Path: TopS2-ThesesGroundwater Engineering2013

KOREKSI GAYA BERAT MIKRO ANTAR WAKTU AKIBAT VARIASI AIR PADA ZONA TIDAK JENUH (Studi Kasus: Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, Jawa Timur)

TIME-LAPSE MICROGRAVITY CORRECTION DUE TO VOLUME VARIATION OF WATER EFFECT IN UNSATURATED ZONE (Case Study: Banyuurip Field, Cepu Block, East Java)

Master Theses from JBPTITBPP / 2014-08-27 09:14:19
Oleh : IFTITAH ROHMAN HUKAMA (NIM : 227 10 304):Pembimbing: Dr. rer. nat. Ir. Lilik Eko Widodo, MS., S2 - Groundwater Engineering
Dibuat : 2013, dengan 7 file

Keyword : Gaya Berat Mikro Antar-Waktu, Air pada Zona Tidak Jenuh, Koreksi Gaya Berat Mikro

Penerapan metode gaya berat dalam industri minyak bumi dan / atau gas (migas) bertujuan untuk menentukan bentuk dan distribusi massa migas. Di dalam pengukuran yang dilakukan, massa tanah dan massa air yang tersimpan di dalam pori-pori tanah / batuan akan ikut terukur, termasuk air pada zona tidak jenuh. Oleh karena itu, massa benda-benda tersebut harus diisolasi. Proses ini biasa disebut dengan koreksi gaya berat mikro. Penelitian ini dilakukan di daerah Banyuurip. Lokasi penelitian sebelah Utara berbatasan dengan Bengawan Solo, sekaligus menjadi titik terendah. Bagian Selatan akan berbatasan dengan bukit yang memanjang Barat-Timur. Bagian Barat dan Timur akan dibatasi oleh sungai yang merupakan bagian dari Bengawan Solo.

Massa air (kadar air) pada zona tidak jenuh sangat erat kaitannya dengan derajat kejenuhan. Untuk memperoleh derajat kejenuhan, perlu mempelajari kurva histeresis yang menggambarkan hubungan antara derajat kejenuhan dengan tekanan kapiler. Tekanan kapiler dapat diperoleh dengan menyederhanakan (linierisasi) distribusi vertikal tekanan kapiler dengan muka airtanah sebagai acuan. Tekanan kapiler pada muka airtanah akan sama dengan tekanan atmosfer, sedangkan tekanan yang berada di atas muka airtanah akan bernilai negatif dan lebih dikenal dengan istilah tarikan (tension) atau sedotan (suction).

Pola distribusi muka airtanah mengikuti kondisi topografi daerah penelitian. Alirannya bermula dari Selatan menuju Utara. Perpaduan data pengukuran muka airtanah dan hasil analisa dari sampel tanah / batuan akan menghasilkan derajat kejenuhan. Derajat kejenuhan akan digunakan untuk menghasilkan koreksi gaya berat mikro. Perhitungan koreksi gayaberat mikro untuk daerah tidak jenuh menghasilkan nilai 0.95-1.40μGal. Nilai ini cukup untuk meningkatkan akurasi koreksi gayaberat mikro akibat perubahan airtanah sekitar 10-15%.

Deskripsi Alternatif :

The implementation of gravity method in oil and gas industries has a goal in defining the shape and distribution of hydrocarbon’s masses. On the survey we had done before, the groundmass and water mass which stored inside the rock pores are also measured together, including water in unsaturated zone. Because of that, the other masses must be isolated. This process is usually called microgravity correction. The research is done in Banyuurip area. The research area is surrounded by Bengawan Solo on the north, also as the lowest point of all, a group of elongated hills which have east-west strike orientation on the south side. On the west and east side, it is confined by river which is a part of Bengawan Solo.

Water mass (water content) in unsaturated zone is closely related to the degree of saturation. To be able to achieve that degree of saturation, we need to understand the hysteresis curve, which shows us the relationship between the degree of saturation and capillary pressure. Capillary pressure can be gained by simplify (linearization) the vertical distribution of capillary pressure with the water table as the benchmark. Capillary pressure on the water table will be the same as the atmospheric pressure, on the other hand, the pressure above the water table will have a negative value and usually known as tension or suction.

The distribution pattern of water table follows the topographic condition of the research area. The flows start from south to north. The integration between water table measurements data and analysis result of rock/soil samples will produce the degree of saturation. Then, the degree of saturation will be used to produce the microgravity correction. The calculation of microgravity correction in unsaturated zone will yield .95 – 1.40 μgal. This value is enough to increase the accuracy of microgravity correction due to water table changes around 10 – 15%.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id