Path: TopS2-ThesesTransportation-SAPPK2007

PEMODELAN TARIF JALAN TOL BERDASARKAN SIMULASI KONTRIBUSI FAKTOR PERUSAKAN JALAN: STUDI KASUS RUAS JALAN TOL TANGERANG - MERAK

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:29:56
Oleh : Harlan Pangihutan Adeltua (NIM 242 04 004), S2 - Transportation
Dibuat : 2007-09-01, dengan 8 file

Keyword : Jalan tol, perusakan jalan, overloading.
Kepala Subjek : Transportation

Abstrak :


Peningkatan biaya operasi dan pemeliharaan jalan tol yang relatif signifikan belakangan ini, seringkali dituding sebagai dampak perilaku overloading kendaraan berat. Sementara, aspek variasi beban kendaraan yang membawa implikasi berbeda dalam magnitude kerusakan jalan, dan selanjutnya mempengaruhi biaya pemeliharaan jalan belum dipertimbangkan dalam metode perhitungan tarif tol yang ada saat ini. Hal ini mengakibatkan metode perhitungan yang ada dianggap kurang menggambarkan perilaku kondisi lalu lintas yang empiris. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan perhitungan tarif tol untuk 3 golongan kendaraan I, II A dan II B, dengan menggunakan pendekatan kelayakan investasi (finansial) dan mengakomodasi kontribusi faktor perusakan jalan. Modifikasi pendekatan kelayakan investasi dilakukan dengan mengasumsikan bahwa total biaya investasi terdiri dari biaya investasi dasar (tanpa overloading) dan kenaikan biaya investasi (dengan overloading). Dalam konteks tersebut, pemodelan dimaksudkan untuk mengestimasi nilai koefisien al1 (untuk variabel satuan biaya pengembalian investasi dasar) dan nilai koefisien al2 (untuk variabel satuan kenaikan biaya investasi sebagai akibat dampak overloading). Metodologi penelitian ini merupakan penelitian studi kasus pada jalan tol Tangerang-Merak, yang merupakan salah satu jalan tol yang dioperasikan oleh swasta. Pengumpulan data dilakukan melalui survai instansional, meliputi data beban, volume lalu lintas, biaya-biaya operasi dan pemeliharaan jalan tol, tarif tol, inflasi, dan data pendukung lainnya. Analisis dilakukan dengan mendeskripsikan dan membandingkan situasi tanpa dan dengan adanya overloading. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecenderungan perilaku overloading yang terjadi pada jenis kendaraan berat (truk 2 sumbu, truk 3 sumbu, truk gandengan, traktor + semi-trailer 2 sumbu, dan traktor + semi-trailer 3 sumbu) menyebabkan peningkatan biaya operasi & pemeliharaan sebesar Rp 3.192.046 juta dan peningkatan biaya investasi sebesar Rp 2.113.405 juta. Lebih rendahnya dampak overloading terhadap biaya investasi, disebabkan karena pada mekanisme cashflow terdapat faktor yang meredam kenaikan biaya investasi, yaitu pos biaya untuk pajak perusahaan. Model perhitungan tarif tol untuk 3 golongan kendaraan diperoleh, yaitu: (i) Tarif Golongan I = 0,3920*SBPI + 0,0145*SPBIADO, (ii) Tarif Golongan II A = 0,1026*SBPI + 0,3256*SPBIADO, (iii) Tarif Golongan II B = 0,5054*SBPI + 0,6599*SPBIADO. Besaran tarif tol hasil perhitungan model diperoleh relatif lebih tinggi dari tarif tol eksisting, terutama karena tarif eksisting tidak mengalami penyesuaian cukup lama pada masa sebelum tahun 2003. Sebagai rekomendasi dikemukakan strategi kebijakan yang dapat diambil untuk mengatasi dampak resiko rendahnya tarif jalan tol yang diberlakukan tersebut.

Deskripsi Alternatif :

Abstract :


Increases in maintenance costs of toll roads, is often attributed to the overloading behavior of trucks. The premature damage of road surfaces due to excess loadaffluence would significantly affect the magnitude of maintenance costs. Unfortunately, the method for calculating road toll charge has not yet been able to accommodate the importance overloading behaviour. As a consequence, the current used fails to represent the traffic condition and behaviors comprehensively. The objective of this thesis is to develop a model of toll charge in association with vehicle classes which enables the accommodation of overloading condition as well as compares the new toll-charge model with the existing ones. A case study was held at the Tangerang-Merak Toll Road The data is collected from several institutions including PT Marga Mandala Sakti, PT Jasa Marga (Persero), Puslitbang Prasarana Transportasi and Badan Pusat Statistik. The analyses is conducted to describe the comparisons of without and with overloading situations. In the analyses, road tariff modeling was based on investment viability approach. Modification of this approach was done to develop tariff equation as a function of marginal of basic investment cost and marginal of additional investment cost impacted by overloading. Findings of the study include: (i) overloading behavior tend to be existed in vehicle class of 2 axle truck, 3-axle truck, trailer, traktor+2-axle semi trailer, and traktor+3 axle semi trailer, (ii) ESA Index for all vehicle types increase from 2,1150 to 2,7051. The difference of operation and maintenance costs between with and without situation became Rp 3.192.046. Meanwhile, the difference of investment costs between with and without situation became Rp 2.113.405. The equations for calculating tariff were obtained as follows: (1) Tarif for Category I = 0,3920*SBPI + 0,0145*SPBIADO, (2) Tarif for Category II A = 0,1026*SBPI + 0,3256*SPBIADO, (3) Tarif for Category II B = 0,5054*SBPI + 0,6599*SPBIADO.

Copyrights : Copyright (c) 2007 by School of Architecture, Planning and Policy Development. Information Dissemination Right @2008 ITB Central Library, Jl. Ganesha 10 Bandung,40132, Indonesia. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author to ITB Central Library in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Idwan Santoso, Dr. Ir. M.Sc.


    Pembimbing : Pradhono, Dr. Eng. M.Ec.Dev


    Scanner : Novian Kurniawan
    , Editor: Novian Kurniawan

File PDF...