Path: Top > S1-Final Project > Urban and Regional Planning-SAPPK > 2010

PENILAIAN KINERJA PELAYANAN INFRASTRUKTUR DASAR KAWASAN METROPOLITAN DI INDONESIA KASUS STUDI : AIR BERSIH, AIR LIMBAH, DRAINASE, DAN SAMPAH

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-10-09 10:30:35
Oleh : HERBERT ADIPUTRA LUMBANBATU (NIM : 15405067); Pembimbing : Ir. Sugiyantoro, MIP., Ph.D., S1 - Regional and City Planning Study Programme
Dibuat : 2010, dengan 8 file

Keyword : infrastruktur metropolitan, penilaian kinerja pelayanan, kesesuaian dengan karakter pelayanan infrastruktur metropolitan ideal, dan implikasi kebijakan

Kawasan metropolitan membutuhkan pelayanan infrastruktur dengan kemampuan yang tinggi. Idealnya infrastruktur metropolitan haruslah terintegrasi, dilakukan bersama (concurrent) antardaerah, sinergi dan terpadu sehingga dapat menciptakan berbagai keuntungan ekonomi (spillover dan economies of scale). Kawasan metropolitan di Indonesia yang berjumlah 8 (delapan buah) kenyataannya menghadapi kompleksitas untuk menyediakan dan mengelola infrastruktur metropolitan sehingga berakibat buruknya kinerja pelayanan infrastruktur metropolitan. Penyebab utamanya adalah penyediaan dan pengelolaan infrastruktur metropolitan masih segmented dan fragmented, rendahnya akses dan cakupan pelayanan, ketidaksesuaian laju pertambahan penyediaan infrastruktur dengan laju pertambahan penduduk, dan munculnya persoalan NIMBY, LULU, NOTE, dan NIMTOO.



Persoalan yang diangkat pada penelitian ini adalah belum diketahui kinerja pelayanan infrastruktur metropolitan pada kawasan metropolitan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menilai dan membandingkan kinerja pelayanan infrastruktur metropolitan pada kawasan metropolitan di Indonesia dengan karakter pelayanan infrastruktur metropolitan yang ideal serta implikasi kebijakan untuk meningkatkan kinerja pelayanan infrastruktur metropolitan yang dapat diterapkan pada tiap kawasan metropolitan di Indonesia. Metode pengumpulan data umumnya dilakukan dengan melakukan survei data skunder ke instansi pemerintahan pusat dan e-learning berbasis web. Metode analisis umumnya dilakukan dengan kajian literatur (content analysis dan irisan literatur), comparative study, dan descriptive analysis.



Hasil analisis menunjukkan belum satupun kawasan metropolitan di Indonesia yang sesuai dengan karakter pelayanan infrastruktur metropolitan ideal. Hal ini dikarenakan belum memenuhi seluruh indikator studi yang merepresentasikan karakter pelayanan infrastruktur metropolitan ideal. Dari seluruh kawasan metropolitan di Indonesia hanya Metropolitan Sarbagita sajalah yang paling banyak memenuhi indikator pelayanan infrastruktur metropolitan ideal yaitu memenuhi 13 (tiga belas) indikator dari 34 (tiga puluh empat) indikator karakter pelayanan infrastruktur metropolitan ideal.



Implikasi kebijakan yang dapat diberikan digolongkan menjadi 3 (tiga) bagian yaitu (1) meningkatkan keterpaduan mengelola infrastruktur metropolitan yaitu dengan bersama membentuk Sekretariat/Badan Kerjasama Infrastruktur Metropolitan; (2) meningkatkan operasional pelayanan infrastruktur metropolitan misalnya transformasi sistem jaringan perpipaan air bersih dan air limbah terinterkoneksi, menerapkan biosand water filter, eco-sanitation, eco-drainage, rain-harvesting, serta insentif dan disinsentif untuk bersama mengurangi dan mengolah sampah metropolitan; (3) meningkatkan pendanaan infrastruktur metropolitan untuk membiayai peningkatan pelayanan infrastruktur metropolitan, misalnya pengenaan pajak air tanah progresif, pajak air limbah progresif, stormwater atau drainage construction fee, pajak sampah progresif, dll.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id