan Cekungan Air Tanah Padang Pariaman memiliki vegetasi yang baik (83,80%) terlihat dengan nilai NDVI positif. Uji korelasi transformasi metode NDVI dengan perhitungan peta menunjukkan tingkat kepercayaan 85,37%.






Kondisi lokal tutupan lahan pada stasiun curah hujan diduga mempunyai hubungan dengan variasi pola curah hujan dan limpasan yang terjadi, sehingga didapatkan rata-rata 37,99% curah hujan wilayah akan menjadi limpasan permukaan, sebanding dengan nilai koefisien limpasannya. Pada stasiun Tabing, tata guna lahannya adalah perumahan (73,42%) memiliki nilai koefisien limpasan sebesar 0,7 dan jumlah limpasan permukaan yang terjadi setiap tahun sekitar 2521 mm. Pada stasiun Sasak dengan tutupan lahannya hutan (50,92%) memiliki nilai koefisien limpasan 0,45 dan jumlah limpasan permukaan setiap tahunnya sekitar 1389 mm. Stasiun Sicincin dengan tutupan lahannya pertanian memiliki koefisien limpasan 0,5 dan jumlah limpasan permukaan setiap tahunnya sekitar 2052 mm.

Deskripsi Alternatif :

Padang Pariaman Ground Water Basin has an Equatorial rainfall pattern with 2 maximum and 1 minimun. The maximum usually occurs at March and December with rates of 235,8 mm and 424,9 mm, and the minimum occurs at June with a rainfall rate of 237 mm.






NDVI (Normalized Difference Vegetation Indeks) done to Landsat TM images is one of the methods used to acquire the vegetation index. Vegetation index is the quantitative correlation according to the digital number of a satellite image to count the biomass or the vegetation intensity on the surface. With the use of NDVI, the vegetation intensity of an area is acquired.






Transformation of NDVI to runoff is done with 3 approximation. First, TPKA approximation by using polynomial regression orde 2 (TPKA = -63,61x2 – 116,66x + 46,977). Second, LPT approximation by using linier regression (LPT = 127,19x – 2,4779). Finally, by using direct approximation. The results shows that Padang Pariaman Ground Water Basin has a good vegetation index (83,80%) with positive NDVI value. NDVI method correlation test shows 85,37% trust rate.






Local conditions of land cover at the weather station expected have relation with the pattern variation of the local rainfall and also the runoff, it is acquired that 37,99% of the rainfall will become runoff, comparable with the runoff coefficient. At Tabing station, settlement area (73,42%) has a runoff coefficient of 0,7 and the amount of yearly runoff is around 2521 mm. Sasak station, forest area (50,92%) has a runoff coefficient of 0,45 and yearly runoff of 1389 mm. Sicincin station, farming area has a runoff coefficient of 0,5 and the amount of yearly runoff is 2052 mm.

Copyrights : Copyright Â(c) 2001 by ITB Central Library. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiC
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Dra. Atika Lubis, MS., Editor: Rizki Apriyanti

File PDF...