Path: TopS1-Final ProjectSchool of Business and Management2008

SUPPLY CHAIN ANALYSIS OF USED PLASTIC DRINKING WATER CONTAINER IN BANDUNG CITY

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2009-07-13 09:32:10
Oleh : HUBBY RAMDHANI (NIM 19005015), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2008, dengan 7 file

Keyword : Plastic Drinking Water Container (AMDK), Bandung reverse logistic, Scavengers, Recycling center, Plastic, Green supply chain

Gerakan hijau semakin sering dikumandangkan pada dua dekade terakhir. Baik tentang sumber energi yang terbarukan dan juga tentang daur ulang sampah-sampah berbahaya dan pengurangan jumlah sampah yang dikubur di tempat pembuangan akhir yang berpotensi merusak kualitas tanah. Salah satu bahan yang berbahaya adalah plastik karena tidak akan terdegradasi menjadi tanah dalam waktu minimal 70 tahun, yang umumnya berasal dari bekas air minum dalam kemasan. Objek penelitian ini adalah industry daur ulang sampah plastic yang akan difokuskan ke bekas AMDK. Penelitian yang selama ini dilakukan tentang daur ulang sampah di Bandung dilakukan dengan model-model konsep dan dibuktikan dengan temuan empiris. Penelitian yang dilakukan secara induktif dan interpretatif banyak dianjurkan dalam penilitian sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan pola-pola yang terdapat dalam rantai pasok industry daur ulang bekas AMDK di Bandung. Aspek social, ekonomi, teknologi, lingkungan dan kebijakan pemerintah juga ikut dibahas dalam penelitian ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah membangun pola dari studi kasus menggunakan kerangka rantai pasok yang banyak didasari oleh buku yang dikarang oleh Peter Meindle dan Sunil Chopra. Tahap yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menentukan pertanyaan penelitian, menentukan populasi dan sampel, pengambilan data, analisis data, dan kesimpulan. Aktor-aktor yang terlibat dalam rantai pasok ini adalah pemulung, lapak, bandar, dan adalah pabrik daur ulang. Harga beli dan jual selain ditentukan oleh pasar juga ditentukan oleh kebersihan bekas AMDK tersebut. Semakin bersih bekas AMDK yang di jual, maka akan meningkat pula harganya. Penelitian ini juga memunculkan pola lokasi tampak tiap-tiap tingkat dalam rantai pasok. Tidak ada kebijakan pemerintah yang mengatur secara khusus kegiatan daur ulang ini dan diperlakukan setara dengan kegiatan bisnis lainnya. Penelitian ini juga menghasilkan posisi rantai pasok bekas AMDK di zona strategic fit yang dikemukakan oleh Chopra dan Meindl, yang berada di zona efisien. Perbaikan yang bisa dilakukan adalah meminimasi biaya produk, mengurangi waktu tunggu, dan lebih selektif dalam memilih pemasok.

Deskripsi Alternatif :

Green movement becomes more important in the last two decades, either using renewable energy source or recycle our waste to reduce landfill and preventing hazardous material to be buried and polluting the soil. One of hazardous material that will not degrade for at least 70 years is plastic, mainly comes from drinking water container. The object of case study in this research was the industry of plastic recycling that focus on used package of mineral water. Research about waste recycling in Bandung has been done with positivism approaches that build a conceptual model and tested with empirical findings in the fields. Those researches suggest to do some research with inductive paradigm and interpretive approach. The aim of this research is to map the pattern of chain system of the existing green supply/reverse logistic in the recycling industry of used bottled water packaging in Bandung. Social aspects, economics, technology, environment, and the available policy in the chain system of this supply chain are also explored. The methodology that used in this research was building pattern from case study research using supply chain framework basically based on Peter Meindl and Sunil Chopra (2007). There are several steps that were carried out, they were defining of the research question, the determination of the population and the sample, data collection, data analysis, and conclusion. Several actors of recycled plastic drinking water container supply chain start with scavengers, lapak (the small dealers), bandar (the big dealers/broker) then finally to the recycling center. The selling price and bought of used plastic drinking water container was determined by the market but also the condition of the waste itself. Cleaner the used plastic drinking water container, the value will be higher. This research also reveals the pattern of the location of each stage of the supply chain. No policy currently specified about the recycling plastic drinking container from the goverment and considered as any other business in the region. This research contribute to locate this supply chain in the zone of strategic fit as proposed by Chopra and Meindl, which is efficient supply chain. So, the improvement that could be made is to minimized product costs, reduce lead time, and select supplier based on cost and quality. Vertical integration also can help defragmenting the supply chain so the strategy coordination can be implemented effectively.

Copyrights : Copyright Â(c) 2001 by ITB Central Library. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiC
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Ir. Gatot Yudoko, Ph.D., Editor: Rizki Apriyanti

File PDF...