Path: TopS2-ThesesBusiness Administration-SBM2007

STRATEGI INVESTASI PABRIK PUPUK ORGANIK DI PTPN VI (PERSERO)

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:30:42
Oleh : HARUN AL RASYID (NIM 29106053), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2008, dengan 6 file

Keyword : Palm Oil Factory, Empty Bunch Fiber, Organic Fertilizer, Financial Analysis, Development Strategy

Seiring dengan meningkatnya permintaan dunia terhadap produk olahan kelapa sawit, maka limbah yang dihasilkan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) juga semakin meningkat. Dari pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dihasilkan limbah padat berupa Tandan Kosong Sawit (TKS) dan limbah cair (LCPKS).






Untuk mengatasi limbah yang dihasilkan, Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) di Medan, Sumatera Utara, telah mengembangkan teknologi pengomposan yang mengolah limbah PKS menjadi pupuk kompos (organik) yang kaya akan unsur hara dan ramah lingkungan. Teknologi produksi sederhana ini memungkinkan tercapainya nir limbah (zero waste) pada PKS. Sehingga tidak ada lagi limbah yang mencemari lingkungan di sekitar pabrik.






Permintaan pupuk organik (kompos) juga semakin meningkat di pasaran karena harga pupuk anorganik yang semakin mahal. Pola hidup masyarakat dunia yang kembali ke makanan alami yang berasal dari bahan organik yang bebas dari zat kimiawi juga turut mempengaruhi. Melihat peluang di bisnis ini, PT. ABC menawarkan kerja sama pengelolaan limbah PKS di PTPN VI (Persero) dalam bentuk joint venture. Perusahaan joint venture ini berencana membangun Pabrik Pupuk Organik (PPO) dengan kapasitas 69 dan 138 ton/hari yang mengolah limbah PKS kapasitas pengolahan TBS 30 ton dan 60 ton/jam di Propinsi Jambi.






Strategi investasi PPO berfokus pada lima aspek bisnis, yang terdiri dari aspek produksi, manajemen, pemasaran, lingkungan dan keuangan. Penekanan aspek keuangan pada analisis keputusan investasi dan strategi pendanaan. Pada analisis aspek keuangan dibuat dua alternatif pendirian PPO yaitu alternatif A (lantai produksi dari semen menggunakan mesin turner merk Backhus) dan alternatif B (lantai produksi dari tanah yang dikeraskan menggunakan mesin turner merk Asia Green) untuk PPO kapasitas 69 ton/hari dan 138 ton/hari. Masing-masing alternatif tersebut memiliki tiga skenario pendanaan.






Hasil analisis aspek keuangan di setiap kapasitas pabrik pada tiga skenario pendanaan menunjukkan bahwa alternatif A layak untuk dijalankan (NPV bernilai positif, Pay Back Period dibawah jangka waktu proyek, IRR diatas nilai WACC dan nilai ROI diatas suku bunga pinjaman) sedangkan alternatif B tidak layak untuk dijalankan. Prioritas struktur pendanaan adalah skenario 1 karena memiliki nilai NPV dan ROI yang tertinggi dari dua skenario lainnya.






Hasil strategi investasi merupakan pedoman bagi PTPN VI (Persero) dan PT. ABC untuk mendirikan dan mengoperasikan Pabrik Pupuk Organik (PPO).

Deskripsi Alternatif :

Based on a great world demand for derivative palm product, waste from palm oil production at Palm Oil Factory (POF) also increased. Fresh Fruit Bunch (FFB) process at Palm Oil Factory produced sludge like Empty Bunch Fiber (EBF) and liquid waste.






In order to manage waste problem which produced from palm oil production at Palm Oil Factory (POF), Center of Palm Plantation Research (CPPR) in Medan, North Sumatera, has develop organic technology to produce organic fertilizer which full of bio nutrition and environmental friendly. This simple production technology can eliminate waste (zero waste) at POF. So, there is no more waste for environment around the factory.






Recently, national and world demand for organic fertilizer was increased because the price of anorganic fertilizer is high. Also the influenced of world life style to consume natural food which come from organic thing, free of chemistry entity. Judging from the business opportunities, PT. ABC proposed a joint venture cooperation between PT. ABC and PTPN VI (Persero) to handle waste management at POF PTPN VI (Persero). The plan of this joint venture are building Organic Fertilizer Factory (OFF) 69 and 138 ton/day capacity which will process waste from POF capacity of 30 and 60 ton/hour on Province of Jambi.






Development strategic of Organic Fertilizer Factory (OFF) are focused on five business aspects, consist of production, management, marketing, environment and financial aspect. The subject of emphasis in financial aspect particularly on the investment decision analysis and the funding strategy. In the financial analysis aspect two alternative of factory are applied namely alternative A (production floor made from cement and using Backhus turner machine) and alternative B (simple production floor and using Asia Green turner machine) for OFF 69 ton/day and 138 ton/day capacity. Each alternative has three funding scenarios.






Result from financial analysis aspect for each factory capacity on three funding scenario show that alternative A is feasible to run (positive NPV, Pay Back Period is under project time horizon, IRR value above WACC and ROI value over loan interest rate) and alternative B is not feasible to run. The priority of funding strategy is scenario 1 that have highest NPV and ROI value than other scenarios.






The result of this development strategic is guidance for PTPN VI (Persero) and PT. ABC to invest, build, operate the Organic Fertilizer Factory (OFF).

Copyrights : Copyright Â(c) 2001 by ITB Central Library. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiC
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Ir. Uke MMP Siahaan, MBA, Editor: Vika A. Kovariansi

File PDF...