Path: Top > S1-Final Project > Chemistry-FMIPA > 2014

PEMBUATAN ZEOLIT NAA DENGAN BAHAN BAKU SEKAM PADI SEBAGAI MATERIAL PENUKAR KATION

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 11:42:39
Oleh : HUSNA EFFIDA ZANATH ( NIM : 10509018 ), S1 - Department of Chemistry
Dibuat : 2014, dengan 7 file

Keyword : zeolit, Zeolit NaA, suhu ruang

Zeolit merupakan salah satu mineral mikropori dan makropori yang dapat ditemukan secara alami dan dapat dibuat melalui reaksi kimia. Aplikasi senyawa zeolit yang luas, terutama dalam bidang katalisis didukung oleh sifat fisik dan kimia unik seperti keseragaman pori, luas permukaan yang besar dan kemampuannya sebagai media penukar ion. Secara umum zeolit sintesis dibuat dengan metode hidrotermal, akan tetapi metode ini menghasilkan rendemen yang rendah dan tidak efisien karena memerlukan kondisi suhu reaksi yang tinggi. Pada penelitian ini zeolit NaA disintesis dengan reaksi kristalisasi pada suhu ruang menggunakan bahan dasar silika dari abu sekam dan natrium aluminat (NaAlO2). Parameter yang diuji terbatas hanya pada waktu reaksi sintesis. Metode karakterisasi yang digunakan adalah spekstroskopi IR, difraksi sinar X dan SEM (scanning electron microscopy) – EDX (energy dispersive X-ray) untuk mengetahui struktur, morfologi, dan komposisi zeolit yang dihasilkan. Pengukuran luas permukaan dan distribusi ukuran pori dilakukan dengan metode fisisorpsi N2. Analisis nilai KTK (kapasitas tukar kation) zeolit yang dihasilkan dilakukan untuk mengetahui kinerja zeolit sebagai material penukar kation. Difraktogram sinar – X menunjukkan produk zeolit NaA mencapai kristalinitas terbaik pada waktu reaksi 7 hari. Kurva BET menunjukkan zeolit NaA hasil sintesis memiliki ukuran pori dalam rentang makropori. Pengukuran luas permukaan zeolit sintesis menunjukkan nilai maksimum pada waktu sintesis 3 hari dan nilai mengecil dengan bertambahnya waktu sintesis. Hasil pengukuran KTK pada zeolit produk menghasilkan nilai KTK sebesar 2,45 meqg-1 zeolit untuk ion Ca2+, 1,84 meqg-1 untuk ion K+, 2,60 meqg-1 untuk ion Cu2+ dan 3,94 meqg-1 untuk ion Fe3+.

Deskripsi Alternatif :

Zeolite is a micropore material which can be found in nature or synthesized. Because of their adsorption, ion exchange and porosity properties, zeolite NaA crystals are widely applied in various applications such as household products, aquaculture and petrochemical related industry. Generally, zeolite was synthesized by hydrothermal method. This method has several disadvantages, such as low product rendement and low efficiency by high temperature process. In this study, NaA zeolite was synthesized by room temperature crystallization using rice husk ash (RHA) as silica source and sodium aluminate (NaAlO2). The effect of crystallization time was studied. IR spectroscopy, XRD and SEM-EDX were performed to investigate crystal structure, surface morphology and composition of the final products. Physisorption N2 was performed to observe surface area and pore distribution. Cation exchange capacity (CEC) measurement was performed to determine zeolite performance as cation exchanger material. Difractogram data indicated that 7 days product has a highest crystallinity. BET analysis indicated the product was a macropore material, with highest at 3 days and decreased with the prolonged crystallization time. CEC measurement of 7 days product for several metal ions showed a value of 2.45 meqg-1 for Ca2+, 1.84 meqg-1 for K+, 2.60 meqg-1 for Cu2+ and 3.94 meqg-1 for Fe3+.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id