Path: Top > S2-Theses > Architecture-SAPPK > 2008

PERANCANGAN KAWASAN WISATA BUDAYA SEBAGAI STRATEGI REVITALISASI BAGIAN KOTA (Kasus : Kawasan Pasar Johar, Semarang)

DESIGN OF CULTURAL TOURISM DISTRICT AS URBAN REVITALIZATION STRATEGY (Case-Study : Johar Marketplace District in Semarang)

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:24:09
Oleh : HERAJENG GUSTIAYU (NIM 25205025), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2008, dengan 9 file

Keyword : Pasar Johar, urban revitalization, historic district, cultural tourism, traditional market, place-making

Upaya revitalisasi pusat kota seringkali menjadi permasalahan apabila kawasan revitalisasi tersebut memiliki bangunan cagar budaya, khususnya pada negara berkembang seperti Indonesia. Pada umumnya, rencana revitalisasi kawasan pada negara berkembang malah mengancam keberadaan bangunan cagar budaya karena seringkali bangunan bersejarah tersebut dibongkar untuk diganti bangunan modern yang dianggap lebih menguntungkan. Hal ini dimungkinkan terjadi akibat adanya dua kepentingan yang tidak selalu sejalan, yakni preservasi yang bertujuan untuk menghindari perubahan dan menjaga karakter lingkungan tersebut, dan adaptasi bangunan/kawasan yang bertujuan untuk mengakomodasi konsekuensi dari perubahan ekonomi. Selain kedua hal tadi, isu ini pun diperparah dengan kurangnya perangkat pengendalian yang memadai dalam hal perlindungan cagar budaya.


Kawasan perdagangan Johar di Semarang sebagai objek revitalisasi kini terancam akan kehilangan salah satu cagar budaya di dalamnya, yakni Pasar Johar yang dirancang oleh Ir. Thomas Karsten, arsitek dan ahli tata kota berkebangsaan Belanda. Bangunan pasar bersejarah tersebut direncanakan untuk digantikan dengan pasar modern lima lantai yang dianggap lebih menguntungkan. Dalam kasus ini, maka strategi pariwisata diterapkan untuk meningkatkan ekonomi kawasan sehingga bangunan bersejarah tersebut tidak perlu dibongkar. Kawasan Pasar Johar dengan dua buah objek cagar budaya berskala internasional, yang berfungsi sebagai pasar tradisional, dan terletak pada kota yang masih kental unsur budayanya, merupakan kawasan yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata budaya. Lebih lanjut, pengembangan kawasan wisata ini memerlukan pendekatan perancangan place-making sebagai upaya menarik sejumlah besar manusia karena pendekatan perancangan ini menghasilkan ruang yang bersifat menyenangkan, menarik, dan berfungsi sebagai wadah interaksi sosial. Secara singkat, strategi place-making adalah prinsip mendasar yang dibutuhkan dalam setiap perancangan ruang publik karena menghasilkan ruang publik yang berkualitas baik dan bermanfaat bagi lingkungannya.


Kajian tesis perancangan ini menyimpulkan bahwa salah satu strategi pengembangan terbaik dalam merevitalisasi kawasan kota bersejarah adalah dengan menjadikan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata dengan bangunan bersejarah sebagai objek wisata utamanya. Revitalisasi sebuah kawasan bersejarah dapat dilakukan dengan strategi pengembangan wisata budaya karena pariwisata merupakan salah satu industri gaya baru yang mampu menyediakan pertumbuhan ekonomi yang cepat dalam hal kesempatan kerja, pendapatan, taraf hidup, dan dalam mengaktifkan sektor produksi lain di dalam negara penerima wisatawan. Sejalan dengan pengembangan Kawasan Pasar Johar menjadi kawasan wisata budaya dengan pendekatan perancangan place-making, maka kegiatan ekonomi akan terdorong dan menghidupkan kembali kawasan Pasar Johar, kualitas ruang publik kota akan meningkat, dan dengan sendirinya akan melindungi aset warisan budaya yang terdapat di dalamnya.

Deskripsi Alternatif :

revitalization district has one or more historical buildings, especially in developing countries such as Indonesia. There has been a general tendency that developing countries are more inconsiderate about their cultural heritage assets. Frequently, revitalization plans in developing countries accidentally destroy the historical buildings in favour of building up more profitable newer modern buildings. This might happen because there are conflicting interests. These interests are “preservation” that intends to avoid changes and protect their surrounding environment and “adaptation” for building or district that intends to accommodate the consequences of economic changes. Moreover, these issues worsen because there are hardly any good quality control mechanism for preservation and protection of cultural heritage in Indonesia, such as revitalization design guidelines.


The revitalization plan for Johar District in the city of Semarang currently calls for demolition of the existing historic market building named Pasar Johar, designed and built by a well-known Dutch architect and urban planner, Ir. Thomas Karsten. This historic building will soon be replaced by a more profitable five-storey modern market. In this case, tourism strategy is proposed for increasing economic activities without destroying the historic building. Johar District has two main cultural heritages assets; a functioning traditional market as a major commercial activity magnet in Semarang; and it’s location in a city with strong local culture. These assets are great potentials to develop this district into a Cultural Tourism District. Furthermore, a tourism district should be able to attract potential visitors. A “place-making” design strategy is applied to achieve this objective, because place-making strategy create good quality place because they are pleasurable, interesting, also offer opportunities for people to interact, and to see and be seen, which in turn will attract more people.


This thesis outlines that one appropriate strategy for revitalizing a historic urban downtown district is by developing the district into a tourist destination. By making the district into a tourist destination, heritage buildings could become an attractive tourism object. Revitalization of a historic urban downtown district can be planned with tourism strategy, because tourism is a new industry’s method that will provide fast growing economy by increasing job opportunities, income per capita, common wealth, and also activating other production sector in the tourist destination country. Along with the development process for Johar District into a cultural tourism district through “place-making” design principles, this strategy will enhances economic activities in the district, improves the quality of urban public spaces, and will eventually preserve and protect their cultural heritage assets inside as well.

Copyrights : Copyright Â(c) 2001 by ITB Central Library. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiC
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Dr. Ir. Basauli Umar Lubis, MSA. dan Ir. A. Rida Soemardi, M. Arch, MCP., Editor: Vika A. Kovariansi

File PDF...