Path: Top > S1-Final Project > Aerospace Engineering-FTMD > 2017

ANALISIS KEKUATAN STATIK DAN TENGGANG CACAT PADA STRUKTUR PESAWAT YANG MENGALAMI PERBAIKAN (REPAIR DOUBLER) STUDI KASUS : BOEING 737-800, REG : PK-GEK

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-10-09 10:33:26
Oleh : Hendrik Ardianto (NIM : 13613020), S1 - Department of Aerospace Engineering
Dibuat : 2017-09-27, dengan 1 file

Keyword : Repair doubler, metode compounding, metode elemen batas, kekuatan statik, perambatan retak, tenggang cacat.

Pada umumnya struktur pesawat terbang memiliki cacat awal berupa cacat material, cacat akibat proses manufaktur serta cacat akibat operasional. Cacat awal tersebut menjadi inti retak yang selanjutnya merambat akibat beban operasional yang bekerja pada pesawat terbang. Untuk mencegah terjadinya kegagalan struktur tersebut maka diperlukan perbaikan dengan cara membuang daerah yang terjadi kecacatan kemudian melakukan penambalan di daerah yang dibuang tersebut (repair doubler).


Pada penelitian ini dilakukan analisis kekuatan statik dan tenggang cacat pada struktur yang mengalami perbaikan serta dibandingkan laju perambatan retak hasil perhitungan metode elemen batas dengan DTRINA dan metode compounding dengan RAPID. Kasus yang dianalisis merupakan kasus yang terjadi pada pesawat Boeing 737-800 PK-GEK milik Garuda Indonesia Airlines yang diperbaiki oleh Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia.


Pada tugas akhir ini kasus perbaikan Boeing 737-800 PK-GEK, dinyatakan aman secara statik. Kemudian pada analisis tenggang cacat, spektrum tegangan yang dihasilkan DTRINA menghasilkan laju perambatan yang 0.8% lebih konservatif dibandingkan dengan RAPID. Pada skenario center fastener hole dan corner fastener hole hasil analisis laju perambatan retak yang dihasilkan oleh DTRINA berturut turut 0.3% dan 1.11% lebih konservatif dibandingkan dengan analisis yang dihasilkan oleh RAPID. Selain itu, nilai critical crack length hasil analisis DTRINA lebih kecil dibandingkan RAPID akibat perbedaan metoda perhitungan residual strength. Pada DTRINA perhitungan residual strength menggunakan kriteria net section yield, sedangkan RAPID menggunakan fungsi fracture toughness.


Kata

Deskripsi Alternatif :

In general, aircraft structures have initial defects such as material defects, manufacturing defects, and operational defects. Those initial defects cause initial crack that will grow due to aircraft operational load. It is necessary to prevent this structural failure by removing the damaged skin area and replacing it with repair doublers.


This undergraduate thesis covered an analysis of static strength and damage tolerance of maintenance structure, and also a comparison between crack growth rates of boundary element with DTRINA and compounding method with RAPID. The case which was analysed is Boeing 737-800 PK-GEK from Garuda Indonesia Airlines that was maintenance by Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia.


This maintenance case of Boeing 737-800 PK-GEK was declared statically safe. Then in damage tolerance analysis, load spectrum from DTRINA produced propagation rate which is 0.8% more conservative than RAPID. In center fastener hole and corner fastener hole crack scenario, crack propagation rates from DTRINA were 0.3% and 1.11% respectively more conservative than the result from RAPID. The result of critical crack length from DTRINA was smaller than RAPID due to the difference in residual strength calculation method. DTRINA used net section yield whilst RAPID used fracture toughness function for residual strength.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Prof. Dr. Tatacipta Dirgantara


    Dr. Annisa Jusuf, Editor: cecep hikmat

File PDF...