Path: Top > S2-Theses > Civil Engineering-FTSL > 2009

KAJIAN HUBUNGAN ANTARA DEBIT BERUBAH CEPAT DENGAN TINGGI MUKA AIR DAN KECEPATAN ALIRAN

STUDY OF RELATION BETWEEN RAPIDLY VARIED DISCHARGED WITH WATER LEVEL AND FLOW VELOCITY

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:23:37
Oleh : Heruyoko (NIM 25006009), S2 - Civil Engineering
Dibuat : 2009-00-00, dengan 7 file

Keyword : discharge measurement, channel flow, dynamic wave, Preissman ; pengukuran debit, gelombang dinamis
Subjek : Technology-Engineering-Engineering mechanics and materials
Kepala Subjek : Turbulence ; Fluid dynamics ; Two phase flow
Nomor Panggil (DDC) : T 620.106 4 HER
Url : http://otomasi.lib.itb.ac.id/index.php?menu=library&act=detail&libraryID= 93177
Sumber pengambilan dokumen : Tesis Magister Teknik Sumberdaya Air Institut Teknologi Bandung

ABSTRAK:

Banjir merupakan bencana alam yang perlu perhatian serius agar dampak yang diakibatkan dapat diminimalkan. Pada kejadian banjir terjadi suatu fenomena dimana debit, tinggi muka air dan kecepatan aliran mencapai nilai maksimum pada waktu yang tidak bersamaan.

Untuk membuktikan dan memperlihatkan fenomena tersebut maka pada penelitian ini dibuatlah suatu pemodelan aliran tak tunak dengan bantuan flume di Laboratorium Uji Model Fisik Hidraulik, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung. Selain pemodelan fisik, untuk mendukung penelitian ini dilakukan pula pemodelan numerik satu dimensi dengan syarat batas yang didapat dari hasil pemodelan fisik.

Dari hasil pemodelan fisik maupun pemodelan numerik diperoleh bahwa kecepatan aliran mencapai nilai maksimum terlebih dahulu, kemudian debit mencapai nilai maksimum dan tinggi muka air mencapai nilai maksimum terakhir. Dan hasil pemodelan numerik satu dimensi tidak jauh berbeda nilainya dengan hasil pemodelan fisik. Pemodelan numerik satu dimensi tidak hanya dilakukan untuk penampang berbentuk persegi panjang saja, pemodelan juga dilakukan untuk saluran dengan penampang berbentuk trapesium dengan kemiringan z = 1 dan z = 2. Hal ini dilakukan untuk melihat efek dari perbedaan bentuk penampang saluran. Dengan syarat batas, kekasaran saluran dan lebar dasar saluran yang sama didapatkan debit pada saluran berpenampang trapesium dengan z = 2 lebih besar dibandingkan dengan saluran berpenampang trapesium dengan z =1 dan saluran berpenampang persegi panjang. Ini disebabkan pada saluran berpenampang trapesium dengan z = 2 memiliki luas penampang basah yang lebih besar dibandingkan saluran berpenampang trapesium dengan z = 1 dan saluran berpenampang persegi panjang, mengingat debit adalah fungsi dari kecepatan aliran dan luas penampang basah.

Deskripsi Alternatif :

ABSTRACT:

Flood is a natural disaster which needs a serious attention to minimize its negative impact. When flood occurred, a phenomenon happen where discharge, water level and stream velocity reach the maximum value which not at the same time.

To prove and show the phenomenon hence at this research an unsteady flow model constructively flume was made in the Hydraulic Laboratory, Civil Engineering Department, Bandung Institute of Technology. To support this research, besides physical model, one dimension numerical model is also being used with the result of physical model as a boundary condition.

The result of physical model and numerical model is stream speed reaches the maximum point beforehand, later then discharge reaches the maximum point and water level reaches the last maximum point. Value of one dimension numerical model result is not far different with value of the physical model. One dimension numerical model not only done for the rectangular shape, but also done for the channel with trapezium shape with inclination z = 1 and z = 2. This matter is done to see effect of different channel shape. With identical boundary condition, roughness coefficient and width bottom channel, discharge of the channel with trapezium shape with inclination z = 2 is bigger than discharge of the channel with trapezium shape with inclination z = 1 and discharge of the channel with rectangular shape. This is because trapezium with inclination z = 2 channel shape owning larger wetted area compare to trapezium with inclination z = 1 channel shape and rectangular channel shape.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS2 - Civil Engineering
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Indratmo Soekarno, Prof. Ir., M.Sc., Ph.D., Editor: Ena Sukmana

File PDF...