Path: Top > S2-Theses > Civil Engineering-FTSL > 2009

PERBANDINGAN KINERJA LABORATORIUM CAMPURAN AC-WC YANG MENGGUNAKAN ASPAL MINYAK PEN 60/70 DAN ASPAL POLIMER

COMPARISON OF LABORATORY AC-WC MIX PERFORMANCE USING PETROLEUM ASPHALT PEN 60/70 POLYMER ASPHALT

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:23:37
Oleh : Hendra Wardhana (NIM 25007025), S2 - Transportation
Dibuat : 2009-00-00, dengan 8 file

Keyword : Asphalt Concrete Wearing Course, Modified Polymer Asphalt (BituBale), Non polymer Shell Pen 60/70, Deformation Resistance, Resilient Modulus, Index Retained Strength of Marshall ; Laston Lapis Aus, Aspal Modifikasi Polimer (BituBale), Aspal non Polimer (Shell pen 60/70), Deformasi Permanen, Modulus Resilien, IKS
Subjek : Technology-Engineering-Engineering of railroads and roads-Artificial road surface
Kepala Subjek : Pavements, Asphalt concrete-Testing
Nomor Panggil (DDC) : T 625.85 WAR
Url : http://otomasi.lib.itb.ac.id/index.php?menu=library&act=detail&libraryID= 93179
Sumber pengambilan dokumen : Tesis Magister Rekayasa Transportasi Institut Teknologi Bandung

ABSTRAK:


Perkerasan lentur Laston Lapis Aus (AC-WC) dalam menahan beban lalu lintas, temperatur yang tinggi dan pengaruh lingkungan, bergantung pada campuran beraspal yang terdiri dari aspal dan agregat. Perkembangan pada beberapa tahun terakhir terjadi penurunan kinerja Laston Lapis Aus (AC-WC). Oleh karena itu alternatif penggunaan aspal modifikasi polimer untuk meningkatkan kinerja perkerasan menjadi perhatian utama. Pemanfaatan aspal modifikasi polimer (BituBale) dalam campuran beton aspal diharapkan memperbaiki kelemahan-kelemahan dari aspal konvensional (Shell non polimer pen 60/70), serta untuk meningkatkan kinerjanya.


Penelitian ini dimaksudkan untuk mengukur kinerja campuran Laston Lapis Aus (AC-WC) yang dimodifikasi dengan bahan polimer disebut sebagai Aspal BituBale. Kinerja yang diukur adalah sifat-sifat fisik aspal yang diperiksa terhadap Spesifikasi Teknis yang berlaku, serta pengujian untuk mengetahui Modulus Kekakuan dan ketahanan terhadap deformasi permanen melalui pengujian dengan alat UMATTA dan Wheel Track Machine (WTM). Pengujian yang sama dilakukan terhadap aspal Shell non polimer Pen 60/70 sebagai pembanding.


Hasil uji sifat-sifat Rheologi aspal yang dilakukan sebelum dan sesudah TFOT pada rentang (25 derajat C dan 45 derajat C), menunjukkan bahwa aspal BituBale cukup peka terhadap pengaruh suhu. Uji viskositas Saybolt-Furol menunjukkan bahwa Viskositas aspal BituBale lebih tinggi daripada viskositas Shell Pen 60/70. Berdasarkan metode Marshall dengan Kepadatan Mutlak (PRD) diperoleh nilai KAO refusal untuk campuran aspal Shell Pen 60/70 sebesar 5,73% dan untuk aspal BituBale sebesar 5,53%. Hasil pengujian campuran menggunakan aspal BituBale memberikan kinerja lebih baik daripada aspal Shell Pen 60/70. Ditunjukkan dengan nilai IKS yang lebih tinggi yaitu 89,42% untuk campuran aspal BituBale dan 88,71% untuk campuran aspal Shell Pen 60/70.


Perbandingan Modulus Kekakuan yang diukur dengan pengujian UMATTA menunjukkan bahwa pada suhu 25 derajat C, 35 derajat C dan 45 derajat C, campuran aspal BituBale memberikan nilai Modulus Resilien lebih rendah (3582 MPa, 1387 MPa dan 580,3 MPa) dibandingkan dengan campuran aspal Shell Pen 60/70 (4666 MPa, 1474 MPa dan 587,6 MPa), namun hasil pengujian ketahanan terhadap Deformasi Permanen dengan alat Wheel Track Machine (WTM) menunjukkan bahwa campuran aspal BituBale memiliki kinerja ketahanan terhadap Deformasi lebih baik daripada campuran aspal Shell Pen 60/70 pada penggunaan temperatur 60 derajat C.


Secara umum Aspal Modifikasi Polimer (BituBale) yang bersifat elastomer memberikan kinerja yang cukup baik dibandingkan aspal non polimer ( Shell pen 60/70) terutama pada penggunaan yang membutuhkan ketahanan terhadap temperatur tinggi.

Deskripsi Alternatif :

ABSTRACT:


The resistance of pavement surface of Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) to the traffic loading, the enviromental condition and the high temperature, depend primarily on the asphalt mixture. i.e. asphalt and aggregate. In recent years a decrease of Asphalt Concrete Wearing performance has been occurred. One alternative to improve pavement performance, was the use of polymer modified asphalt. The use of polymer modified asphalt (BituBale) in asphalt mixture is expected to improve the weakness of conventional asphalt (Shell non polymer Pen 60/70) and to increase its performance.


The objectives of this study was to assess the mixture performance of an AC-WC modified by polymer as the cover of asphalt bitumen, called BituBale. The performance was physical characteristic of asphalt that would be compared to the Technical Specification, and the measurement of Resilient Modulus and Deformation resistance of mixture using the UMATTA machine testing and Wheel Track Machine (WTM) testing. The similar testing would be conducted with asphalt Shell non polymer Pen 60/70 as a comparison.


The result of the asphalt rheology, conducted before and after TFOT, showed that BituBale asphalt has the sensitivity to temperature change at temperature range of 25 degrees C-45 degrees C. Saybolt-Furol viscosity test showed that BituBale asphalt has higher viscosity compared to Shell Pen 60/70 asphalt. The KAO value based on Marshall test combined with Percentage Refusal Density methods for the Shell Asphalt and BituBale asphalt are 5,73% and 5,53%. Respectively based on the laboratory testing result, the use of BituBale asphalt give better performance than the use of Shell asphalt. It is shown by the higher IKS value,i.e. 89,42% for polymer modified Asphalt (BiuBale) mixture and 88,71% for non polymer Shell asphalt mixture.


Comparison of Resilient Modulus assessed by the UMATTA machine testing, showed that polymer modified asphalt (BituBale) mixture gave the lower Resilient Modulus value at testing temperatures of 25 degrees C, 35 degrees C and 45 degrees C (3582 MPa, 1387 MPa and 580,3 MPa) than that of non polymer Shell asphalt mixture (4666,0 MPa, 1474,0 MPa and 587,60 MPa), even so the result of Deformation Resistance test using WTM showed that modified polymer asphalt (BituBale) mixture had better resistance to deformation performance than the non polymer Shell aspahlt mixture, at temperature of 60 degrees C.


Generally, the elastomeric modified polymer asphalt (BituBale) gave better performance than the non polymer Shell Asphalt especially for using at high temperature.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing 1:Bambang S. S., Prof. Dr. Ir., DEA. ; Pembimbing 2: Djunaedi Kosasih, Dr. Ir., Editor: Ena Sukmana

File PDF...