Path: Top > S2-Theses > Development Studies-SAPPK > 2007

TRANSFORMASI KEPRANATAAN SOSIOTEKNIS DALAM PRESPEKTIF DESA MANDIRI ENERGI (Studi Kasus : Desa Mandalasari, Kadungora, Kabupaten Garut)

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:28:16
Oleh : IDA NURLAILA (NIM 24005023), S2 - Development Studies
Dibuat : 2007, dengan 9 file

Keyword : pertanian konvensional, pertanian energi, transformasi, mandiri, lahan

Kata energi identik dengan produk olahan migas yang sarat modal dan teknologi. Paradigma tersebut mulai berubah ketika pemerintah mengeluarkan Inpres 1/2006. Biofuel bukan sumber energi baru bagi masyarakat Indonesia, sumber energi tersebut (khususnya minyak jarak pagar) pernah dimanfaatkan pada jaman penjajahan Jepang. Pada awal dikonsepsikannya inpres untuk percepatan dan penyediaan biofuel (BBN), kemudian tujuan tersebut bergeser dengan adanya permasalahan yang dihadapi. Menurut Susilo Bambang Yudhoyono dalam rencana aksi (new deal) permasalahan yang dihadapi Indonesia meliputi kemiskinan, degradasi lingkungan dan krisis energi. Adanya wacana akan terjadinya multiplier effect dan biofuel digunakan sebagai solusi.

Program biofuel sebagai solusi permasalahan difokuskan pada komoditi tanaman jarak pagar. Oleh sebab itu program biofuel yang dipayungi oleh inpres menumbuhkan penafsiran inpres 1/2006 sebagai "inpres penanaman jarak pagar". Program tersebut mendorong adanya aksi dari berbagai elemen sosial, dimana aksi-aksi yang dilakukan berpotensi terjadinya transformasi pranata yang ada. Pranata yang ada terkait aktor-aktor yang ada (manusia dan non manusia atau teknis). Aktor non manusia lebih difokuskan pada ’lahan’ karena lahan merupakan unsur penyatu dalam praktek pertanian energi yang menghasilkan bahan baku biofuel. Oleh sebab itu pengaruh lahan dan mobilisasinya berpeluang terjadinya transformasi dan menimbulkan efek-efek ganda.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan format deskriptif eksplorati dan dilakukan untuk mendapatkan gambaran peluang transformasi pranata di pedesaan. Hal itu dilakukan melalui identifikasi aksi dan realsi dari stimulasi inpres terkait upaya mendukung pengembangan biofuel. Data dikumpulkan melalui wawancara, analisis dokumen dan media yang kemudian dianalisis dengan analisis teks, hermeneutik dan pendekatan actor-network theory.

Hasil analisis menunjukkan bahwa program biofuel yang distimulasi oleh inpres berpotensi melakukan aksi memobilisasi lahan, dimana semua aksi-aksi yang dilakukan dipengaruhi oleh isu-isu yang berkembang. Aksi-aksi yang dilakukan pun beragam, akan tetapi ditemukan suatu inovasi mobilisasi lahan tanpa harus meninggalkan fungsi sebelumnya akan tetapi juga ada yang mempraktekkan seperti pada umumnya (monokultur). Penanaman secara monokultur berpeluang memicu terjadinya transformasi pranata di pedesaan. Hal itu terjadi karena akanya kepentingan yang sama terhadap lahan. Dengan demikian lahan berfungsi sebagai unsur penyatu. Selain itu dalam pengembangan biofuel juga berpeluang mentransformasi pranata secara sosial. Potensi perubahan pranata sosial karena adanya wacana sistem sewa tanah sehingga akan mempersempit akses elemen desa terhadap lahan. Dengan demikian berpotensi melahirkan ketergantungan baru yang merupakan kantong kemiskinan.

Beri Komentar ?#(1288) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS2 - Development Studies
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Dr.Ir. Sonny Yuliar, Editor: Vika A. Kovariansi

File PDF...